Perayaan Pohon Terang Pakatuan: “Kawanua Bangkit dan Bersinar”

Suaratapian.com Bagi umat Kristen, bulan Desember adalah bulan memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Pun bagi Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (Pakatuan) menggelar Perayaan Pohon Terang, dengan tema Kawanua Bangkit dan Bersinar, Selasa, (4/12/18). Bertempat di GBI Glow Fellowship Centre Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ketua Pakatuan, Pdt Iwan Tangka dalam sambutannya menyebut, bahwa perayaan ini merupakan perayaan natal pertama dari para hamba Tuhan yang berasal dari Kawanua yang berada di Jabodetabek. “Kita harapkan Pakatuan akan senantiasa bisa terus eksis ke depan dan terus akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hadir sejumlah pendeta senior asal dari Kawanua seperti Pdt Paulus Rumambi, Pdt Abraham Conrad Supit, Pdt Shepart Supit dan hamba Tuhan asal Kawanua lainnya. Ketua Panitia Nova Rumondor menyatakan, bahwa acara Pakatuan ini hanya dipersiapkan dalam waktu singkat.

Tuan rumah, Pdt Gilbert Lumoindong tak bisa hadir di kesempatan itu oleh karena masih dalam perjalanan lawatannya ke luar negeri melayani. Warga Kawanua tentu masih bisa mendengar khotbah yang diputar lewat audio, dengan penekanan jangan pernah takut.

Refleksi Natal disampaikan Pdt Paulus Kariso Rumambi, Ketua Sinode GPIB. Rumambi menyampaikan refleksinya dalam konteks Indonesia sekarang, menyambut pemilu. “Pemilu adalah kesempatan kita berpesta, dengan menjungjung tinggi Pancasila, yang egaliter di antara semua anak bangsa, apapun suku dan agamanya. Damai di bumi dan damai di hati. Allah memperkenalkan diri sebagai raja damai dengan rela berkorban,” ujarnya dalam khotbahnya.

Dia menambahkan, bahwa hubungan kita dengan Allah yang sudah didamaikan dengan pengorbananNya itu, akan memampukan kita berdamai dengan sekeliling kita. “Tentu untuk bisa pembawa damai setidaknya ada dua hal, yakni mari melihat ke depan dan rela berkorban.”

Alih-alih dia menambahkan, jikalau mau menjadi pembawa damai, maka harus bisa melihat ke depan, jangan ke belakang. Kemudian harus rela berkorban, seperti Yesus Kristus, katanya lagi. “Sesuai tema Bangkit dan Bersinar maka kita harus menjadi pembawa damai. Termasuk dalam menyambut Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif mendatang.”

KKK berdamai

Selesai kebaktian dilanjutkan dengan talk show yang dipandu dengan Pdt Dr Shepard Supit. Hadir sebagai narasumber Pdt Paulus Kariso Rumambi Ketua Sinode GPIB. Selain itu, dua narasumber Angelica Tengker Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan Renny Rorong Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di kepemimpinan Irjen (Pol) Dr. Ronny Sompie SH. MG.

Kita tahu bersama KKK ada dua kepemimpinan. Itu sebabnya Pdt Paulus Kariso Rumambi mengajak seluruhnya warga Kawanua agar menghidupi ungkapan Si Tou Timou Tumou Tou, Filosofi Sam Ratulangi. Si tou timou tumou tou artinya memanusiakan orang lain. Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia,” ujarnya. Renny Rorong meresponnya dengan ajakan agar ke depan warga Kawanua bisa bersatu dan menjadi terang. Sayang Ronny Sompie tak bisa hadir.

Sementara Angelica mengajak semua pihak agar jangan takut untuk rendah hati. “Ada maksud Tuhan yang terindah untuk Kawanua. Kita mulai dari diri sendiri. Allah mengerti. Tantangan kita saat ini bagaimana kita bersuka cita. Bisa berdamai dengan diri kita. Kita berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan orang lain. Bentuk konkret perdamaian akan menjadi waktu Tuhan. Asal ada niat kesepakatan untuk perdamian,” jelasnya.

Dari kalangan artis hadir juga Nindy Patikawa atau lebih dikenal sebagai Nindy Ellesse dan Sion Gideon, komedian yang sudah lama tak muncul di layar kaca itu pun melawak selesai kebaktian digelar. Acara juga dimeriahkan vocal group dan koor dari berbagai gereja, seperti dari VC Keluarga Pangkerego, Hallel Voice, Nindy Ellesse, Koor GMIM Sentrum Jakarta Pusat.

 

 

Please follow and like us:
0

Leave a Comment