Menteri Agama Membuka Munas VIII PGPI

Suaratapian.com JAKARTA- Musyawarah Besar (Mubes) Ke-VIII Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) yang sebelumnya dijadwalkan akan dibuka Presiden Joko Widodo digantikan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin. Setelah memberi sambutan, Menteri Agama didaulat memukul gong selama lima kali sebagai simbol secara resmi membuka Mubes VIII PGPI. Bertempat di Dome Mawar Saron, Gereja Bethel Indonesia Mawar Sharon, Jalan Hibrida Timur, Kelapa Gading Permai, Jakarta, hari ini, Selasa (13/11). Mubes dengan tema Dalam Tuhan Kita Satu berlangsung dari tanggal 13-15 November 2018.

Saat memukul gong, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Ketua Umum PGPI Pdt. DR Jacob Nahuway MA, didampingi Ketua Panitia Mubes Pdt. Jason Balompapueng dan mewakili Majelis GBI Mawar Sharon Hotma PD Sitompoel. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, diawal sambutan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Presiden Joko Widodo. “Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Presiden, beliau tidak bisa hadir karena dalam waktu yang bersamaan ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Beliau menyampaikan salam kepada Bapak Ketua Umum PGPI dan seluruh Pengurus Harian PGPI,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Pembukaan KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura. Selanjutnya, dalam sambutan, Lukman Saifuddin memberi apresiasi kepada PGPI dengan 85 anggota Sinode. Menurutnya, PGPI telah sangat membantu pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peradaban hidup bersama. “Sebagai Menteri Agama saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi saya yang sebesar-besarnya kepada PGPI yang tidak hanya menjadikan gereja sebagai rumah ibadah semata, tetapi juga menjadikan gereja sebagai pusat aktifitas sosial,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014, ini.

Di perkirakan hadir 10000 peserta dalam Mubes VIII PGPI ini. Itu sebabnya, Lukman menambahkan, pemerintah berharap lewat Mubes VIII PGPI betul-betul mampu menggali, membahas, mendiskusikan, memusyawarahkan dan pada akhirnya memutuskan, menyepakati rumusan-rumusan program yang tentu akan ditindaklanjuti oleh semua kita, dalam upaya menjadikan gereja sebagai pusat kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama, tambahnya lagi.

“PGPI telah memiliki sejarah panjang. Tentu telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Karena itu, saya mengucapkan terimakasih atas peran PGPI. Dan saya berpesan untuk Munas ini tentu akan menghasilkan gagasan dan pemikiran yang bagus untuk kemajuan umat PGPI. Mudah-mudahan Musnas ini bisa merumuskan program yang bukan saja untuk kebutuhan-kebutuhan, tetapi menghasilkan kebutuhan penting umat PGPI,” ujar anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri, ini.

Sosok yang awalnya bergiat di Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) dalam sambutannya menekankan tiga hal. Pertama, dalam Tuhan kita satu. “Saya kira itu bukan hanya sekedar slogan. Karena pada hakikatnya kita memang memiliki kesadaran, memiliki Tuhan yang sama. Oleh konteks ini moderasi beragama. Bukan ekstrim, ekstrim itu berlebihan. Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Karena itu, cara kita menjalani agama termanifestasikan dengan kesadaran keberagaman itu.”

Kedua, politisi Partai Persatuan Pembangunan ini menekankan, agar senantiasa menanamkan bahwa beragama konteksnya bernegara. Secara langsung menunaikan agama adalah menunaikan bernegara. Sebab beragama dan berindonesia adalah dua entitas yang saling berkaitan.  “Ketiga, saya ingin titipkan bagaimana kita menitipkan nilai-nilai agama kepada keturunan kita. Maka pesan yang saya sampaikan agar proses penanaman nilai agama itu, pemahaman esensi agama, agar anak-anak kita ke depan tak tercerabut dari esensi agama. Saya tahu gereja ketat dalam pendidikan nilai-nilai agama. Intinya kita semua umat memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai kasih sayang. Sebab hanya dengan cinta kasih esensi agama dipahami,” ujarnya menutup sambutannya.

Puncak dari Munas selama tiga hari itu memilih kepengurusan baru PGPI periode 2018-2023. Sebelumnya, Ketua Umum PGPI Pdt DR Yacob Nahuway MA memberi sambutan. Dia menyebut jumlah anggota PGPI 13, 5 juta anggota. Dalam sambutannya dia menghimbau agar dalam Munas ini jangan ada yang gaduh. “Puncak dari Munas ini akan memilih ketua umum baru. Tentu, di wadah PGPI ini walau 85 Sinode ini beragam warna dan liturginya. Itu sebabnya tema kali ini Dalam Tuhan Kita Satu sebab hanya Tuhanlah yang mampu mempersatukan kita. Tentu, beragam pengajaran dan beragam liturgi yang ada di PGPI itu tak boleh membuat kita berbeda. Justru itu mempersatukan,” ujarnya saat diwawancara.

Jacob Nahuway juga menekankan kebergamanan itu dalam bernegara. “Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Agama, bahwa pemerintah mengharapakan kita menjaga dan merawat keberagaman itu sebagai rahmat Tuhan. Karena itu, jika kita hidup di negara ini, Dasar Negara Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 kita terima sebagai pengingat kebihnekaan kita menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Gembala Sidang GBI Mawar Saron ini.

Selesai ibadah dilanjutkan pembukaan kantor pertama PGPI
Selesai ibadah dilanjutkan pembukaan kantor pertama PGPI. Kantor diresmikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury. Sebelum menandatangani batu prasasti dan menggunting pita tanda diresmikannya kantor PGPI, Pentury menyampaikan ada tiga pertumbuhan gereja. Pertama, dari migrasi, perpindahan anggota jemaat. Kedua, dari angka kelahiran. Dan ketiga hasil dari pengginjilan. “Hasil pengginjilan angkanya paling kecil. Maka tantangan gereja ke depan adalah bagaimana terus mengabarkan kabar baik di tengah bangsa yang majemuk ini,” ujar guru besar dalam ilmu statistika multivariat itu. (Hojot Marluga)
Please follow and like us:
0

Leave a Comment