Wagner Damanik, Anomali dalam Pilkada Simalungun

suaratapian.com JAKARTA-Pilkada serentak 9 Desember mendatang, Kabupaten Simalungun, Sumut ikut serta menggelar hajatan lima tahunan itu. Peserta pilkada tahun ini lumayan ramai dengan 4 pasangan yang menjadi cabub/cawabup. Dari keempat pasangan kompetitor Pilkada Simalungun ini, ada satu pasangan yang lumayan menarik untuk diulas. Keduanya adalah pasangan Wagner Damanik dan Abidinsyah Saragih. Di saat pasangan balon bupati lain berlomba merebut simpati parpol untuk dapat mengusung mereka ke pentas Pilkada, Wagner dan kompatriotnya justru memilih lewat jalur non partai. Pemilik lengkap Irjen Pol. Drs Maruli Wagner Damanik MAP ini maju sebagai calon Bupati Simalungun lewat jalur Independen alias perseorangan. Ia menjadi anomali dalam Pilkada Simalungun mendatang sekaligus menjadi terobosan baru dalam sistem perpolitikan pemilihan kepala daerah. “ Kami hanya ingin mendapat restu langsung dari masyarakat Simalungun, sebagai pemilik kedaulatan tertinggi dalam tata kenegaraan, untuk mengusung kami sebagai calon pemimpin di Simalungun,” pungkas Wagner.


Penyandang Jenderal Bintang dua purnawirawan dan segudang prestasi di Korps Bhayangkara, setelah memasuki purnabakti, Wagner Damanik sudah lama digadang-gadang jadi Calon Bupati Simalungun. Karena semasa aktif di Kepolisian, ia juga banyak berpartipasi memberikan sumbangsihnya untuk Simalungun. Dengan predikat perwira tinggi bintang 2 yang melekat dalam dirinya, pencalonannya sempat mendapat reaksi beragam dari masyarakat.


Kritikan pun datang dari berbagai kalangan di Sosmed. Jenderal Bintang 2 harusnya level Gubernur bukan Bupati sebut salah satu nitizen di-Sosmed. Wagner tidak ambil pusing soal kritikan warganet. Bagi Wagner membangun Kampung halaman adalah misi yang Penting. “ Untuk mengabdi ke kampung halaman itu tidak ditentukan gelar dan pangkat, tapi niat yang tulus tanpa pretensi negatif. Di negara kita ini yang udah pernah menjabat menteripun pernah mencalonkan diri jadi walikota dan menang,” katanya.

Sejak muncul sebagai Cabup Simalungun, Wagner sudah menunjukkan simpati kepada masyarakat Simalungun. Dukungan dari berbagai kelompok punguan margapun terus mengalir ke kubunya. Sikap dirinya sebagai Parhobas menunjukan dia rendah hati.


Syarat Independen yang diamanatkan oleh UU Pilkada tidaklah mudah. Wagner dan Teamnya harus kerja keras mengumpulkan sejumlah KTP. Respon masyarakat rupanya sangat antusias. Jumlah KTP yang disyaratkan Undang-undang Pilkada tidak terlalu sulit untuk dihimpunnya. Jumlah dukungan KTP diraihnya sebanyak 50.89, jauh melebih angka yang dipersyaratkan. “Tarima kasih hubani nasiam domma mendukung au, “ ujar Wagner saat bertemu dengan warga Simalungun pendukungnya.

Wagner pun memperoleh boarding pass dari KPUD Simalungun 21 Agustus 2020 lalu untuk ikut sebagai kontestan Pilkada 9 Desember mendatang. Saat pengundian oleh KPUD beberapa hari lalu, Parhobas Wagner/Abidin mendapat nomor undi 3. Sebagai calon bupati yang maju lewat jalur perseorangan, Wagner lulusan Akpol 1984 ini menuturkan dirinya jika dipercaya menjadi parhobas di Simalungun akan bekerja maksimal dan bisa bebas mengambil kebijakan untuk kepentingan rakyatnya dan tidak memiliki beban hutang moral pada parpol.

Dalam persiapannya untuk bisa menjadi parhobas di Simalungun Wagner dan Abidinsyah sudah mendata permasalahan dan persoalan yang membekap Simalungun dan menjadi isu sentral disana seperti :

  1. Infrastruktur Daerah Rusak dan Kurang Berfungsi 2. Daya Saing SDM Rendah/Belum Unggul
  2. Ekonomi Masyarakat Stagnan/Jalan di tempat
  3. Pelayanan Publik Lambat dan Tidak Transparan
  4. Tata Kelola Pemerintahan Tidak Profesional.
    Kelima garis besar yang menjadi permasalahan yang membekap Simalungun selama ini, akan kami kerjakan secara konsisten, parallel dengan menggandeng seluruh elemen dan stakeholder yang ada di Simalungun. Kuncinya adalah kepedulian dan transparansi tata kelola pemerintahan, seru Wagner. (AH)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.