Ketaatan Membayar Pajak Berkait Pada Nilai Spiritualitas

Suaratapian.com JAKARTA-Sejatinya pajak untuk menopang pembangunan, dan lagi ketaatan membayar pajak juga bagian dari spiritualitas, demikianlah terdengung saat sosialisasi Pengisian SPT Tahun PPh OP Pajak 2018, di GKPI Menteng, pada  Minggu, (24/3/19). Bertempat di Jl. Cikini V No. 5, Kel. Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Hadir tiga pembicara. Pertama, Guru  Jemaat GKPI Menteng, Pnt. Lambok  Antonius Siahaan. Kedua, Singal Sihombing, Konsultan Pajak dari SSR_Konsultan Pajak. Ketiga, dari pihak pemerintah, Kepala Subdit (Kasubdit) Humas Ditjen Pajak, Ani Natalia Pinem.

Acara dipandu Pnt. Saut Sitompul, pensiunan karyawan DJP, yang juga aktif sebagai pelatih Paduan Suara di GKPI. Saut memulai pembicaraan dari ayat Alkitab, Roma 13 : 6, “Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.”

Di pembuka, Lambok menyampaikan bahwa ketaatan membayar pajak jelas adalah tanggung-jawab, bukan saja sebagai warga negara tetapi ajaran Tuhan. Ketaatan membayar pajak juga berkaitan erat mengasuh nilai-nilai spiritualitas. Demikian sambutan mantan Pemimpin Bank Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan dan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, ini.

Sementara, Singal Sihombing sebagai Konsultan dan Pemerhati Pajak memberi latar belakang mengapa sejak dulu masyarakat alergi terhadap pajak. “Sejak dulu orang agak alergi terhadap pajak, kita pelajaran sejarah di jaman Romawi, dan lalu diteruskan sejarah Bizantium, merupakan penerus Romawi kuno, demikian ketatnya, pajak dipaksakan dan memberatkan rakyat. Penerapan yang keras, jika tak bayar pajak akan ditindak dan diganjal hukum, sehingga itu membuat alergi terhadap pajak. Tetapi sekarang sudah tak lagi demikian,” ujar Singal. Karenanya, dia mengajak agar jangan membenci mereka yang mengurusi pajak. “Penulis Injil, Matius itu adalah berlatar belakang pemungut cukai alias pekerja pajak.”

Dia menambahkan, pajak dipakai untuk pembangunan negara. “Kita harus menuaikan kewajiban kita kepada negara dengan taat membayar pajak. Kita mesti menjadi saluran berkat dengan membayar pajak, karenanya kita tak perlu takut pajak, sebab kalau miskin tak dikenakan atau dipaksa untuk bayar pajak, tetapi orang-orang yang kayalah yang dipajaki,” ujarnya lagi. Paling tidak maksud Singal, orang yang berpenghasilan pribadi 60 juta pertahun ke bahwa tak dikenakan pajak.

Selanjutnya, Ani Natalia Pinem, Kepala Subdit (Kasubdit) Humas Ditjen Pajak menyebut, bahwa pendapatan negara 82 persen berasal dari pajak. Hanya saja, kata Ani, semangat ketaatan membayar pajak belum menjadi kebiasaan yang menyeluruh di masyarakat kita. “Sampai sekarang baru 15 juta setiap tahun di Indonesia dari jumlah penduduk yang ada. Kita masih kurang dalam pembayaran pajak,” ujar perempuan suka menyanyi lagu gereja ini.

Ani berharap agar ketaatan membayar pajak itu menjadi habitus masyarakat. Ke depan, dia melihat, semua data wajib pajak telah terintegrasi dengan baik dan dengan semua instansi, maka kelak dalam sekejap seseorang dapat mengetahui permasalahannya dengan cepat. Karenanya, Ani optimis semangat masyarakat untuk membayar pajak akan bertambah. Buktinya tahun ini saja sudah tumbuh 13 persen.

“Kita himbau pada masyarakat agar melaporkan SPT-nya dengan benar dan jelas. WP yang sudah mengikuti Tax Amnesty, laporan pajaknya sampai tahun pajak 2015, tidak diusut lagi. Karena itu jika masyarakat membutuhkan konsultasi bisa minta bantuan dari konsultan pajak. Saat ini, Indonesia ada lebih dari 4000 konsultan pajak yang resmi. Di luar negeri seperti di Australia setiap orang diperkenankan didampingi seorang konsultan pajak. Tetapi, tentu yang resmi, jangan konsultan pajak yang tak resmi.”

(Konsultan yang 4000 hanya yang terdaftar di Ikatan Konsultan Pajak Indonesia [IKPI]. Ada lagi asosiasi naungan para Konsultan, yaitu (Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia [AKP2I] anggotanya sekitar 1000 orang).

Akhir bulan ini sesungguhnya seluruh wajib pajak orang pribadi harus menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak ke Direktorat Jenderal Pajak. Ani menambahkan, saat melaporkan SPT, jangan ada data-data yang hilang atau tak disampaikan dengan jelas dan benar, terkait aset dan pendapatan saat menyampaikan laporan pajak.

Selesai sesi pertama, acara kemudian dilanjutkan sosialisasi dari Pnt. Shalom Panggabean, Guru Jemaat GKPI Rawamangun, yang juga karyawan DJP, bertugas sebagai Kasuki di kantor Kantor Pelayanan Pajak Binjai, bersama Pnt. Reinhart Simamora, warga GKPI Jemaat Menteng, yang bertugas sebagai AR di KPP WP Besar Tiga. Shalom menambahkan, SPT Tahunan harus dilaporkan tiap tahun. Sosialisasi ini dipanitai Kantor Konsultan Pajak Singal Saut Rudy & Rekan. Sosialisasi ini dihadiri antusias jemaat selesai kebaktian dari kaum muda hingga orangtua, termasuk hadir pengacara senior Haposan Hutagalung.

Selama ini memang banyak orang tak melaporkan SPT, merasa itu bukan kewajiban. Karenanya, DJP menghimbau semua Wajib Pajak Orang Pribadi untuk melaporkan SPT Tahunan PPh pribadinya tiap tahun. Karena masalah kewajiban membayar pajak merupakan masalah kesadaran diri yang berkaitan dengan nilai-nilai spritualitas.(Hojot Marluga)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.