Drs. Tumbur Naibaho, MM, FSAI: Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Maju dan Bertumbuh Bersama

Koperasi merupakan penggerak ekonomi rakyat yang didasari oleh asas kekeluargaan. Itu sebab koperasi menurut Bung Hatta adalah gerakan kebangsaan yang mendidik dan mengusung semangat percaya pada kekuatan yang berdasar atas asas kekeluargaan. Atas dasar itu pula Drs. Tumbur Naibaho, MM, FSAI mendirikan koperasi. Tentu dia memahami kekuatan koperasi saat-saat jadi staf di Bumi Asih Group yang didirikan oleh Karel Mompang Sinaga, yang dulu basisnya asuransi kemudian berkembang di bidang bank perkreditan rakyat. Masih bening dalam ingatan, sebagai karyawan ketika itu dia mesti mengencangkan ikat pinggang, intinya menghemat biaya agar bisa survival menjalani kehidupan. Tentu untuk menyiasati itu dia mesti memulai usaha keluarga. Saat itu tinggal di Paseman daerah Salemba Jakarta Pusat. Pilihan itu dibuat karena saat itu istrinya, Jusniar Simbolon sebagai seorang perawat di Rumah Sakit St Corolus.

Koperasi Makmur Mandiri didirikan atas gagasan dan ide koperasi  untuk menggerakkan ekonomi rakyat, maju dan bertumbuh bersama. Tahun 2005, Tumbur mencoba membuka kantor Koperasi Bersama Mandiri (KBM) berkantor di rumah sendiri di Perumahan Griya Asri tahun 2008, lalu memindahkan kantor ke Ruko Niaga Kalimas Bekasi Timur. KBM sendiri adalah koperasi yang dimiliki oleh sesama karyawan kantor pusat BAJ.

Atas pengalaman yang dimiliki selama ini di bidang asuransi, pasar modal, dana pensiun, BPR dan koperasi, maka pada Juni 2009 timbul ide mengumpulkan 25 orang teman, sahabat dan keluarga untuk mendirikan sendiri Koperasi terpisah dari KBM dan disepakati namanya Koperasi Makmur Mandiri (KMM) berkantor di Ruko Plaza Metropolitan, Tambun Bekasi. Awalnya Koperasi Makmur Mandiri (KMM) bergerak hanya di wilayah Bekasi di bidang serba usaha.

Melihat perkembangan, perlunya pengembangan usaha, maka pada September 2011 Rapat Anggota memutuskan KMM berubah menjadi Koperasi Primer Nasional dan memindahkan, kantor pusat dari Kabupaten Bekasi ke Pondok Ungu Kota Bekasi sekaligus jenis usaha fokus mengelola Simpan Pinjam, Desember 2014, dan kantornya berpindah ke gedung sendiri di Ruko Suncity Square Blok, Bekasi Barat.

Memulainya Dari Nol

Usahanya benar-benar dimulai dari nol. Tentu dimulainya dengan memahami bidang yang digeluti, lalu menyusun rencana dan jangka menengah dan jangka panjang. Lalu persiapan modal. Selain itu, dia fokus pada bisnisnya sembari terus menerus belajar dan mengelola waktu.

Ketika putri ketiga lahir membutuhkan konsetrasi penuh untuk mendidik ketiga putrinya, Tumbur meminta istrinya agar melepaskan pekerjaan sebagai tenaga medis di rumah sakit dan konsentrasi mengurus anak-anak. Karena istri konsentrasi mengurus anak, mereka pun pindah ke Tambun, Bekasi, dan rumah yang mereka tinggali sebelumnya mereka sudah beli, sementara ketika di Jakarta mereka masih mengontrak.

Di Tambun kemudian putra satu-satunya lahir. Tentu biaya hidup makin besar semangat usaha pun dikembangkan terus. Dia mensiasati biaya yang makin besar dengan memulai koperasi yang dikelola masih swadaya dari rumah, sembari dia menambah ilmu master manajemen. Nun sebelum menyandar pasca sarjana, waktu itu sebenarnya dari perusahaan tempatnya bekerja menyediakan beasiswa. Hanya saat itu belumlah gilirannya mendapat beasiswa. Oleh karena menunggu beasiswa lama, belum turun-turun, padahal hasrat ingin menimba ilmu masih terus bersemangat, Tumbur kemudian kuliah dengan biaya sendiri.

