PI Serukan Mengindonesiakan Indonesia


Suaratapian.com JAKARTA-Membangun persaudaraan adalah sebuah hubungan yang tak hanya terjalin lewat hubungan darah, tetapi juga hubungan sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Karenanya, kita mesti bangga sebagai bangsa, ada 760 suku di Indonesia. Membangun persaudaraan berarti membina seluruh rakyatnya.

Dalam rangka mensyukuri HUT RI ke 74 & telah berlangsungnya Pemilu 2018 dengan baik, karenanya Persaudaraan Indonesia (PI) mengelar silaturahmi dan Doa Syukur bertema Mengindonesiakan Indonesia, hadir ratusan tokoh dari berbagai lintas agama, pada Minggu 18 Agustus 2019. Bertempat di Pura Aditya Jaya, Jl. Daksinapati Raya No 10, Rawamangun, Jakarta Timur.

Panitia St Ir Monang Rumapea, Komisi HAK PGIW DKI dan Robert Situmeang, Wakil Ketua Umum Hita Masyarakat Batak (Himaba), menyebut acara ini digagas dari berbagai tokoh diinisiasi oleh PI. Ketua Umum PI, Dr Joonner Rambe SE MM, gelar Ompu Sri Paduka Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon, berharap bahwa semangat persaudaraan harus terus digalakkan. “Saya baru saja diterima di Malaysia, mereka berkata bahwa Indonesia bisa menjadi negara besar jika bersatu,” ujarnya. Daulat berharap dengan adanya forum PI ini bisa dilembagakan dan dilegalisasi sebagai lembaga yang memperjuangkan persaudaraan.

Acara dimulai digelar doa bersama. Mengawali pembacaan doa pertama dimulai dari K.H. Ahamd Astamar,  Wakil FKUB DKI Jakarta mewakili Islam. Lalu, Pdt Haposan Sianturi Ketua PGW DKI Jakarta dari Protestan, Frans Dwikoco (Komisi HAAK KAJ) mewakili Katolik, Gede Suparja Putra (Hindu), Liem Liliany Lontoh Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta (Konghucu), Bhante Bodhi Thera, tokoh spiritual Budha. Selesai menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan pemaparan tentang PI oleh Pdt. Dr. Alma Shepard Supit yang juga ketua panitia, dilanjutkan penyampaian sambutan dari  Ketua Umum PI, Dr Joonner Rambe SE MM. Selesai doa bersama, digelar dedikasi persaudaraan untuk perdamaian dan kesatuan.

Sementara itu, Willem Frans Ansanay, SH tokoh Papua dalam acara dedikasi menyampaikan agar perlakuan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa terhadap warga negara Indonesia asal Papua, sudah sepantasnya mendapat koreksi. Tokoh Papua ini meminta jangan merendahkan orang Papua dengan merendahkan martabat Papua. “Jangan ada lagi umpatan-umpatan ‘monyet’ atau ‘wong ketek’!” katanya.

Sementara itu, Haidar Alwi pengiat anti toleransi & intoleransi juga menyerukan agar semua elemen bangsa menjaga keutuhan bangsa. “Kita mesti melawan kelompok radikal yang ingin mengganti sistem negara Indonesia. Kita mendukung pemerintah membubarkan kelompok radikal demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” ujar Haidar. Baginya, disintegrasi bangsa tidak terjadi di Indonesia sebagaimana di negara-negara seperti di kawasan Timur Tengah, asal kita kompak bersatu untuk menjaga keutuhan bangsa.

Haidar juga menyerukan, jika ada penutupan tempat ibadah dia akan lawan. “Kami akan lawan kelompok yang memaksakan kehendak merusak dan menutup rumah ibadah. Dalam waktu dekat kami akan membangun gereja GKI Yasmin, dananya dari kami sendiri dan kami akan terlibat satu hari untuk membangun,” ujarnya.

Hadiri juga dalam acara itu dari Keraton Kasepuhan Cirebon, KRAy Intan Dewi Rumbing, SE, yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Intan, demikian dia dipanggil didaulat untuk membaca ikrar bersama para tokoh-tokoh ini. Hadir juga, Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center). Hojot Marluga

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.