Punguan Paranjak Ulubalang Sejabodetabek Menggelar “Bona Taon” 2019

Suaratapian.com JAKARTA-Pesta syukuran awal tahun 2019 Punguan Pomparan Paranjak Ulubalang Lumban Gaol Se-Jabodetabek kembali menggelar acara, yang dirangkai dengan Natal dan Bona Taon. Bertempat di Menara Hijau, Balairung Kiani, Lantai 2, Jalan MT Haryono Kav 33, Jakarta Selatan, pada  Minggu, 20 Januari 2019. Dimulai kebaktian pukul 9.00 wib. Kebaktian, dipimpin Pdt Venpri Lumban Gaol STh, pendeta GKPI Jemaat Khusus Maranatha Cengkareng, Jakarta (sebelumnya pendeta GKPI Resort Tanjung Haloban, Labuhan Batu). Sementara acara hiburan dimeriahkan Gabema Trio & Paris Nomba Production, musik dan artis.

Ketua Panitia Bona Taon Paranjak Ulubalang 2019, Ferry Hotma Lumban Gaol, menyebut, perhelatan Bona Taon dan Natal Punguan Paranjak Ulubalang Lumban Gaol ini digelar untuk meningkatkan kesehatian, semangat kekeluargaan. “Kita berharap jalinan silahturahmi semakin harmonis dalam keluarga besar punguan Pomparan Paranjak Ulubalang makin maju,” katanya.

Pria kelahiran Jakarta, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, juga menyebut, acara ini untuk menumbuhkembangkan kebersamaan, terutama di generasi muda agar lebih aktif berkarya dan sukses di dalam berbagai bidang pekerjaan masing-masing, demi kemajuan Punguan Paranjak Ulubalang. Karenanya, sebagai ketua panitia, dia mengundang seluruh keturunan Pomparan Paranjak Ulubalang, baik bere dan ibebere yang ada di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor hadir untuk bersama-sama bersukacita menyambut perayaan tahun baru ini.

Sementara itu, Ketua Umum Paranjak Ulubalang Se-Jabodetabek, St. Talupan Lumban Gaol, berterimakasih kepada panitia, generasi muda Paranjak Ulubalang karena bisa menggelar acara Bona Taon ini. “Saya berterimakasih kepada panitia karena bisa mengusahakan acara ini. Saya berharap, di era yang sekarang ini, generasi muda Paranjak Ulubalang makin bersehati, siap sedia berkompetisi menghadapi kemajuan era revolusi industri 4.0,” ujar pria kelahiran, Tarutung, 8 April 1965 dan lulus dari Universitas Sumatera Utara, Fakultas Ekonomi dan Magister Keuangan di Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, ini.

Dia menambahkan, sebagai ketua Punguan Paranjak Ulubalang Sejabodetabek, dia menyebut semua acara suka dan duka di keluarga besar Paranjak Ulubalang di Jabodetabek sudah bisa dilayani pengurus. Namun, salah satu kerinduannya sebagai ketua, ingin agar generasi muda Paranjak Ulubalang makin maju, dan rindu generasi muda yang lahir di kota satu waktu bisa bersama-sama ke Bona Pasogit.

“Saya rindu ke depan, anak-anak muda Paranjak Ulubalang, bisa membawa mereka ziarah ke Bona Pasogit untuk mengenal asal nenek moyangnya, Paranjak Ulubalang. Dengan demikian generasi muda Paranjak Ulubalang bisa mengenal Bona Pasogitnya, dan siapa Paranjak Ulubalang,” ujar pendiri kantor akuntan publik ini. Sosok yang telah berpengalaman puluhan tahun berkarier di akuntan publik, sebelum membuka kantor sendiri.

Siapa Paranjak Ulubalang?

Paranjak Ulubang adalah generasi keempat dari Lumban Gaol. Anak ketiga dari Sianggasana, cicit dari Lumban Gaol. Berkampung halaman di Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dulu, keturunan Paranjak Ulubalang susah berkembang bila dibanding dengan jumlah keturunan saudara-saudaranya yang lain, hanya hitungan jari.

Di tahun 1950, seluruh keturunan Pomparan Paranjak Ulubalang menggelar perhelatan Doa Permohonan, agar Tuhan memberi keturunan yang banyak bagi generasi Paranjak Ulubalang. Tuhan menjawab doa mereka, kini, diperkirakan jumlah keturunan Paranjak Ulubalang ada kira-kira 250 kepala keluarga, atau lebih kurang 1000 jiwa, baik yang ada di Bona Pasogit dan di perantauan. Di generasi yang kemudian, setelah hampir 40 tahun berselang Doa Permohonan itu digelar, tahun 1990-an dibangun tugu Paranjak Ulubalang di Aek Nauli. (HM)

 

Please follow and like us:
0

Leave a Comment