Karena itu, dia harus extra keras membagi waktu dan tenaga. Dia naik bus dari Jakarta ke Tambun. “Saya memulainya semua dari nol. Tidak langsung maju, berhasil seperti sekarang ini. Saya dulu hanya punya sepeda motor. Dan kalau ke Jakarta naik kereta api, kalau tak naik bus. Itu sambil kuliah, setelah pulang kerja,” ujarnya menjelaskan kisah hidup yang dialaminya. Praktisnya tahun 2005, dia mulai melatih diri berjiwa entrepreneur dengan membuka kantor Cabang Koperasi Bersama Mandiri (KBM) berkantor di rumahhya, Perumahan Griya Asri 1 Tambun.

Tahun 2007, dia melihat perusahaan tempatnya bekerja sudah 20 tahun bekerja mulai tak stabil lagi. Hal itu terlihat dari mulai dari sebagian karyawan dilakukan pemutusan tenaga kerja. Membaca situasi itu, Tumbur bukannya mundur malah berselancar dengan gelombang yang ada. Dari keadaan yang kritis itu memacu dirinya  untuk terus mengembangkan koperasi. Saat itulah dia berani membangun brand sendiri, jadilah Koperasi Makmur Mandiri, dan memberanikan diri memindahkan kantor dari rumahnya ke Ruko Niaga Kalimas Bekasi Timur. Koperasi yang sebelumnya dikerjakan kemudian dikelola dengan profesional.

Apalagi pengalaman yang dimilikinya di bidang asuransi, pasar modal dan dana pensiun juga mengelola koperasi BPR milik perusahaan lama sudah mumpuni untuk mengembangkan usaha sendiri. Maka Juni 2009 Tumbur memberanikan diri mendirikan Koperasi Makmur Mandiri dengan pertama mengajak 25 orang sebagai anggota pertama, dari kerabat,  sahabat dan relas i. Koperasi yang didirikan ada di wilayah Kabupaten Bekasi, sudah tentu runag lingkupnya terbatas.

Maka saat digelarlah Rapat Anggota dan sepakat untuk mengembangkan usaha lebih menasional, dan sepakat diganti nama menjadi Koperasi Prima Nasional sekaligus memindahkan kantor pusat dari Kabupaten ke Kota Bekasi, di wilayah Pondok Ungu, Bekasi Selatan. Koperasi untuk Simpan Pinjam. Ternyata pasar menyambut usaha pun berkembang. Melihat perkembangan yang ada maka kantor pusat kembali dipindahkan  ke jantung Kota Bekasi. Desember 2014, Koperasi punya kantor sendiri di Ruko Suncity Square.

Pengalaman adalah guru paling berharga paling tidak ungkapan bijak itu tepat untuk menggambarkan perjalanan Tumbur Naibaho dalam mengelola usahanya. Sebelum mendirikan KSP Makmur Mandiri seperti sekarang, pria kelahiran Sumatera Utara, 29 Januari 1965  ini pernah menjadi pengelola koperasi karyawan di salah satu perusahaan asuransi swasta.

Bagi pria yang hobi travelling ini, mengelola koperasi itu menyenangkan karena bisa membantu masyarakat di tingkat akar rumput. Apalagi segmen pasar Koperasi Makmur Mandiri memang membidik kalangan masyarakat kecil. Ini terlihat dari rata-rata plafon pinjaman yang sebesar Rp 4 juta per anggota. “Senang rasanya bisa membantu usaha orang kecil dan menciptakan lapangan kerja. Namun kami hanya meminjam dana kecil,” ujar Sarjana Matematika ini.

Dirinya memang terbiasa berpikir logis dan mendetail terhadap seluruh bidang usahanya, kebiasaan ini terbawa dalam memimpin, mengelola koperasi. Strategi pengembangan usaha yang dilakukannya dengan perencanaan yang matang dan rinci. Hasilnya, kinerja koperasi terus tumbuh sebagaimana makna namanya Tumbur. KSP Makmur Mandiri terus berkembang yang ditandai dengan jaringan kantor yang  bertambah. Selain itu, kepercayaan masyarakat terus meningkat dengan tumbuhnya jumlah anggota. “Semua ini berkat kerja sama tim dan dukungan anggota,” ujarnya dengan merendah.

Jadi Berkat Bagi Sesama

Sejak KSP Makmur Mandiri didirikan sampai kini telah memiliki jaringan 86, dan Kantor Cabang di tiga belas provinsi, dan didukung hampir 1.000 orang karyawan. Tumbur mengharapkan Di masa yang akan datang, diharapkan KSP Makmur Mandiri akan semakin banyak berperan dan turut membantu pengadaan lapangan kerja. KSP Makmur Mandiri diniatkan menjadi koperasi yang melayani seluruh anggota sebagaimana visinya menjadi salah satu koperasi terbaik di Indonesia.

