Rekson: Jika Bergumul Selalu Berserah Pada Tuhan

Suaratapian.com JAKRTA-Adagium menyebut, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Demikianlah dihidupi Penatua Rekson Sitorus dalam dirinya, sebagai pengusaha tak pernah lupa menghidupi batin melayani Tuhan dan sesama. Di tengah  kesibukannya mengelola usaha, dia tak pernah lupa memberi waktu untuk melayani pekerjaan Tuhan, dan juga memberi pelayanan bagi sesama, termasuk peduli mengurusi organisasi marga Sitorus se jagat raya ini.  Baginya, melayani Tuhan dibuktikan memberi hati bagi sesama. Nyatanya memang hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama. Dan, memang, bagi mereka yang dengan senang hati mengumbar aura positif, memberi kepedulian, sudah pasti punya banyak dampaknya  bagi orang di sekelilingnya.

Penatua sekaligus pendiri Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Kota Wisata itu tahu benar bagaimana survival menjalani pergumulan hidup. Perlu sabar, tak boleh putus asa dalam menjalaninya. Tentu, banyak pengalamnya akan hal itu, berjuang penuh kesabaran hingga bisa terselesaikan. Tentu, salah satu yang tak mungkin terlupakannya adalah pengalamannya tahun 2010 lalu saat gerejanya dibongkar paksa Satpol PP Kabupaten Bogor. Gereja yang didirikannya beralamat di Jalan Narogong Raya, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Gereja yang didirikan bersama menantunya, Pdt. Dr. Ir. Douglas Jaya Manurung, MBA., MSi yang juga gembala sidang. Saat itu mereka saksikan sendiri bagaimana aparat kabupaten benar-benar meratakan dengan tanah.

Tetapi walau demikian, Rekson justru tampil sebagai motivator, menyemangati seluruh jemaat untuk bangkit dan memulai membangun dari awal lagi. Padahal, di awal saat mendirikan Gereja bersama dengan tim sudah mengikuti semua prosedur yang ada, dan telah melampirkan daftar nama dan fotokopi KTP, masing-masing 113 orang Jemaat, 60 orang Tokoh Masyarakat, 105 warga Desa Limusnunggal, bahkan disahkan oleh Ketua RT 01, Ketua RW 04 dan Kepala Desa Limusnuggal waktu itu, sebagai keseluruhan syarat. Artinya persyaratan itu cukup, namun problemnya FKUB tak sudi mengeluarkan rekomendasi.

Tentu, tak mudah menjalaninya. Faktanya walau Undang-Undang menyebut semua setara di mata hukum dan tak ada minoritas dan mayoritas tetapi nyatanya bukan demikian bagi kelompok minoritas saat menirikan rumah ibadah mereka. “Undang-Undang menyatakan, tak ada mayoritas dan minoritas. Tetapi, faktanya bahwa kita minoritas. Nyatanya betapa susah untuk mendirikan rumah ibadah bagi kaum minoritas. Saya merasakan sendiri waktu mendirikan gereja kami. Tetapi, bagaimana pun kita tak boleh sakit hati atas hal itu, hanya kepada Tuhan saja kita mengadu. Namun perlu kesabaran dan hikmat,” ujar pendiri PT Godang Tua Jaya Group ini saat diwawancarai beberapa waktu lalu di Cibubur, Jakarta Timur.

Rekson yang juga penasihat Badan Kerjasama Seluruh Gereja (BKSG) Kabupaten Bogor ini menyebut, bahwa negara Indonesia ini sudah jelas dalam Undang-Undang menyebut tak ada minoritas dan mayoritas, tetapi faktanya dalam penegakan hukum tak demikian adanya. Namun, demikian dia selalu mengajak bagi umat Kristen, terutama pendeta-pendeta di Kabupaten Bogor agar jangan juga putus asa untuk berjuang mencari IMB gereja. Namun di atas semua itu yang terutama mengandalkan kuasa Tuhan. Saat situasi itu, dia dengan segenap jemaat berdoa puasa untuk penyertaan Tuhan.

“Tentu, perlu ketabahan dan ketekunan dan perlu membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar.” Pengalamannya sudah terbukti, kini gereja GPI Kota Wisata bisa berdiri tegak dan megah. Pengalamannya paling tidak bisa dipetik inspirasi, sebagaimana lirik sebuah lagu, bahwa jalan hidup tak selalu sempurna, kadang ada kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata pada bagi orang yang mengandalkan Tuhan. Itulah yang dirasakan Ketua Dewan Penasihat Pengurusan Parsibona Indonesia Raya, ini. Jika bergumul selalu berserah pada Tuhan. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.