Konsultasi Nasional HKBP 2018 Pemikiran Berharga Demi Kemajuan Ke Depan

suratapian.com JAKARTA-Huria Kristen Batak Prostestan (HKBP) menggelar Konsultasi Nasional. Hal ini diharapkan untuk meningkatkan pelayanan HKBP ke depan sebagaiman yang digariskan dalam Rencana Induk Program Pelayanan (RIPP) jangka panjang 2012-2032 digelar Rencana Strategis (Renstra HKBP 2016-2020). Acara dimulai dari kebaktian dipimpin Pdt Banner Siburian, Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi. Khotbah disampaikan Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt Dr Martonggo Sitinjak.

Dibuka Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bertempat di Sopo Marpingkir, Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (10/7). Presiden Joko Widodo seogianya hadir berhalangan diwakili oleh Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sambutannya, Luhut menyampaikan betapa perlu dan pentingnya peran HKBP dan Budaya Batak dalam pengembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba ke depan. Dia juga berpesan agar HKBP sebagai gereja senantiasa aktif terus aktif membangun mentalitas orang Batak.

Dalam sambutan tertulisnya, Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumban Tobing mengatakan, bahwa Konsultasi Nasional ini sangat diharapkan. “HKBP akan menerima gagasan pemikiran, aspirasi, analisa konteks, penilaian, kritikan dan harapan untuk konteks HKBP dalam konteks masa kini, namun lebih prioritas untuk masa yang akan datang,” jelas Ephorus.

Hadir juga tokoh-tokoh lintas agama. Hadir Dr K.H Said Agil Siroj MA Ketua Umum PBNU, dari Muhammadiyah, dari PGI, dari KWI. Hadir juga Menteri Enggartiasto Lukita memberi masukan peran HKBP mengembangkan ekonomi kerakyatan masyarakat Indonesia.

Jemaat terpingkal-pingkal

Di tengah penyampaian gagasan dan pemikiran, ada satu pembicara yang membuat jemaat terpingkal-pingkal yaitu penjelasan Ir. H. Soekirman, Bupati Serdang Bedagai yang menyampaikan masukan bagaimana membangun HKBP dari Sudut Pandang Budaya dan Kearifan Lokal. Soekirman seorang etnis Jawabupati di t anah Melayu, ahli memahami budaya Batak dari A sampai Z. Sang Bupati dengan lugas memaparkannya dalam bahasa Batak Toba.

Sementara itu, pembicara dari kalangan jemaat dan pendeta HKBP, dimulai Pdt Dr Einar M Sitompul. Emeritus pendeta HKBP dan teolog yang banyak menggumuli soal keberagaman membahas relasi HKBP dalam lintas Agama. Selanjutnya Prof Dr Otto Hasibuan memaparkan mekanisme penyelesaian permasalahan hukum di HKBP. Jemaat HKBP Rawa Mangun ini mengusulkan agar ke depan HKBP mampu membranding dirinya.

“Sudah saatnya HKBP mampu membangun dirinya dengan lembaga-lembaga agama yang besar di Indonesia. Termasuk misalnya soal publikasi. Kelemahan HKBP selama ini kurang membuka ruang untuk publikasi nasional,” ujar mantan Ketua Umum PERADI ini. Mantan hakim agung, Dr HP Panggabean menyampaikan HKBP jangan saja akomodatif soal adat Batak tetapi juga bisa mentransformasi. Jemaat HKBP Kebayoran Lama ini menyampaikan dalam tema HKBP dan Krakter Batak dalam Menggarami Kawasan Danau Toba.

Lalu, membicarakan peran perempuan dan perlindungan anak dalam komunitas HKBP disampaikan pendeta HKBP Pdt Dr Dewi Sri Sinaga dan Arist M Sirait Ketua Komnas Pelindungan Anak. Jemaat HKBP Cibubur ini menghimbau agar ke depan HKBP berperan aktif untuk memberi perlindungan anak dari kekerasan, termasuk siap jadi saksi jika diminta.

Dari kalangan muda, Sahala M Panjaitan, 37 tahun, seorang Tenaga Ahli Pempro DKI Jakarta menyampaikan manfaat digitalisasi dalam pelayanan HKBP masa depan. Konsultasi Nasional ini di penutup dua pembicara teolog HKBP; Pdt Dr Deonal Sinaga & Pdt Dr Fritz Sihombing menyampaikan gagasan teologia HKBP. Deonal menyampaikan, bahwa sangat mendesak HKBP untuk menggumuli, mencari dan mengimplementasikan berbagai strategi, metode dan pendekatan pelayanan yang menyentuh hati. Dan, Fritz sendiri menambahkan, dalam rangka revitalisasi program pelayanan HKBP, dari perspektif keterbukaan HKBP berteologia dalam konteks Pancasila.

Ketua Panitia Pdt Midian KH Sirait MTh menyebut, perhelatan Konsultasi Nasional ini dihadiri lebih dari 1000 peserta yang berasal dari seluruh HKBP. Selesai Konsultasi Nasional, dilanjutkan lokakarya di Grand Cempaka Hotel, Rabu, 11 Juli 2018 untuk menghimpun dan mensarikan gagasan tersebut, dan hasilnya akan disampaikan kepada Sinode Agung HKBP 2018. Lebih dari itu hasil Konsultasi Nasional ini bisa menjadi warisan berharga untuk kemajuan HKBP ke depan. Hojot Marluga

Please follow and like us:
0

Leave a Comment