Sementara misi mencipatakan kesejahteraan bagi para anggota yang berkesinambungan, berdaya guna sebagai mitra strategis dan terpercaya bagi anggota. Lalu, berkontribusi dalam perkembangan perkoperasian di Indonesia. Selain itu mengelola koperasi dan unit usaha secara profesional dengan menerapkan Good Corporate Governance.

Sebagaimana dikatakan di atas tadi, KSP Makmur Mandiri didirikan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur. Dengan motto “maju dan bertumbuh bersama anggota,” dan semboyan kerja; bekerja dengan jujur, ramah, senyum dan bersahabat.

Alih-alih koperasi dapat menggerakkan ekonomi rakyat, koperasi telah terbukti mampu menggerakkan ekonomi dan peluang bagi masyarakat. Tentu, untuk mewujudkan program jangka panjang KSP Makmur Mandiri dimana lima tahun ke depan akan mendirikan 200 kantor cabang di 34 provinsi yang dilayani sekitar 2000 karyawan dan bisa kantongi aset hingga Rp1 triliun, KSP Makmur Mandiri dibawah pimpinannya semakin menunjukkan konsistensinya.

Saat ini, KSP Makmur Mandiri telah menambah kantor cabang barunya ke 131 di Gianyar Bali (Cab. Bali 3), yang prasastinya ditanda tangani oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, Prof Dr. Rully Indrawan, MSi. Selanjutnya kantor cabang baru, ke 132, cabang Mustika Jaya, Kota Bekasi saat itu hadir Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menandatangani prasasti pembukaan kantor cabang baru KSP Makmur Mandiri ke 132 tersebut.

“Puji Tuhan atas kemurahan, berkat dan perkenanNya dan dukungan doa dari berbagai pihak serta karena kerja keras para karyawan, Pengurus dan Pengawas. Di masa mendatang, diharapkan melalui Koperasi Makmur Mandiri akan semakin banyak berperan dan turut membantu pengadaan lapangan kerja, sehingga para anggota, calon anggota dan para karyawan beserta keluarga melalui KSP Makmur Mandiri diharapkan dapat memperoleh hidup yang lebih baik dan sejahtera,” ujarnya lelaki sederhana ini.

Selain membantu di sisi bisnis, Tumbur Naibaho juga bersama istrinya Jusniar Simbolon juga aktif melayani. Salah satunya misalnya pernah membantu lahan dan pembangunan gereja. Sebagai jemaat HKBP dan melihat ibadah HKBP Filadelfia yang lama terkatung-katung dan terus berpindah-pindah tempat ibadah, Tumbur ibah. “Saya merasa ibah melihat, harus meminjam gedung HKBP Sumber Jaya Tambun dan HKBP Maranatha untuk beribadah. Atas hal itu saya mau membantu HKBP Filadelfia,” ujarnya.

Walau bukan jemaat HKBP Filadelfia, Tumbur ikut membantu mencarikan jalan solusi atas pergumulan yang dihadapi HKBP Filadelfia yang ditolak di lahan mereka yang sebelumnya dibangun gedung gereja. Atas inisiatif sendiri, tahun 2016 dia menjumpai Kepala Desa Sumber Jaya untuk membantu mencarikan lahan yang memungkinan dijadikan tempat ibadah dan yang tak lagi mendapat penolakan warga sekitar, sebagaimana gereja HKBP Filadelfia yang selalu ditolak. Maka lahan ditemukan sebidang tanah.

Oleh karena itu, pemerintah Desa Sumber Jaya sudah setuju, dia membelikan lahan itu di pinggiran kali dekat dengan jalan tol yang saat ini sedang dikerjakan. Oleh karena lahan itu sudah dia beli, Tumbur berjumpa dengan Pendeta HKBP Filadelfia Pdt Saut Simanjuntak memberi lahan gereja tersebut. Tak berhenti di situ Tumbur juga memberi bantuan dana 100 juta untuk membangun. Bagi Tumbur, bahwa hidup mesti berimbang, berusaha dan memberi, mendapatkan dan berbagi.

Baginya, tentu hidup mesti jadi berkat bagi sesama dalam segala aspek kehidupan. Berkat bagi orang lain tentu saja bukan hanya ketika memberi secara materi atau mengabarkan Injil lewat kata-kata, namun bagaimana caranya melayani, menjadi berkat bagi orang lain. Baginya, tak terlalu berpikir muluk-muluk, hebat-hebat dan spektakuler. Jadi berkat adalah menjadi penggerak usaha banyak orang. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.