Gereja yang Memberitakan Kabar Baik Injil Yesus Kristus (6)

 Oleh: St. Dr. dr. Waldensius Girsang, Sp.M(K), D.Min, Pelayan di GKPS Salemba Jakarta

suaratapian.comInjil yang tercemar akan selalu menaruh fokusnya pada diri kita dan upaya manusia kita. Itu akan membuat kita berpikir:  “Apa yang harus saya lakukan supaya Tuhan mau melakukan sesuatu untuk saya”? Kita harusnya berkata bahwa “Apapun yang saya lakukan, bukan supaya Tuhan mengasihi saya, melainkan karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi saya”. Masalahnya bukanlah apa yang sedang kita lakukan, tapi mengapa kita melakukannya. Apa motivasi kita dalam melakukan Firman-Nya, “supaya” atau “KARENA”? Apakah kita berusaha keras membuat kesan yang baik atau mendapatkan sebuah Kasih, kebaikan dan perkenan dari Tuhan? Pengkhotbah Injil yang sejati akan selalu berusaha menyingkapkan lebih banyak tentang apa yang sudah dilakukan oleh Yesus Kristus untuk kita.

PESAN INJIL SEJATI:

– Injil sejati akan menuntun kita untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

– Injil sejati akan membuat kita semakin bergantung pada kasih karunia-Nya.

– Inil sejati akan selalu menarik kita kepada Kristus.

PESAN INJIL TERCEMAR (LEGALISME & MORALISME)

– Injil tiruan akan selalu mementingkan dan meninggikan kegiatan-kegiatan atas nama kita sendiri, yang adalah bentuk ketidakpercayaan.

– Injil tiruan akan memuliakan daging, kekuatan tekad manusiawi kita, sumber-sumber kekuatan dan pengertian kita.

– Injil tiruan akan mengalihkan kita dari fokus yang sebenarnya.

– Injil tiruan akan menghasilkan pujian dan sanjungan kepada manusia.

2. PERTANYAAN KEDUA: APAKAH INJIL INI MEMBERIKAN SAYA KUASA UNTUK MENGATASI DOSA?

Apakah khotbah itu mendorong saya untuk mengatasi dosa dengan kekuatan kita sendiri atau melalui pekerjaan Roh Kudus ?

Ada dua ciri kehidupan menurut daging:

1.  Kehidupan “daging yang buruk”

– Contohnya seperti : Para pemungut cukai, pelacur.

2. Kehidupan “daging yang baik” 

– Contohnya seperti :  Ahli Taurat dan orang Farisi.

Ciri-ciri kehidupan “daging yang buruk” perilaku-perilaku dosa seperti Zakheus (pemungut cukai) yang di Lukas 19:2-10 dan perempuan pelacur yang berzinah di Yohanes 8:2-11.

Sedangkan ciri-ciri tipe yang kedua, yakni “daging yang baik”:

A. Mereka mencoba lebih keras mengalahkan dosa dengan kekuatan “daging yang baik.”

Paulus pernah menjalani kehidupan “daging yang baik”.

Paulus berkata, “Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi” (Filipi 3:4).

B. Mencoba membantu Tuhan (Abram dan Sarah- Kej 16 & Galatia 4:23).

Kejadian 22:2, “Ambillah anakmu yang tunggal itu”.

Sebenarnya Abraham dan Sara punya dua anak, dan yang tunggal sebenarnya Ismael. Tetapi bagi Tuhan yang tunggal adalah Ishak, Ismael tidak masuk hitungan. Karena Ismael adalah produk kemandirian daging dari Abram dan Sarah.

Dengan kata lain, apapun yang anda lakukan dengan kekuatan kemandirian daging, meskipun untuk tujuan yang baik, tetap tidak akan masuk hitungan Tuhan.

C. Mereka mengukur tentang sorga berdasarkan ukuran mereka sendiri.

“…Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!” (2 Kor 10:12b).

Tipe orang kristen yang kedua (kehidupan “daging yang baik”) sangat sulit sekali untuk dibawa kepada pemahaman Injil Anugerah Yesus Krustus yang sejati.

D. Melakukan perbuatan baik tanpa didasari iman di dalam Kristus.

Roma 14:23b, “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”

Ada dua cara untuk menangani perilaku dosa di dalam kekristenan. Tapi sayangnya banyak digunakan cara penyampaian yang pertama, bukan dengan cara yang kedua.

1. Mengkhotbahkan legalisme dan moralisme hukum Taurat.

Sebuah khotbah berdasarkan hukum Taurat akan membangkitkan daging dalam pencarian perubahan perilaku dengan kekuatan manusia. Pendekatan ini sifatnya cacat, karena tujuan hukum Taurat adalah mengobarkan dosa, bukan memadamkannya. Injil tiruan akan membuat kita berusaha mendapatkan pengampunan dan bahkan membuat kita merasa bersalah.

“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia” (Roma 6:14).

2. Mengkhotbahkan dan menyingkapkan Injil Anugerah Yesus Kristus.

Sebaliknya Injil Anugerah Kristus akan menunjukkan kepada kita akan salib, dimana dosa-dosa kita di tangani sekali untuk selamanya. Kabar baik itu akan memberikan kita kuasa untuk mengatasi dosa dengan menyingkapkan identitas baru kita di dalam Kristus.

Injil sejati menyingkapkan pengampunan dan begitu kudusnya kita melalui darah-Nya.

Pesan Injil Kristus sejati menyerukan, “Kita diselamatkan untuk menjadi orang benar”.

Pesan injil legalisme/moralisme menyerukan, “Jika kita hidup benar, maka kita akan diselamatkan”.

Pesan Injil Kristus sejati menyerukan, “Kita selamatkan untuk menjadi orang kudus”.

Pesan Injil legalisme/moralisme menyerukan, “Jika kita hidup kudus, maka kita akan diselamatkan”.

Pesan Injil Kristus sejati menyerukan, “Kasih Tuhan yang mengubah Anda”.

Pesan Injil legalisme/moralisme menyerukan, “Berubahlah supaya Tuhan mengasihi Anda”.

ROMA 2:4

“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

TITUS 1:11-12

“Karena kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” 

3. PERTANYAAN KETIGA: APAKAH INJIL INI MELEPASKAN DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA?

Apakah khotbah yang sedang kita dengar membuat kita cemas dan tidak aman atau khotbah itu membuat kita penuh dengan damai sejahtera dan sukacita sorgawi?

Keterangan:

Tulisan terangkai dalam tujuh artikel. Ini merupakan tulisan keenam dari tujuh tulisan. Sambungannya ada di rubrik KABAR BAIK

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five + five =