Eksistensi Tumpak Sidabutar Di Perpolitikan Jawa Barat

suaratapian.com JAKARTA-Ada premis menyebut, jangan memilih kucing dalam karung. Artinya jangan membeli barang yang sembarang tanpa mengecek barang itu terlebih dahulu. Jika konteksnya dalam Pemilu 2019 ini, khususnya para calon legislatif, jangan memilih seseorang jika tak tahu reputasinya. Tentu, pesan di atas, jangan memilih yang belum berbuat, belum berpengalaman.

Maka di masa-masa kampanye ini, pengalaman hidup dan jejak calon pemimpin itu harus diperkenalkan. “Kita berharap para pemimpin politik dari berbagai partai yang terpilih adalah orang-orang yang sudah berpengalaman.” Tentu perpolitikan di Jawa Barat sangat menarik. Paling tidak Provinsi Jawa Barat adalah jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Pengalaman seperti itu penting, perlu dimiliki. Sebab kenyataan yang ada sekarang, ada banyak calon legislatif belum punya jejak rekam, apalagi coba-coba terjun ke politik tanpa belum berpengalaman. Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2018 di Provinsi Jawa Barat terdapat 27 kabupaten/kota dengan 66,314 TPS. Jumlah pemilih tetap sebanyak 30,794,678 orang.

Salah satu yang berjuang jadi Calon Legislatif di Provinsi Jawa Barat adalah Tumpak Sidabutar. Eksistensi dan kehadiran Tumpak di perpolitikan Jawa Barat, terutama di Bekasi dan Depok sudah tak diragukan lagi. Selain karena selama ini sudah duduk menjadi Wakil Rakyat di Kota Bekasi periode 2014-2019. Di periode ini, pria kelahiran Tomok, Samosir, Sumatera Utara ini terpilih bersama-sama Tumai dari partai yang sama PDI Perjuangan. Keduanya terpilih dari daerah pemilihan (Dapil II) Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang.

Kini, pria lulusan SMUN 5, Jakarta Pusat, angkatan 1991 dan lulusan Fakultas Ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) angkatan 1994, maju dengan tantangan baru mencalonkan diri dari PDI Perjuangan untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Bekasi dan Kota Depok.

Perlu juga diketahui, sebelum menjadi anggota DPRD Kota Bekasi, Tumpak telah memulai reputasinya sebagai seorang wiraswasta, sebelum kemudian ikut bergabung di tim manajemen PT Godang Tua Jaya Group, perusahaan besutan mertuanya, Rekson Sitorus. Tumpak menikah dengan Elfrida Junita boru Sitorus, anak ketiga dari Rekson, salah seorang pengusaha yang berhasil di Jawa Barat.

Tumpak Sidabutar SE sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok ingin perhatian lebih untuk fokus pada bidang pendidikan agama. “Saya tak ingin janji muluk-muluk, tetapi jika terpilih nanti saya akan memperhatikan guru agama,” ujarnya.  (Hojot Marluga)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.