Remaja Yang Mengisi Kemerdekaan

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan berkat yang selalu mengalir dalam hidup kita. Karya tulis yang diberi judul “Remaja yang Siap Mengisi Kemerdekaan?” ini ialah karya tulis yang terbentuk dari hasil pemikiran saya, dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 71 dan khusus kupersembahkan bagi anak-anak remaja HKBP dimanapun berada.

Dalam penyelesaian karya tulis ini, banyak sekali kendala yang dihadapi, mulai dari literasi yang minim hingga persiapan penulisan yang singkat. Penyusunan karya tulis ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak, oleh karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada amang pendeta,sintua dan pembimbing remaja, yang sengaja membahas materi ini gereja dan menjadi awal terbentuknya karya tulis ini. Teman sekolah, yang menjadi rekan saya dalam berdiskusi tentang materi ini.

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam karya tulis ini. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun akan saya terima. Harapan saya, semoga karya tulis singkat ini dapat bermanfaat

 

 

II. LATAR BELAKANG

Remaja adalah masa peralihan dari anak-anakmenuju dewasa. Masa ini mereka tidak bisa disebut anak-anak karena mereka yang tumbuh semakin dewasa, dan tidak bisa disebut dewasa karena emosi mereka yang masih sangat labil. Remaja ada diantara masa anak-anak juga dewasa. Masa yang seperti ini adalah masa terpenting dalam keberlangsungan kehidupan masa depannya, karena di sinilah mereka mencari jati diri yang sesuai dengan kehidupannya, dan pada masa ini pula para orang tua sedang mengalami kekhawatiran yang serius akan jalan kehidupan yang akan dipilih anak-anak mereka nanti. Para orang tua gencar-gencarnya mengarahkan anak mereka ke arah yang baik, seperti selalu mendukung mereka dalam berorganisasi baik formal maupun informal. Contoh nyata adalah ketika para orang tua menyarankan dan mengajak anaknya masuk dalam organisasi RHKBP setelah lulus dari sekolah minggu. Mereka ingin agar anaknya tidak hilang arah setelah keluar dari sekolah minggu, inilah salah satu bentuk kepedulian orang tua pada masa depan anaknya.karena mereka tahu bahwa remaja adalah generasi penerus bangsa, yang akan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik.

Di samping aktifnya para remaja dalam berorganisasi, pada saat yang sama terjadi kemerosotan moral yang sangat drastis. Banyak para remaja yang terjerumus dalam lubang hitam yang membuat masa depan mereka terancam suram bahkan sudah suram. Media elektronik maupun media cetak yang memberitakan tentang perilaku menyimpang para remaja bukan prestasi, seperti tawuran antar pelajar, narkoba, pesta miras dan lain-lain. Hal inikah menjadi permasalahan yang marak terjadi dan butuh penanganan yang serius dari semua pihak.

A.    Tujuan Tenulisan

1.      Memahami tentang definisi remaja secara umum.

2.      Menguraikan tentang tantangan yang sedang dihadapi remaja,penyebabnya,dan cara mengatasinya.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa sih remaja itu ?

2.      Apa saja tantangan yang dihadapi remaja ?

3.      Penyebab

4.      Bagaimana cara mengatasinya ?

C.    Sumber Data

a.       Alkitab

b.      Tinjauan pustaka mengenai tantangan remaja saat ini

c.       Tinjauan hasil pengamatan lingkungan sekitar.

d.      Google.com

 

I.       PEMBAHASAN

Satu pertanyaan untuk memulai bab pembahasan ini adalah sudahkah anda siap?

Pertanyaan seperti ini sering sekali didengar, di sekolah, rumah, pagi, siang atau malam hari pertanyaan ini sering kita dengar. Ketika akan bepergian keluar rumah dan mengadakan sebuah acara pertanyaan itu muncul lagi. Jawaban anda hanya dua, sudah atau belum.

Namun bagaimana jika pertanyaannya lengkapi menjadi”Sudahkah anda siap menghadapi tantangan sekarang ini?”. Sebagian akan menjawab sudah dan yang lain menjawab belum, atau sebagian lagi tidak bisa memutuskan sudah siap belum karena dia tidak tahu apa saja tentangan masa sekarang ini. Ini hanyalah pertanyaan mudah namun sulit untuk menjawabnya.

Kenapa?

