PNPS-GMKI Masa Bakti 2019-2022 Aktif Bergerak Mempergunakan Waktu

Suaratapian.com JAKARTA-Akhir pekan lalu digelar ibadah dan sekaligus peneguhan Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) masa bakti 2019-2022. Acara dengan tema Pergunakan Waktu yang Ada dan Tetap Berpengharapan. Acara bertempat di Aula Grha PGI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/19).

Tentulah perkumpulan senior ini penting, agar junior, para anggota GMKI juga punya tiruan dari para senior. Perkumpulan senior ini tentu berasal dari seluruh angkatan, pengurus dan anggota di seluruh Indonesia. Sebagaimana diketahui anggota GMKI masih bisa menjadi anggota setelah dua tahun lulus, tetapi setelah itu tak bisa lagi menjadi anggota apalagi menjadi pengurus. Karena itulah perlu ada perkumpulan senior.

Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) Febry C. Tetelepta usai peneguhan mengatakan, sudah saatnya kita harus membiasakan diri untuk menghormati dan percaya kepada mekanisme hukum yang berlaku. 

“Tidak perlu kita menggiring masalah hukum ke ranah jalanan, apalagi disertai ancaman terhadap eksistensi negara dan pemerintah yang sah. Semuanya ini akan berakibat pada penderitaan rakyat, kehancuran pembangunan serta terancamnya persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

PNPS GMKI Masa Bakti 2019-2022 dibentuk melalui Pertemuan Raya III Senior GMKI di Kabupaten Toraja Utara pada 22-25 Februari 2019 lalu. Meski keberadaan PNPS GMKI relatif masih baru dan baru seumur jagung, setidaknya bila disejajarkan dengan organisasi alumni gerakan kemahasiswaan lainnya, namun organisasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai problematika, baik pada internal maupun eksternal organisasi.

“Pada internal organisasi, kami berkomitmen secara sungguh-sungguh bahwa dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, kami memberi perhatian penuh pada konsolidasi organisasi dan penguatan kelembagaan melalui pembentukan cabang-cabang potensial PS GMKI,” kata Febry yang sehari-hari menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Pengendalian Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional Bidang Infrasruktur, Kantor Staf Presiden.

Sebelum Febry memberikan sambutannya, Sahat Sinaga sebagai Sekretaris Jenderal membacakan nama-nama Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Masa Bakti 2019-2022. Selain Febry, ada beberapa wakil ketua diantaranya; Marolop Nainggolan, Pdt. Ferry Nahusona, S.Th, Maurits Mantri, Alberth Pattaru, Nelson Simanjuntak, Catur Rini, Cahyadiningsih, DR. Murphin Josua Sembiring, Woro Wahyuningtiyas, Kristin Samah, Anthonius M Ayorbaba, Arijon Manurung, DR. Heber Bombang Sapan, dan Pontas Hottua Simamora.

Selain itu, lima orang mendampingi Sahat sebagai wakil sekretaris yakni Sabam Silaban, Ronald Tapilasu, Rheinhard Manik, Nikson Gan Lalu dan Felikson Silitonga. Bendahara Umum PNPS GMKI diduduki Ari Widiatmoko yang sehari-hari menjabat Deputi Komisioner Bidang Audit Internal Manajemen Resiko dan Pengendalian Kualitas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Wakilnya; Shanti Marpaung, Jaqueline Margareth Sahetapy, Ir. Herjon Panggabean, M.Si, dan Rosa Sirait.

Sementara  di Pokja/ Lembaga Kajian ada 11 bidang. Pertama, Hukum dan Hama; Anthon M Ayorbaba, Almaden Lubis, Sandy E Situngkir, Jeffry Palijama, Itamari Lase, Witra Evelin M Sinaga.

Kedua, bidang Politik dan Birokrasi; Nelson Simanjuntak, Togap Simangunsong, Mathias Situmorang, Victor Pandiangan, Jeirry Sumampouw, Famonaha Telambanua. Ketiga bidang Ekonomi dan Bisnis; Marolop Nainggolan, Gidion Wijaya Ketaren, Mangatas Silitonga, Wardana Lolo Padang, Albert TH Siagian.

Keempat, Infrasruktur dan Pengembangan Desa; Arijon Manurung, Imanuel Sibarani, Sherly Wattimena, Erwin Lobo, Michael Dotulong,  Dyah Wahyu Winarti. Kelima bidang Pendidikan dan Gender; Woro Wahyuningtiyas, Fientje S Jarangga, Sita Yubelina Sabandar, Ruth Meynila, Sucipto Asan. Keenam Bidang Otonomi dan Pemberdaayan Rakyat: Maurits Mantri, Dating Palembangan, Teddy Weohauw, Alexander Silas, Yozthin M.E Thelik, Eprina Manurung.

Ketujuh bidang Pangan dan Lingkungan Hidup; DR. Murpin Josua Sembering, Marolop Sinaga, Martinus Manod, Paul Hutajulu, Paul Pasaribu, Jimmi RP Tampubolon. Kedelapan, bidang Gereja dan Kebudayaan; Pdt. Ferry Nahusoma, Henry Lokra, Julien E Kawatak, Marganti Panggabean, Christina H Hutabarat, Riki Rikardo Simanjuntak.

Kesembilan; Informasi dan Media; Kristin Samah, Sonya Helen Sinombor, Agustinus Raharja, Samuel Pasaribu, Jojo Rohi, Victor Ambarita. Kesepuluh bidang Kesehatan, Ibu dan Anak; DR. Dr. Heber Bombang Sapan, Delis Jukarson Hehi, Heince Mangesa, Junus Garaga, Magdalena Sitorus, Nelly Situmorang. Dan kesebelas bidang Hubungan Antar Lembaga; Catur R Cahyadiningsih, Ernert Kuhuparuw, Yulius Singkali, Rovel Ayal, Ratna Sitorus, Michael Haratua Rajagukguk.

Kebaktian dipimpin Pdt. Jhon Simorangkir D.Th. Jhon menamburkan firman Tuhan dengan mengajak yang hadir mempergunakan waktu yang ada. Dia mengutif gagasan filsafat Stoa yang menyebut, ada hal-hal yang tak ada dalam kendali kita. Misalnya, orang lain. Maka yang bisa kita bisa lakukan adalah mengubah diri kita sendiri. Karena itu, pendeta Jhon mengajak PNPS GMKI untuk realisme dalam berpengharapan. “Tentu, tokoh-tokoh seperti TB Simatupang, Eka Darmaputra dan SAE Nababan pernah menghidupi itu. Kita menghidupi nilai-nilai kita miliki tanpa memaksakan nilai-nilai itu diikuti orang lain,” ujar pendeta GKPI, ini.

“Kita tak bisa mengubah orang lain, yang terpenting kita mengubah diri kita sendiri. Bagaimana hidup yang realistis dengan menghidupi nilai-nilai kita miliki tanpa tercemari nilai-nilai yang berbeda,” ujarnya lagi. (Red)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.