Reflektif Kehidupan; Berbagi Kebaikan

Berbagi Kebaikan

Oleh: JS Simatupang

Melakukan kebaikan apa saja? Dengan melakukan kebaikan maka hidup akan akan terasa lebih bahagia. Banyak hal kebaikan, hal-hal yang dianggap sepele, misalnya, ketika mengucapkan terima kasih pada petugas dan pengemudi transportasi publik. Manakala membuang sampah pada tempatnya. Atau, memberikan tempat duduk pada mereka yang membutuhkan atau yang lebih tua. Bisa juga membantu orang tua membawakan barang saat naik tangga, maka dengan kebaikan itu, kita berharap bisa meraih yang bermakna.

Ketika kita mengajak orang berbuat baik, sama seperti memercikkan parfum ke orang itu. Ketika kita memercikkan parfum kepada orang lain, maka percikan itu juga mengenai kita. Jikalau orang itu menjadi baik, maka kita yang mengajaknya berbuat baik pastilah mendapat pahala pula.

Pertanyaannya, mengapa penting untuk mengajak orang jadi baik? Tentu itu adalah proses yang panjang, tetapi sungguh penting untuk dimengerti. Jikalau kita mengajak orang berbuat baik, dan bila orang tersebut mau berubah dan berbuat baik, maka kehidupannya tentu akan berubah.

Dan, ketika kita mengajak orang berbuat baik, apabila dia mau mendengarkan dan melakukan hal baik, maka hal-hal yang jahat akan mulai menjauhinya, hal-hal baik akan mulai mendekat padanya. Dengan hal-hal baik, hidup seseorang bisa berubah!

Dia akan lebih harmonis dengan keluarganya yang dahulu sering bertengkar. Dia akan lebih sabar dan ramah kepada anak-anaknya, dia akan lebih perhatian dan jujur kepada pasangan hidupnya. Mengajak seseorang berbuat baik adalah perbuatan yang menguntungkan banyak pihak! Kita sebagai pengajak mendapat imbas positif, yang diajak juga demikian! Karena, semakin sering orang berbuat baik, kehidupannya akan semakin baik.

Tetapi, mengapa…? Mengapa ada orang yang berbuat baik, dirinya masih susah dan menderita? Masih dihampiri bencana dan malapetaka? Apakah itu artinya perbuatan baiknya belum berbuah! Tidak mudah menjawabnya. Namun jikalaupun perbuatan baik kita belum berbuah di kehidupan ini, yakinlah! Bahwa perbuatan baik ini akan masak dan menjadi buah yang enak di saat yang tepat, mungkin tidak di kehidupan yang ini, tetapi bisa jadi di saat kita membutuhkannya!

Atau, di kehidupan kita yang selanjutnya! Berbuat baik adalah menanam karma baik. Mungkin kita memiliki karma buruk dari kehidupan-kehidupan yang lampau, tetapi bila kita terus-menerus berbuat karma baik dan memupuk kebajikan, maka karma buruk akan tenggelam. Diibaratkan garam adalah karma buruk dan air adalah karma baik. Garam yang banyak akan terasa asin bahkan pahit! Tetapi, apa yang terjadi bila terus dialiri air yang tawar?

Asin akan semakin berkurang, berkurang, berkurang, sampai asin itu sudah tak terasa lagi. Garam itu tetap ada, tetapi rasanya seperti sudah tidak ada! Mulai hari ini, ajaklah satu orang untuk berbuat baik! Kemudian, besok satu orang lagi, kemudian, lusa satu orang lagi, terus sampai seminggu, sebulan, setahun, sepuluh tahun, sampai kita tak sadar bahwa kita sedang mengajak orang berbuat baik!

Terima Kasih pada TUHAN atas segala BERKAT dan ANUGERAHNYA sampai pada hari ini. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu BAHAGIA menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama. Terima Kasih pada TUHAN atas segala BERKAT dan ANUGERAHNYA sampai pada hari ini. Semoga Tuhan …..mem BERKATI Kita semua…

Suara Komunitas Wong Cilik Bermimpi (SKWCB)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 − eight =