Karena tidak semua orang mempunyai persiapan untuk menghadapinya dan sebagian lagi sudah mempunyai persiapan. Kita akan mempersempit ruang pembahasan ini di permasalahan anak-anak remaja. Pertanyaan berikutnya adalah apa persiapan yang paling penting bagi kita khususnya remaja dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi saat ini?. Sebelum ke pertanyaan itu, mari kita memahami sejenak tentang dunia remaja

a.      Perngertian Remaja

Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan sedang dalam mencari jati diri. Dalam masa ini kita remaja, sedang aktif dalam berorganisasi, saling menyukai lawan jenis, ingin mengetahui lebih dan lebih atau istilah zaman sekarang adalah kepo.

b.      Tantangan yang dihadapi remaja sekarang ini

Seperti dijelaskan di atas bahwa tantangan remaja adalah pergaulan yang salah. Pergaulan yang salah ini tidak hanya membawa dampak buruk bagi diri sendiri namun juga membawa dampak buruk bagi sekitarnya. Semakin majunya zaman semakin banyak pula tantang yang dihadapi, itu pasti. Tantangan yang dihadapi remaja zaman dulu sangat jauh berbeda dengan yang dihadapi zaman sekarang ini. Sebab itulah hendaknya kita memahami betul tentang tantangan saat ini seperti penyalahgunaan narkoba, LGBT, bullying, pornografi dan masih banyak lagi.

1.      Narkotika dan Zat Aditif lainya.

Pada awalnya, narkoba dimanfaatkan dalam bidang medis sebagai obat bius pada jaman perang, yaitu penghilang rasa sakit ketika luka dan lain-lain. Sejarah menuliskan jika beberapa bahan pembuat narkotika digunakan untuk itu seperti opium dan lain-lain. Namun apa jadinya bila narkita dipakai untuk kenikmatan sesaat?, Apakah berdampak buruk?. Narkoba sudah sangat terkenal di berbagai kalangan termasuk remaja. Banyak remaja yang memakainya untuk berbagai tujuan seperti untuk bersenang-senang. Semakin sering menggunakannya semakin ingin menikmatinya, inilah yang dinamakan kecanduan. Kecanduan ini akan merusak sistem syaraf tubuh bahkan berujung pada kematian. Pada tahun 2011 BNN menyatakan bahwa sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Cukup miris bukan?

 

2.      Lesian, Gay, Bisecsual and Transjender atau LGBT.

Pada era globaliasi sekarang ini semua informasi apa saja dapat diakses dalam hitung detik dari segala penjuru dunia. Teknologi informasi yang semakin pesat menjadi sarana kampanye LGBT ini. Pengakuan dan penerimaan masyarakat pasa pengidap LGBT merupakan salah satu budaya barat yang sedang tren di Negara maju dan hal ini pula yang sedang diimpor oleh beberapa oknum untuk masuk ke Indonesia dengan harapan akan diakui pula keberadaanya baik secara hukum maupun penerimaan sosial. LGBT telah menjadi trending topic di segala media. LGBT sebenarnya menuntut hak-hak yang ingin mereka inginkan dengan dalil HAM. Walaupun mereka tahu bahwa hal itu melanggar kodrat yang diberikan Tuhan. Saat ini belum dapat dipastikan berapa jumlah LGBT di Indonesia. Namun aktivis LGBT di Indonesia, Dede Oetomo menjelaskan bahwa ada setidaknya 3% penduduk Indonesia adalah kaum LGBT. Bahkan sosiolog budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menjelaskan jika trean LGBT memang ‘menyerang’anak muda karena di umur mereka tersebut biasanya paling gampang mengikuti arus.

3.      Media sosial

Sekarang ini media sosial tidak asing lagi bagi masyarakat terlebih khusus kaum remaja. Selain untuk mencari informasi secara cepat, media sosial juga sebagai ajang berkomunikasi, hiburan dan lain-lain. Media social juga dipakai untuk mengungkapkan perasaan, kondisi, dan apa syaa yang mereka ingin sampaikan ke orang-orang di sekitar mereka. Mereka lebih cenderung mengungkapkannya lewat media sosial daripada secara langsung kepada seseorang yang mereka inginkan. Seakrang ini, media sosial sudah menjadi kebutuhan primer, bahkan banyak dari mereka yang ’mendewakannya’. Tingginya aktivitas remaja di media sosial membuat mereka ketergantungan dan sulit untuk diubah.

Acuh terhadap lingkungan sekitar, semakin kurangnya rasa sosial di tengah masyarakat merupakan dampak nyata yang terlihat dari pengaruh media sosial ini. Sekarang banyak anak remaja yang menggunakan media sosial secara tidak bijak seperti mengakses video porno, konten-konten yang berisikan kekerasan,  bahkan video-video yang mengarah pada kriminalitas. Tentu saja kita sudah mengetahui dampak yang ditimbulkan dalam perkembangan diri remaja tersebut. Hal-hal seperti inilah yang semakin membuat moral generasi muda mengalami kemunduran dan kemerosotan.

c.       Dampak Negatif

Dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba terhadap fisik dan kesehatan. Gangguan terhadap sistem saraf, jantung, paru-paru, kulit dan lain-lain bahkan mengarah kepada kematian. Dampak kedua adalah terhadap psikologi para penggunanya.      Kerja lamban, sulit berkonsentrasi, hilangnya rasa percaya diri, cenderung menyakiti diri sendiri. Dampak ketiga adalah terhadap lingkungan sekitar. Meningkatnya kriminalitas, dan rasa kenyamanan lingkungan masyarakat yang tidak terjamin akibat makin maraknya narkoba.

