Pemerintah Berjibaku Membangun Insfrastruktur Digital

Suaratapian.com JAKARTA-Saat ini Presiden Joko Widodo dengan seluruh kabinetnya sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur darat dan laut, termasuk insfrastruktur digital yang diistilahkan tol langit untuk mendukung ekonomi digital. Dimulai Maret 2019, seluruh pelosok Indonesia akan menikmati layanan internet dengan akses tinggi.

Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Teologia (STT) Rahmat Emmanuel (REM) untuk kedelapan belas kalinya menggelar kuliah umum bertema Infrastruktur Digital dengan pembicara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Bertempat Gedung Kampus STT REM, Jalan Pelepah Kuning, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu, (13/3/19).

Seperti biasa kuliah ini dimoderatori Direktur Eksekutif Conrad Supit Center, Johan Tumanduk. Sebelum kuliah, sambutan disampaikan Ketua STT REM, Dr. Ariasa H. Supit M.Si mengatakan, terimakasih kepada Menteri Rudiantara atas perkenanannya hadir memberi kuliah umum di STT REM. “Kami ingin belajar Infrastruktur Digital dimana di dalamnya disiapkan Tol Langit, dengan kekuatan internet yang tinggi, mudah terkoneksi di mana pun wilayah di Indonesia. Dengan diluncurkannya Satelit Nusantara I yang dampaknya untuk seluruh sektor, termasuk 25.000 desa-desa di seluruh Indonesia,” sambutnya.

Ariasa juga menyebut, bahwa kita harus adaptif terhadap perubahan. “Perubahan adalah keniscayaan di era ini. Kita harus adaptif terhadap perubahan yang ada. Internet membuat perubahan. Semua berubah. Semua sudah serba digital. Semua proses digital ini membawa perubahan yang sangat masif,” jelasnya lagi. Tentu hal itu ditekankan terutama pada kaum muda, kaum melenial.

Sementara itu, saat memulai kuliah umum, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut, jangan mengagung-agungkan teknologi. “Kita tak boleh mengangung-agungkan teknologi.  Bukan teknologi yang membuat distrupsi, tetapi pola pikir. Pola pikir kita yang hendak dirubah dan diperbaiki,” ujarnya.

Bagi Rudi, demikian dia kerap dipanggil menyebut, dalam industri yang paling penting itu infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, karena untuk memacu daya saing agar lebih kompetitif di tingkat global. Selain itu pembangunan infrastruktur digital membutuhkan inovasi dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan, katanya. “Saya beruntung banyak teman-teman yang membantu. Karena banyak teman maka ini semua mudah dilaksanakan,” ujar menteri dengan filosofi hidup, berkerja cerdas, membangun relasi, tetapi yang terutama peran doa orangtua.

“Market place juga sudah berubah. Orang sekarang lebih suka belanja online. Bukan hanya online, sekarang sudah dipersempit dengan aplikasi. Di pertanian juga demikian, sekarang tak harus ke supermarket, sekarang bisa belanja di online. Sudah tentu lebih murah dan diantar ke rumah. Mengapa murah? Karena memangkas banyak rente distribusi yang selama ini membuat produk mahal. Dulu, pemerintah hanya buat regulasi, tetapi pemerintah sekarang aktif menjadi fasilitator. Dulu di Kementerian ada 34 izin sekarang tiggal 4 izin. Sebenarnya justru izin dipermudah dan dampaknya menambah lapangan kerja.

Tol langit

Apa itu tol langit? Tentu hanya istilah oleh karena infrastruktur digital itu bisa menghadirkan sinyal telepon dan internet ke berbagai pelosok negeri. Karenanya,  Rudianta menghimbau, kemajuan digital harus membawa kita kritis berpikir. “Tentu jangan hanya mengkritik tetapi bagaimana mengusulkan solusi. Internet itu harus dipakai untuk proses belajar mengajar. Proses pembelajarnya harus dilakukan anak-anak. Yang merubah bukan teknologi, tetapi pikiran kita. Jika pikiran kita tak berubah, bagaimana teknologi untuk kebaikan kita,” jelasnya lagi.

Pemerintah tentu menyadari, salah satu hal yang menunjang kemajuan ekonomi digital adalah akses internet tinggi. Sekarang pemerintah berjibaku menyiapkan infrastruktur tol langit untuk mendukung unicorn baru, perusahaan berbasis digital.

Menurut Rudiantara tahun ini  seluruh pelosok Indonesia bisa menikmati layanan internet berkecepatan tinggi itu oleh karena Palapa Ring. Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Pembangunan jaringan serat optik nasional ini menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia yang  mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru pada wilayah Indonesia. Ditargetkan Tol Langit akan selesai tahun 2022. (Hojot Marluga)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment