Peluncuran Buku “Penyembahan-Persembahan” 40 Tahun Pelayanan Patut Sipahutar

Peluncuran Buku “Penyembahan-Persembahan” 40 Tahun Pelayanan Patut Sipahutar

Suaratapian.com JAKARTA-Esensi terpenting dalam agama adalah penyembahan dan persembahan, berkaitan erat dengan spiritualitas. Spiritualitas intinya kejujuran, meliputi aspek-aspek kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai, mempunyai komitmen terhadap sesuatu. Spiritualitas adalah jembatan memahami Tuhan. Tentu tergantung dengan kepercayaan yang dianut setiap individu, personal. “Tentu yang hilang dari kehidupan kita akhir-akhir ini adalah nilai-nilai spiritualitas. Sebab tak ada lagi yang menjembatan nilai-nilai spiritualitas,” ujar Pendeta Patut Sipahutar saat memberi pemaparan pada peluncuran bukunya yang bertajuk Hidup dalam Komunitas…

Baca...

Buku “Tujuh Alasan Saya Bangga Menjadi Orang Batak” Dilaunching

Buku “Tujuh Alasan Saya Bangga Menjadi Orang Batak” Dilaunching

suaratapian-JAKARTA Ada ungkapan bijak menyebut, orang yang hebat adalah orang yang tak pernah melupakan asal-muasalnya, dan bangga terhadap budaya bangsanya. Dalam konteks ini, orang Batak disebut bangso merujuk kepada militansi kebesaran terhadap budayanya. Tetapi itu dulu, sekarang militansi orang Batak, terutama generasi muda sudah malu mengaku orang Batak. “Orang Batak generasi muda sekarang tak lagi bangga jadi orang Batak. Ini saatnya orangtua Batak untuk mengajak anak-anaknya kembali bangga dengan budayanya. Tentu, bagaimana kita bangga menggunakan…

Baca...

Buku “Hendry” Humor Batak Telah Terbit

Buku “Hendry” Humor Batak Telah Terbit

Buku bertajuk Sipatu Ni Pendeta diambil dari salah satu judul di buku ini. Cerita seorang pendeta yang kehilangan sepatu. Sipatunya salah dimasukkan ke dalam peti mayat. Sebagaimana di kampung halaman terbiasa orang menyelipkan barang-barang orang yang sudah meninggal ke dalam peti jenasahnya. Kebiasaan ini memang sudah semacam “laten.” Bicara humor tentu pelbagai macamnya. Ada humor ala Papua, seperti cerita ini. “Seorang anak Papua meninggal dan naik ke sorga. Di sorga dia berjumpa dan dikasih sayap…

Baca...

Sordam, Kesedihan Yang Tak Terucapkan

Sordam, Kesedihan Yang Tak Terucapkan

Suhunan Situmorang yang lahir di Pangururan, Samosir, 12 Maret 1961, dikenal sebagai penulis “Sordam” yang terbit tahun 2005 oleh Gagas Media. Penulis yang memiliki nama lengkap Suhunan Madja Situmorang adalah  sosok yang rendah hati dan ramah bila berkomunikasi, sehingga membuat siapa saja yang baru kenal dengannya merasa diperhatikan. Suhunan yang banyak menulis cerita-cerita pendek tentang liku-liku kehidupan, kebudayaan, dan tentang masyarakat Batak saat ini melejit namanya berkat “Sordam.” Buku setebal 360 halaman ini bukan saja…

Baca...