PGLII Surati Presiden Terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK)

PGLII Surati Presiden Terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK)

suaratapian.com JAKARTA Hadirnya RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) mendapat reaksi keras dan penolakan di kalangan masyarakat, yang dalam poinnya ingin mengatur tata ibadah anak-anak yang dikenal dengan Sekolah Minggu. Setelah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia membuat sikap dengan menolak RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK). Kini giliran pengurus Pusat Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) juga dengan tegas menolak RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) itu. “Bagi kami RUU PPK sangat…

Baca...

Teologia air

Teologia air

Oleh: Hojot Marluga Hari ini adalah Hari Air Sedunia. Di semua penjuru jagat Air dirayakan hari ini. Mengapa dirayakan? Sudah tentu tujuannya untuk menjadi pengingat bagi setia insan di bumi, bahwa air maha penting. Dan, Air diperingati untuk kesadaran kita, agar air bersih senantiasa terjaga. Sebab bukankah memang dalam seluruh kehidupan kita air begitu substansial? Bencana; banjir, longsor, kekeringan adalah bentuk “perlawanannya” kepada manusia karena tak dimuliakannya air. Juga, melihat di sebagian kawasan yang kekurangan…

Baca...

Remaja Yang Mengisi Kemerdekaan

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan berkat yang selalu mengalir dalam hidup kita. Karya tulis yang diberi judul “Remaja yang Siap Mengisi Kemerdekaan?” ini ialah karya tulis yang terbentuk dari hasil pemikiran saya, dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 71 dan khusus kupersembahkan bagi anak-anak remaja HKBP dimanapun berada. Dalam penyelesaian karya tulis ini, banyak sekali kendala yang dihadapi, mulai dari literasi yang minim hingga persiapan penulisan…

Baca...

Meningkatnya Intoleransi dan Radikalisme

Pernyataan Sekum PGI terkait “Meningkatnya Intoleransi dan Radikalisme” di kalangan Pelajar dan Mahasiswa. 1. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia memgungkapkan keprihatinan mendalam atas gejala meningkatnya aksi intoleransi dan paham radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa, sebagaimana hasil penelitian yang dirilis oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta baru-baru ini. Riset yang dilakukan 1 September hingga 7 Oktober dan melibatkan 264 guru dan 58 dosen pendidikan agama Islam yang tersebar di 34 propinsi…

Baca...

Refleksi Hari Ibu dari “Keluarga Somat”

Oleh: Hojot Marluga Tadi pagi saya bersama kedua putra-putri menonton film animasi: keluarga pak Somat. Istri pak Somat, Inah, protes, hari itu mogok kerja. Tak mau melayani keluarga. Alasannya karena ini hari, hari ibu. Maka, pak Sobat terpaksa bagi tugas dengan kedua putra putrinya, Dudung dan Ninung. Pak Somat dapat giliran masak. Putranya Dudung giliran menyuci baju, sedangkan Ninung putrinya menjaga warung. Apa yang terjadi? Terjadi kegaduhan. Masakan pak Somat gosong. Dudung saat mau menyuci,…

Baca...

Menolak Hukuman Mati

Menolak Hukuman Mati

Mengapa kita menolak hukuman mati? Bukankah hukuman mati adalah alat yang ampuh untuk mencegah kejahatan dengan membuat (calon) penjahat jera. Lagipula para penjahat yang dihukum mati itu sudah keterlaluan jahatnya, sehingga hukuman mati memang yang paling setimpal. Lihat saja Amrozi cs yang membunuh 202 orang di Bali dan melukai 200-an orang lainnya. Atau Ayodya Prasad Chaubey, yang ditangkap menyelundupkan 12 kilogram heroin melalui Medan. Berapa orang Indonesia yang akan hancur hidupnya kalau orang ini dibiarkan…

Baca...

Strategi Membangun Diri Di Era Perubahan

Strategi Membangun Diri Di Era Perubahan

Oleh: Ir. Leo Nababan Era ini disebut era perubahan. Tak ada yang tak berubah, semuanya berubah. Maka tepatlah ungkapan yang menyebutkan, hanya perubahan yang tidak berubah. Jadi perubahan adalah keniscayaan. Tak ada yang tak berubah. Hanya orang yang menyadari dan terus beradaptasi dengan perubahan yang bisa eksis. Karenanya, mengapa begitu takut pada perubahan. Tak ada di dunia ini yang dapat dilakukan tanpa perubahan. Jangan melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hakikat manusia dan perlakukan orang lain…

Baca...

KREATIF MENJAGA BUDAYA

Oleh: Drs. Djaendar J Lumban Gaol, M.Si Kekayaan bangsa tak boleh diukur hanya dari sumber daya alam semata. Negara besar akan terlihat dari sejarah peradaban budayanya yang lestari. Pun negara kita, amat sangat beraneka dan kaya budaya. Ribuan suku atau etnis berdiam dan berbagai budaya menghias Nusantara. Lagi-lagi keanekaragaman suku itu semestinya maupun menunjukkan kekayaan kita. Budaya tak dapat dinilai dari segi finansial semata, namun keagungan satu Negara terlihat dari sisi peradaban budaya yang tinggi….

Baca...