Jambore Nasional GPI: Aku Pentakosta, Aku Indonesia

suaratapian.com Gereja Pentakosta Indoneasia (GPI) untuk ketiga kalinya kembali menggelar Jambore Nasional 2018. Bertempat di Pantai Putih Tandarabun, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Hadir 3000 orang, 2000 orang diantaranya pemuda-pemuda GPI.

GPI sendiri awalnya berdiri dari hati seorang pemuda yang dipanggil Tuhan tahun 1943, Ev Renatus Siburian. Dari gagasanlah lahir GPI, Kini sudah berjumlah 1200 gereja, bahkan gereja ini sudah sampai di luar negeri, 693 Pendeta dan 1008 Guru Injil, 1196 sintua, 178 Evangelis dan 1336 Guru Sekolah Minggu.

Ketua GPI Rev Dr MH. Siburian M.Min dalam sambutannya menyampaikan, agar generasi muda GPI tetap militan membangun dirinya. “Jika kita ingin membangun diri sudah tentu tergantung diri kita, karenanya bangun dirimu sendiri,” ujar saat membuka acara Jambore Nasional 2018, Jumat, 13 April 2018.

Dia menambahkan, “Satu hal yang perlu kita sepakati bersama, baik untuk Hamba Tuhan dan pemuda, semangat yang dimiliki pendiri GPI harus tetap kita manifestasikan dengan tuntunan kuasa Roh Kudus. Karena tanpa pertolongan dan penyertaan Roh Kudus sama saja memiliki bentuk bangunan tetapi bangunan itu malah rubuh. GPI harus didirikan di batu karang tengah Tuhan,” ujarnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon, menyebut bersyukur perhelatan yang empat hari diselenggarakan dari tanggal 12 sampai dengan 15 April 2018 di Samosir tentu membawa dampak kebaikan pada Samosir.

“Jambore GPI 2018 membawa manfaat untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Samosir. Maka, atas nama pemerintah Samosir, saya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Sorga.”

“Kami menyambut dan mendukung acara ini. Dan, perlu saya saksikan, selama ini GPI di Samosir telah turut membangun, khususnya pembangunan rohani masyarakat termasuk peningkatkan pembangunan pariwisata yang sesuai dengan visi Kabupaten Samosir Terwujudnya Masyarakat Samosir yang Sejahtera Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Pariwisata dan Pertanian. Acara ini turut mempromosikan pariwisata Samosir dengan melakukan kegiatan kerohanian ini,” ujarnya.

Pejabat Nasional yang hadir dari Jakarta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Drs Heru Winarko, dalam sambutan singkatnya dia mengajak warga pemuda-pemuda GPI agar bersih dari narkoba, jangan coba-coba mengkonsumsi narkoba.

“Narkoba telah banyak merusak generasi muda bangsa.” Di akhir sambutannya, Heru mengajak seluruh pemuda GPI untuk berdiri dan bernyanyi lirik lagu Ku Tak Bisa dari Slank. Lagu ini punya pesan moral bahwa Slank dulu pemuda yang terkena narkoba, tetapi oleh kemauan dirinya bisa pulih dan sekarang menjadi inspirasi bagi banyak anak-anak muda.

Di awal acara, Ketua Umum Panitia Pdt. Dr. Ir. Douglas Manurung MBA, MSi memulai acara ini dengan menyampaikan berbagai hal yang sudah direncanakan, termasuk sudah jauh-jauh hari mengundang Puan Maharani Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, tetapi berhubung beliau di Prancis urung bisa hadir dalam pembukaan acara Jambore Nasional 2018 GPI.

Sebagai Ketua Panitia Douglas juga menyebut sudah pasti ada kekurangan di sana-sini, sebagai ketua panitia dengan rendah hati memohon maaf sembari menambahkan, bahwa acara ini untuk memperlengkapi dan mempersiapkan mental para pemuda GPI untuk menyongsong masa depan, sebab nantinya merekalah pemimpin. Maka perlu digelorakan semangat “Aku Pentakosta, Aku Indonesia.”

“Jambore Nasional ini merupakan jambore ketiga yang dilakukan GPI. Diharapkan dengan tumbuhnya rasa kebanggaan ini, pemuda Pentakosta akan tetap memiliki semangat tumbuhnya rasa kebanggaan ini, pemuda Pentakosta akan tetap memiliki semangat yan tinggi sebagai bagian dari bangsa Indonesia untuk mengedepankan keteladanan sebagai anak Tuhan untuk membangun Indonesia yang bersatu, adil, makmur dan bermartabat,” ujarnya.

Douglas menambahkan, ada banyak anak-anak GPI yang sudah berkiprah dan menunjukkan kualitasnya dan turut serta membangun Indonesia, baik tingkat lokal maupun di tingkat nasional. “Diharapkan kuantitas dan kualitas ini akan semakin meningkat seiring dengan pembinaan yang terus dilakukan oleh pengurus gereja baik di wilayah maupun di tingkat pusat,” ujar Gembala Sidang GPI Sidang GPI Kota Wisata, ini.

Setelah acara pembukaan digelar seminar tentang penanganan dan penyalahgunaan narkoba, juga pelatihan berkhotbah bagi pemuda-pemudi. Acara dihadiri juga unsur pimpinan dari GPI. Hadir: Sekjen Pdt. Drs J. Manurung dan wakil ketua Pdt. P. Silaban SE dan unsur pimpinan lainnya. Rombongan Kepala BNN juga didampingi deputi dan staf lain. Sementara rombongan bupati juga didamping wakil bupati berserta jajaran Muspida, perjabat di lingkungan Pemerintah Samosir.

Bahkan, tampak juga hadir tokoh seperti Rekson Sitorus SH seorang pengusaha nasional yang juga jemaat di GPI, dan Edison Manurung mantan Ketua KNPI. Selesai acara pembukaan, Ketua GPI didampingi Sekjen GPI menyerahkan ulos sebagai tanda ucapan terima kasih pada semua undangan. (redaksi)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.