Nahrawi: Berilah Bonusnya Sebelum Keringatnya Kering

Suaratapian.com JAKARTA-Sukses Indonesia tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, bahkan prestasi yang ditorehkan para atlit Indonesia di dua perhelatan olahraga akbar itu. Tentu, hal ini adalah penorehan sejarah yang baik untuk generasi yang akan datang. Keberhasilan ini merupakan bukti bahwa bangsa kita bisa. “Ini tentu membangun kepercayaan diri ke depan bahwa perhelatan sebesar Olimpiade yang besar sekali pun pasti bisa digelar di Indonesia,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dr (HC) H. Iman Nahrawi, S.Ag, M. KP menyampaikan gagasan dan pemikirannya dalam kuliah kepemimpinan di STT REM, pada Rabu, (14/11).

Dia juga memotivasi para peserta dan mahasiswa untuk terus beriktiar dan berusaha. “Kita bisa, asal kita berusaha. Saya percaya bahwa proses itu tak penah menghianati. Asal kita sabar dan berusaha kita pasti meraih impian yang kita ingin gapai,” ujar mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, ini. Dalam acara itu, banyak hal yang diungkapkannya, rahasia di balik keberhasilan dua perhelatan olahraga tersebut. Selain kemampuan mencari panitia acara, juga keberhasilan mencari banyak sponsor yang mendukung acara. Nahrawi juga tak melupakan menyemangati para atlit. Termasuk datang ke Pelatnas.

Dia sadar benar, bahwa setiap masalah olahraga yang selalu disorot adalah menterinya. Maka sebagai menteri dia langsung terjun ke lapangan, termasuk mengawal pemberian bonus atlit. “Karena itu pesan Bapak Presiden Joko Widodo agar saya memastikan bahwa bonus yang diterima setiap atlit itu dipastikan sampai ke tangan mereka. Beliau selalu bilang berilah bonusnya sebelum keringatnya kering. Sebenarnya itu dari Hadits Nabi menyebut, berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering. Maksud hadits ini adalah bersegera membayar upah dari mereka yang sudah berkerja,” tambah politisi PKB, ini. Menpora berikan bonus Rp1,5 miliar kepada peraih medali emas.

Acara yang dipandu Direktur Eksekutif Conrad Supit Center, Johan Tumanduk ini juga meresume gagasan dari sikap kepemimpian Menteri Nahrawi. Paling tidak menurut catatan Johan Tumanduk, Nahwari memiliki paling tak lima sikap kepemimpinan. Pertama, kecakapan spiritualitas. Kedua, kecakapan emosional, mampu mengendalikan diri dan tenang. Ketiga, kekuatan mental. Mampu menghidupi batin dengan berusaha semaksimal mungkin.

Keempat, memiliki kecakapan intelektual. Nahrowi dilahirkan dan dibesarkan di daerah gersang di Madura; bahkan kedua orangtuanya hanyalah lulusan SR, setara SD. Tetapi mampu menginspirasi dirinya untuk senantiasa berusaha dan menggapai ilmu yang lebih baik. Kecakapan kelima, Nahrawi memiliki kecakapan fisik. Sejak muda melatih diri, spiritual, emosi dan fisik. Jauh sebelum menjadi publik pigur, anggota dewan dan kemudian menjadi menteri, Nahrawi aktif dalam lingkungan NU, termasuk pernah menjadi asisten merangkap keamanan Gus Dur.

Bagi Nahrawi, Gus Dur bukan hanya tokoh, tetapi bapak bangsa yang mampu dengan keberanian membela yang benar. “Saya banyak belajar dari Gus Dur. Beliau guru bangsa. Tahun 1998 saya disuruh beliau ikut ke Jakarta. Saya menyaksikan sendiri sikap dan keberanian Gus Dur untuk menjaga kemajemukan di Indonesia,” ujar ayah tujuh anak ini. Semasa hidupnya memang Gus Dur dikenal sosok yang konsisten dengan sikap memperjuangkan keberagaman. Di masa hidupnya Gus Dur juga dekat dengan pendiri STT REM, Pdt DR Abraham Conrad Supit.

Selesai pemaparan, digelar sesi tanya jawab. Di ujung acara, Dr Ariasa H. Supit, Ketua STT REM juga memberi foto berupa karikatur Nahrawi sebagai kenangan-kenangan. Nahrawi menjawab satu penanya, dalam pengalamannya bisa memenangkan hati pemilihnya duduk tiga kali menjadi anggota DPR mengungkap rahasia untuk bisa memperkenalkan diri tanpa membutuhkan dana besar. “Dulu, sebelum saya dikenal, saya sering meminta foto dengan siapa saja yang saya jumpai. Dan memohon agar mereka sudi berfoto dengan saya. Lalu, foto saya cetak dan saya serahkan kepada yang punya foto. Alhasil hal itu berhasil memperkenalkan diri saya kepada pemilih,” ujar Nahwari yang kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif DPR RI di daerah pemilihan (dapil) I DKI Jakarta.

 

Please follow and like us:
0

Leave a Comment