Kamaruddin Simanjuntak SH

Hidup di dunia terlalu singkat. Itulah sebabnya orang bijaksana selalu mengerti bahwa kesempatan tak boleh disiasiakan. Dengan mengisinya dengan sabaik-baiknya apa yang terbaik dalam profesi kita. Itulah yang dianut Kamaruddin Simanjutak seorang pengacara yang menyadari hidup adalah anugerah. “Selagi diberikan kesempatan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.” “Karenanya, marilah kita isi dan sikapi kehidupan dengan perbuatan-perbuatan yang baik, benar dan berguna bagi diri sendiri maupun bagi sesama kita. Dan jangan sampai usia kita hari demi hari berlalu begitu saja, tanpa kita isi dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Dia menambahkan, banyak orang, tanpa terasa sudah tua, kehidupannya masih kosong. “Miskin dan menderita, karena masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan kegiatan yang bermamfaat dan positif. Tak bekerja keras dan tidak menabung. Akhirnya, tiba pada penyesalan di hari tuanya, namun perlu kita sadari bahwa menyesal tua, adalah tiada arti!”

Satu-satunya cara untuk meraih sukses, tambahnya, dengan beriman, berdoa dan berpengharapan senantiasa kepadaNya, memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang jelas, bergaul di lingkungan yang baik dan positif. Pasti hasilnya sangat baik dan diberkati. Sukses adalah tercapainya cita-cita yang kita mimpikan melalui tata cara yang sudah kita tetapkan, katanya lagi. Sukses di waktu sekarang selalu ditentukan oleh apa yang sudah kita lakukan dan mimpikan di waktu lampau. Sukses di masa depan bergantung pada bagaimana persiapan dan mimpi kita hari ini untuk masa depan, katanya.

Kalau kita sudah menetapkan bahwa kita ingin hidup seperti apa, lalu dengan beriman dan berdoa senantiasa kepada Tuhan, lalu berpengharapan, berpikir positif, memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang jelas, bergaul di lingkungan yang baik dan positif, ditambah belajar dari orang-orang yang sudah berhasil dan bekerja keras sepanjang waktu dan fokus untuk mencapai tujuan hidup kita, maka kita pasti akan meraih impian kita dan itulah yang namanya sukses tersebut, ujar Kamaruddin.

Lalu, katanya lagi, pemahaman akan makna hidup terbangun oleh perjalanan hidupnya yang panjang. Dia sebelum menjadi advokat dulunya seorang bisnisman. Di satu masa bisnisnya bangkrut. Dia tidak berlama-lama menangis keadaannya. Dari sana dia bangkit, gencar mempelajari hukum. Apalagi waktu itu dia masih aktif di bisnis. “Waktu itu saya banyak bertemu dengan sarjana-sarjana hukum di Klender, Jakarta Timur.”

Dulu, semenjak tamat dari SMAN I Siborong-borong tahun 1992, Kamaruddin tak pernah berpikir menjadi pengacara, yang ada dulu, hanya untuk mengadu nasib saja ke Jakarta. Berbekal keberanian, iman, dan doa orang tua begitu sampai di Jakarta, Kamaruddin, karena tidak punya uang untuk kos dan tidak ingin menyusahkan saudara, dia terpaksa harus tinggal di bawah kolong jembatan di daerah Klender, Jakarta Timur.

Selama tiga bulan hidup Kamaruddin bak gelandangan, kerja serabutan sekedar untuk bertahan hidup. Dengan berbekal ijasah SMA dirinya kemudian mencoba melamar kerja di perusahaan. Tahun 1993 dia diterima bekerja sebagai Customer Service di sebuah restoran. Dari sana sempat membangun bisnis, tetapi tak berapa lama, karena pasang surut dunia bisnisnya, Kamaruddin kemudian menikung menjadi pengacara.

