Universitas Mpu Tantular Menggelar Diskusi Budaya Dalihan Na Tolu

Universitas Mpu Tantular Menggelar Diskusi Budaya Dalihan Na Tolu

suaratapian.com JAKARTA Beberapa bulan lalu Universitas Mpu Tantular mendeklarasikan diri sebagai kampus Bhinneka Tunggal Ika, hingga kini terus mengeliat mereaktualisasi kearifan budaya-budaya yang ada di Indonesia untuk mendukung slogannya. Lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Budi Murni, kemarin, Kamis, (24/4) menyelenggarakan seminar Budaya Batak Dalihan Na Tolu di Aula HIOBAJA, di Kampus Universitas Mpu Tantular, Cipinang, Jakarta Timur. Tentu, bagi masyarakat Batak Dalihan Na Tolu amat sangat mempunyai nilai tinggi, hal itu tercermin dalam tata kehidupan…

Baca...

Sala Mandasor Sega Luhutan

Sala Mandasor Sega Luhutan

Kata Sala Mandasor, Sega Luhutan paling tidak diartikan salah membuat dasar akan rusak bangunan. Ungkapan ini bisa terangkai disaat membuat luhutan. Luhutan adalah tempat menumpuk padi yang baru disabit. Membuat luhutan biasanya dibuat melingkar. Luhutan dasar untuk menumpuk pati yang baru disabit dengan dibuat membentuk lingkaran. Dasar luhutan hanyalah melingkar kecil, tetapi bisa menopang lingkaran di atasnya lebih besar. Moral dari ungkapan ini tentunya mengartikan pada mental manusia. Jika dimasa kanak-kanak telah salah dalam pembentukan…

Baca...

Girgir Mananginagi Bangkol Manghatahon

Girgir Mananginagi Bangkol Manghatahon

Rangkaian kata di atas satu kalimat penting yang mensinkronkan keduanya, kebiasan suka mendengar tetapi lambat berkata-kata. Cepat mendengar lambat berkata-kata. Jika telah memahami ungkapan ini kita akan tiba pada pertanyaan, berapa banyak habitus, watak, pikiran yang negatif sudah kita transformasi menjadi budi baik, sifat baik dan berpikir positif? Rangkaian ungkapan itu: girgir manangi-nangi, bangkol marhata-hata. Suka mendengar, tidak apatis tetapi makin dalam mengerti. Menjadi pendengar yang baik. Pada tradisi Batak bahwa berbicara itu adalah sesuatu…

Baca...

Gelleng Sihapur Dijunjung Do Simajujungna

Gelleng Sihapur Dijunjung Do Simajujungna

Filosofi ini juga sering disebut, Gelleng Sihapur dijunjung do uluna. Na ditambahkan sebagai kata ganti “nya.” Salah satu filosofi hidup Batak adalah Metmet pe sihapor, dijujung do simanjujungna. Hal ini soal rasa hormat. Bagi leluhur Batak sihapura atau belalang punya filosofi hidup mempertahankan kehormatan hingga mati.Manusia batak memiliki pengharapan hidup setelah mati. Selain roh, arwah menjadi sahala, juga nama besar yang hidup setelah badannya mati. Belalang jarang menggerakkan kepalanya tanpa mengikutkan tubuhnya. Yang paling unik…

Baca...

Ditoru Tangan Namangido

Ditoru Tangan Namangido

Memahami ungkapan ini, sederhananya, bahwa posisi tangan orang yang meminta posisinya. Posisi orang yang meminta, memohon, berarti mesti mampu menempatkan diri. Apa artinya tangan di bawah? Sesungguhnya lebih dalam artinya agar seseorang jangan sombong atau terkesan arogan, apalagi posisinya yang membutuhkan. Sebenarnya filosofi ini dalam maknanya, jika itu dicontohkan hubungan interaksi sosial masyarakat bahwa yang meminta tolong berada pada posisi tangan meminta. Jikalau seseorang meminta tolong orang lain, maka ia juga harus santun meminta. Tak…

Baca...

Aek Godang Aek Laut, Dos Ni Roha Sibaen Nasaut

Ungkapan Batak ini mengajarkan, betapa perlunya ada kebersamaan. Nenek moyang orang Batak mengerti sekali betapa perlunyakebersamaan untuk menggapai tujuan. Kekompakan adalah kekuatan. Ibarat lidi yang diikat maka bisa kuat menyapu. Analogi sapu lidi yang merupakan alat penyapu, umumnya digunakan untuk membersikan pekarangan rumah. Lidi kuat menyapu karena menyatu, tak berpisah-pisah. Mengapa perlu disatukan? Ada lidi yang tipis dan ada pula lidi yang kuat. Saat disatukan dengan pengikat yang kuat, maka lidi yang lemah tadi akan…

Baca...

Nilangka Tu Jolo, Tinailihon Tu Pudi

“Sejauh manusia belajar dari kegelapan masa lalu, dia masih bisa melaju mengatasi kabut di depan” Ungkapan itu saya pikirkan ketika membaca buku-buku sejarah Batak. Esensinya menyirat untuk terus melaju pada tujuan, namun tak menghiraukan masa lalu. Nenek orang Batak mengajarkan setiap orang mesti melangkah ke depan. Beranjak dari keadaan sekarang ke arah yang akan datang. Tak ada orang yang bisa melihat masa depan, tetapi perlu ada pengharapan. Walau tak bisa melihat secara kasat mata tetapi…

Baca...

Galang Do Mula Ni Harajaon

RANGKAIAN ungkapan ini sebenarnya lebih lengkap: Holit mula ni hamoraon, panggalangan mulani harajaon. Ungkapan itu bisa diartikan: pelit awal kekayaan, memtraktir membangun pengaruh (kerajaan). Ada hubungan lapo (warung Batak) dengan ucapan filosofi Batak ini. Lapo di kampung halaman adalah tempat para kaum laki-laki untuk tempat minum sembari berdiskusi dan mendapat informasi. Lapo ruang untuk mendapat informasi yang paling cepat, apa yang terjadi di sekitar kampung halaman dan berita dari luar kampung. Di kemudian hari lapo…

Baca...

Jolo Nidilat Bibir Asa Didok Hata

Ada adagium menyebut: berpikir sebelum bertindak? Perhatikan yang Anda pikirkan, kira-kira itulah arti kata Batak tadi. Arti filosofinya, dijilat dulu bibir sebelum menyampaikan kata-kata. Lebih tepat lagi berpikirlah sebelum berbicara. Bahwa setiap kata-kata yang terlontar harus terlebih dahulu dipikirkan, dianalisa sebelum diucapkan. Tak boleh asal ngomong. Perlu berpikir sebab dari berpikir terbesit buah pikiran. Berpikir terlebih dulu apa yang hendak diucapkan. Dampak dari kata-kata yang hendak kita rangkai itu tadi, kalau-kalau yang diucapkan melukai hati…

Baca...

Dirgak Do Eme Na Lapungon, Anduk Do Eme Naporhis

Filsafat padi jikalau makin berisi makin lama makin padat dan berisi. Terjemahan ungkapan di atas, padi kosong berdiri tegak, tetapi padi yang berisi akan merunduk. Filsafat Batak ini sehaluan juga dengan perumpamaan bahasa Indonesia yang menyebut tong kosong nyaring bunyinya. Dan Air beriak tanda tak dalam. Ungkapan bijak. Pada ungkapan Batak: dirgak do eme na lapungon, unduk do eme naporngis. Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Otomatis beban biji juga semakin berat. Kalau sudah semakin…

Baca...
1 2