Lembaga Adat Budaya Batak Telah Lahir

suaratapian.com– JAKARTA Menjadi catatan sejarah baru bagi masyarakat Batak karena telah terbentuk Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB). Lahir oleh empat lembaga sebagai inisiator di antaranya Yayasan Palito, Kerukunan Masyarakat Adat Batak (KERABAT), Persekutuan Lansia Distrik VIII HKBP Jakarta dan Yayasan Budi Murni Jakarta.

Proses pembentukannya, dimulai sejak bulan November 2017 di kampus Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Sejak itu digelar pertemuan beberapa kali yang diikuti aktivis adat dan budaya Batak. Akhirnya mereka bersepakat membentuk Panitia Seminar dan Perhelatan Adat Budaya Batak. Oleh kepanitian itu berkerja dengan mengelar Seminar Adat dan Budaya Batak, pada tanggal 8 Februari 2018. Saat itu hadir 160 pengurus Punguan Marga yang ada di wilayah Jabodetabek.

Pada seminar itu tampil menjadi narasumber; Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, APU, Dr. H.P Panggabean, SH., Marsma TNI (Pun) M. Situmorang. Ketiganya adalah ketua dari lembaga yang menjadi inisiator. Selain itu, di seminar itu tampil pula Togarma Naibaho yang menyampaikan topik Seni Budaya Batak. Dihadirkan juga dua penyanggah, Dr. Ronsen Pasaribu, Sam Sarumpaet. Dimoderatori Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME, Rektor Universitas Mpu Tantular. Seminar tersebut menghasilkan tiga komisi yaitu: Komisi Adat Budaya Batak, Komisi Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Komisi Seni Budaya Batak.

Puncaknya, Rabu, 5 Desember 2018, digelar Sidang Pleno sekaligus Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular. Sidang tersebut dipimpin Ketua Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc dan Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM serta didampingi keempat inisiator.

Puncaknya terpilih Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta, Budi Sinambela sebagai Ketua Umum LABB, dan Ketua DMAB Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu. Saat ditanya wartawan, Ketua DMAB, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu mengatakan, DMAB dan LABB akan segera melakukan rapat gabungan terlebih dahulu untuk menetapkan sinkronisasi program kerja kedua lembaga. “Kita akan melaksanakan rapat gabungan dulu untuk lebih memantapkan langkah-langkah lanjutan, serta perlu konsolidasi dan melengkapi personil struktur organisasi,” ujar mantan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD itu.

Dia menambahkan, perlu dibuat sinkronisasi garis-garis besar program kerja untuk mereka buat. “Tahun depan kita membuat sinkronisasi garis-garis besar program kerja juga akan kita buat, termasuk rencana menggelar Pesta Bolon tahun depan,” tambah mantan anggota DPRD Provinsi Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.