Dies Natalis Ke-11 STT Samuel Elizabeth Mewisuda Puluhan Sarjana & Pascasarja Teologia


Suaratapian.com JAKARTA Pendidikan adalah untuk mencerahkan dan mencerdaskan. Atas dasar itulah didirikan Yayasan Samuel Elizabeth yang menaungi Sekolah Tinggi Teologia Samuel Elizabeth (STT SE) untuk mencerahkan dan mencerdaskan para calon-calon guru dan gembala agama Kristen. Maka di ulang tahun ke-11 STT SE kembali mewisuda puluhan sarjana dan pascasarja teologia. Bertempat di gedung GBI Tampak Siring, Jalan Tampak Siring Indah F/1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu, (25/519).

Acara dimulai dari  prosesi dari seluruh unsur Pimpinan STT SE beserta para staf dan dosen yang diikuti para wisudawan-wisudawati memasuki ruangan upacara wisuda yang dilanjutkan ibadah. Firman Tuhan sekaligus orasi ilmiah disampaikan oleh Pdt. Dr. Altin Sihombing, S.H., M.H., Ph.D. Altin dalam orasinya menyebut, setiap manusia adalah gambar dan rupa Allah, tetapi, manusia harus menemukan kembali gambar dirinya yang rusak dengan pertobatan kepadaNya. “Sebab di luar Allah kita tak bisa berbuat apa-apa, manusia telah memakan buah pengetahuan yang baik dan buruk yang melambangkan iblis sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa di era keterbukaan ini, setiap orang dengan mudah mendapatkan informasi. “Karena itu, tantangannya, kita makin sulit membedakan mana berita yang benar dan mana berita hoax. Di tengah-tengah kondisi seperti itu para wisudawan/wisudawati memiliki tantangan tersendiri. Karenanya, kita diajak untuk bisa memberi pengaruh sebagai garam dan terang dunia, sebab Tuhan Yesus adalah terang dunia.”

Altin menambahkan, Tuhan Yesus mengatakan, agar kita serupa denganNya sebagai garam dan terang dunia. “Kita semua harus siap memasuki setiap sendi kehidupan di mana Tuhan beri kita talenta. Jangan sembunyikan talenta Anda, layanilah orang lain di mana Tuhan memberi Anda talenta. Sebab Anda adalah duta-duta Kristus sebagai garam dan terangNya,” ujarnya. Selesai ibadah, doa penutup dilayankan Dr. Dian Nasution P.hD.

Upacara wisuda diiringi dengan rapat senat terbuka STT SE dipimpin oleh Dr. Sarina Tambunan, S.Pd., M. Mis sebagai ketua STT SE dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan kelulusan. Selanjutnya, penantikan wisudawan/wisudawati pemindahan tanda kelulusan oleh Ketua STT SE Jakarta, dan pemberian Stola oleh Puket I dan Ijazah oleh Puket II. Selesai pelantikan dilanjutkan ikrar para wisudawan/wisudawati STT SE diikrarkan oleh Enilia Waruwu diikuti seluruh wisudawan/wisudawati.

Ada 18 orang yang diwisuda. Lima orang S1 bidang Pendidikan Agama Kristen, dan S1 Sarjana Teologia  satu orang, delapan orang S2, Master Pendidikan Agama Kristen, dan S2 bidang Master of Theologi, empat orang. Selesai acara wisuda dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dimulai dari ketua panitia Dr. Bherton Ferdinand Tamba, SE., M.Th. Bherton menyebut, kita umat Tuhan, khususnya para teolog dan hamba Tuhan yang dipanggil dan didik secara khusus dalam dunia akademis harus siap bersaksi dan melayani dalam pelbagai konteks. Kita harus mampu berbicara, berpikir, berargumentasi, berapologitika dan berdialog dalam pelbagai kondisi. Kita harus siap menghadapi pelbagai kritik dan krisis, katanya.

Selesai itu diikuti sambutan dari pendiri yayasan, Dr Jhon Piter Tobing, M.Mim. Dia mengisahkan bahwa awalnya Yayasan Samuel Elizabeth yang menaungi Sekolah Tinggi Teologia Samuel Elizabeth didirikan tahun 2008. Tetapi waktu itu sempat mendapat tentangan karena lahan di mana sekolah ini berdiri harus berhadapan hukum dengan pihak developer. “Sempat terkendala masalah belajar-mengajar, tetapi, oleh tangan Tuhan sekolah ini bisa menemukan solusi, pindah ke Jatinegara, Jakarta Timur, di mana STT SE saat ini berada. STT SE berdiri, 27 Mei 2008 dibangun atas visi dari Tuhan. Di usia 11 tahun STT SE terus melengkapi diri.”

Sementara itu, Dr. Sarina Tambunan, S.Pd., M. Mis sebagai Ketua STT Samuel Elizabeth mengatakan, terus mengupayakan agar lembaga pendidikan teologia ini terus berkembang baik secara kualitas dan kuantitas. “Kami terus berupaya membenahi diri, mengembankan pendidikan agar para mahasiswa lulusannya cakap mendidik dan membina orang lain untuk melaksanakan Amanat Agung,” ujarnya.

Dr. Sarina juga menekankan dalam sambutannya, kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadi guru dan gembala sebagai Duta Injil Kerajaan Allah yang kreatif, profesional di mana mereka ditempatkan guna hormat bagi kemulian Tuhan dan berkat bagi bangsa dan Negara dan bangsa-bangsa di dunia. (Red)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.