Akhirnya kuliah di Fakultas Hukum Univesitas Kristen Indonesia di tahun 2000. Lulus kuliah, tahun 2006, lalu membuka kantor pengacara sendiri yaitu “Victoria” Law Firm. Victoria artinya kemenangan. Nama itu juga diambil dari nama putrinya. Sebagai pendiri kantor pengacara, dia banyak menangani berbagai kasus besar, dengan bekal pergaulan dan wawasan yang luas dia dipercaya menangani kasus-kasus besar.

Dalam tugasnya sebagai pengacara dia selalu lantang dan tegas untuk mengatakan pendapatnya dalam membela kliennya. Sebagai seorang pengacara dia membongkar habis kasus-kasus diantaranya pernah membongkar korupsi tahun 2007. Bahkan, dia membongkar kasus korupsi di tubuh partai Demokrat tahun 2011 yang akhirnya menyeret Anas Urbaningrum, Nazaruddin, Angelina Sondakh. Perkara lain yang banyak disorot media nasional adalah kala dirinya menangani kasus Rosalina Manullang, tahun 2011. Dia menjadi kuasa hukumnya untuk kasus mega skandal korupsi yang berhubungan dengan Muhamad Nazarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, itu.

Konon banyak yang menyebut dari menangani perkara Rosalina, nama Kamaruddin kemudian melambung, karena menjadi viral, pusat berita selama beberapa bulan. Kini kiprahnya di dunia kepengacaraan Indonesia makin diperhitungkan. Pria kelahiran Siborong-borong, 21 Mei 1974 adalah jemaat HKBP Kebun Jeruk. Suami dari Joanita Meroline Wenji ini, telah Tuhan karuniai lima orang puteri. Berbekal integritas, kompetensi di bidang hukum, idealisme, kerja keras, Kamaruddin ingin menjadi teladan dan saksi di bidang profesinya. Putra dari Midian Simanjuntak dan Nurmaya Pardede, selalu menyadari bahwa profesi adalah lahan pelayanan.

Sejak menekuni karir di dunia pengacara, sudah hampir ratusan perkara ditanganinya, dari berbagai latar belakang orang yang dibelanya. Sebagai seorang advokat Kamaruddin banyak membantu kliennya, salah satu adalah penyanyi Daniel Sahuleka. Sebagai pengacara untuk menyelesaikan kasusnya dengan tiga record label besar di Indonesia. “Kita senang banyak yang suka dan menyanyikan lagu-lagu Daniel, tapi tentu semua ini ada aturannya. Kalau ingin mengedarkan, tentunya harus izin dahulu dengan penciptanya,” ujarnya.

Johnny Maukar selaku manager Daniel Sahuleka di Indonesia menjelaskan, pelanggaran hukum yang dilakukan Sony Music misalnya, mengedarkan lagu ciptaan Daniel berjudul Don’t Sleep Away The Night yang dinyanyikan ulang oleh Glenn Fredly dalam bentuk CD. Namun setelah dilakukan mediasi, Sony Music akhirnya bersedia menarik kembali CD yang sebelumnya sudah beredar.

“Masalahnya waktu itu memang sudah selesai. Tapi di tahun 2012, Sony mengedarkan kembali lagu itu dalam bentuk iTunes tanpa izin dan tanpa memberi royalti sepeser pun.” Upaya mediasi juga sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, hal itu tak juga membuahkan hasil, akhirnya Kamaruddin mensomasi.
Ditanya satu hal yang membuat Kamaruddin selalu terusik adalah soal carut-marutnya penegakkan hukum kita. Baginya, sebagai warga bangsa yang menjadi bagian penegakan hukum, Kamaruddin senantiasa mengutamakan hukum sebagai landasan dalam seluruh aktivitas.

“Hukum belumlah menjadi panglima. Masih jauh panggang dari api. Diistilahkan tajam ke bawah tumpul ke atas, itulah gambarkan kondisi penegakan hukum di Indonesia. Hukum yang seharusnya menjadi alat pembaharuan masyarakat, nyatanya penegakan hukum masih morat-marit dan carut marut.” Karena itu, kerap kali dia memberikan pencerahan lewat media social, salah satunya dengan cara menulis di facebook pendapatnya soal-soal yang terkait dengan penegakan hukum. (Hojot Marluga)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment