Indonesia Tetap Jaya Jika Anak Dididik Melalui Kerberagaman Pengenalan Budaya & Seni

suaratapian.com Anak-anak saat ini adalah generasi penerus yang harus dididik dengan baik soal peradaban bangsa yang berakar pada kemajemukan. Anak akan mengikuti apa yang diajarkan generasi sebelumnya. Itu sebabnya ada ungkapan, jika anak dididik dengan cara menakut-nakuti maka dia akan menjadi penakut. Tetapi, jika anak dibangun semangat keberanian, dia akan melakukan keberanian. Karena itu, agar negara maju, sudah tentu boleh jika anak-anak diajarkan budaya yang mengakar sejak dulu tentang nilai-nilai kesatuan yang termaktup dalam Pancasila.

Kita tahu bersama, bahwa keberagaman identitas bangsa Indonesia dan anugerah Tuhan yang patut dirawat dan disyukuri. Etalase Indonesia adalah Jakarta sebagai ibukota negara punya tantangan besar dalam memelihara keharmonisan berbangsa dan bernegara. Warganya yang multi etnis dan beragam latar belakang agama dan suku. Karena itu, kehadiran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi wadah untuk membangun kerukunan lintas iman. FKUB sendiri sudah menggelar beberapa kegiatan yang digelar berupa dialog.

Sudah tentu, dialog kerukunan bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan mereaktualisasi spirit perdamaian dalam program unggulan yakni Sekolah Agama dan Bina Damai (SABDA). Karena itu, Gerakan Indonesia Bangkit memiliki visi yang sama FKUB, kemudian menyelengga kegiatan pentas seni dan budaya pada Sabtu, (23/9/17) di Pendopo Balaikota, Jakarta. Hal ini dinilai sebagai salah satu cara untuk merekatkan kebhinekaan yang didambakan. Hadir 600 anak-anak lintas iman dari utusan sekolah-sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP yang ada di Jakarta menyemarakan kegiatan ini.

Acara bertajuk “Indonesia Bangkit 2017 ini mementaskan pagelaran berbagai aktifitas anak-anak seperti permainan, mewarnai, dongeng serta pentas kesenian dan musik tradisional Indonesia. “Perhelatan ini untuk meneguhkan kembali kebersamaan lewat anak-anak, sebagaimana cita-cita proklamasi Republik Indonesia. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi & keadilan sosial.” Perhelatan ini tentu direspon positif Gubernur DKI Bapak Djarot Saiful Hidayat dengan memberi ruang untuk perhelatan ini di Balai Kota.

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.