Sementara dampak negative dari penyalahgunaan media sosial atau kecanduan mesia sosial adalah bisa merusak kesehatan. Contoh nyata adalah mata yang cepat lelah karena radiasi dari layar ponsel, kram pada jari tangan karena terlalu lama mengetik tiada henti sampai pada radiasi yang menyebabkan penyakit kanker.

Dampak negative lainya adalah rusaknya hubungan personal antar anggota keluarga, dan kelompok sosia lainya.  Mendekatkan yang jauh,menjauhkan yang dekat, salah satu ungkapan yang sering kita dengan saat ini. Media sosial untuk berkomunikasi dengan teman/kerabat yang bukan anggota keluarga sementara kita mengacuhkan anggota keluar yang dekat dengan kita. Selanjutnya, dampak lain dari kecanduan media sosial ini adalah berkurangnya rasa kreativitas dan inovasi. Zaman sekarang ini, semua bisa didapatkan hanya dengan mengklik ikon google. Semua yang kita butuhkan tersedia dalam waktu singkat. Contoh nyatanya dalam kehidupan remaja adalah para remaja yang ingin mengerjakan tugas, mereka dapat dengan mudah mendapatkan jawabannya tanpa harus bersusah payah membaca materi yang ada dibukunya.hal ini menjadi kebiasaan yang buruk karena daya kreasi mereka semakin berkurang akibat ketergantungan akan internet tersebut.

 

Setelah mengetahui dampak-dampak negatif dari narkoba dan media sosial,kiranya kita semakin bijak dalam bertindak.Pilih pergaulan yang sehat,gunakan waktu dengan sebaik mungkin,manfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan hal positif dan satu lagi selalu dekatkan hati dan pikiranmu kepada Tuhan agar kamu tetap ada dijalannya.sebagai generasi bangsa janganlah kamu merusak dirimu sendiri,sayangi apa yang telah Tuhan titipkan kepadamu.berusahalah untuk melakukan hal yang terbaik karena kalian adalah cerminan masa depan bangsa.jadilah remaja yang berguna bagi bangsa dan negaranya,dengan memulai langkah pertama yaitu “SAY NO TO DRUGS!”

 

d.      Faktor penyebab masalah

Suatu masalah tidak akan timbul jika tidak ada penyebab, maka dari itu dibawah ini adalah faktor penyebabnya :

1.      Faktor Internal.

Faktor internal adalah timbul dalam diri orang itu, dimana mencakup emosional dan karakteristik orang tersebut.

a.       Kepribadian

Kepribadian adalah karakter atau ciri khusus yang dimiliki semua manusia dan berbeda antara satu dengan yang lainnya.dimasa remaja ini dirasakan sebagai krisis identitas karena belum adanya pegangan untuk menghindari timbulnya perilaku menyimpang.

 

b.      Kondisi fisik

Ada teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan perilaku menyimpang sebagai perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

 

c.       Status dan peranannya di masyarakat/pelabelan

Jika seseorang remaja pernah melakukan perilaku menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalani hukuman seringkali masyarakat menyebutnya ” eksnarapidana”. Sebutan ini sulit untuk dihapuskan sehinnga remaja tersebut melakukan perilaku menyimpang lagi.

 

2.      Faktor Eksternal

Faktor Eksternal adalah faktor yang mempengaruhi berasal luar orang itu sendiri

a.       Lingkungan keluarga

Sebagian besar perilaku menyimpang yang dilakukan remaja erat kaitannya dengan lingkungan keluarganya. Banyak keluarga yang ayah dan ibunya bekerja sehingga quality time mereka berkuran. Kurangnya kasih sayang orang tua kepada anaknya, lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anaknya atau karena dampak dari perceraian kedua orang tuanya.

 

b.      Budaya Permisif

Budaya membiarkan dan mentoleransi setiap penyimpangan sosial, misalnya anak muda yang pulang tengah malam atau subuh dengan alasan bermain, dianggap sesuatu hal yang wajar atau biasa saja.

 

c.       Kondisi Geografis

Orang yang tinggal di daerah tandus lebih bermental negative dibanding orang yang tinggal di daerah subur.

 

d.      Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin menimbulkan kecemburuan sosial. Hal ini bisa menimbulkan masalah pencurian dan perampokan yang akan digunakan untuk memenuhi semua keinginan mereka.

 

e.       Revolusi/perubahan sosial budaya yang sangat cepat

Perkembangan teknologi di berbagai bidang khususnya komunikasi dan hiburan yang memperceppat masuknya budaya asing yang banyak mempengaruhi perilaku yang kurang baik.

 

E.Cara Mengatasinya

Setelah kurang lebih kita membahas tentang masalah-masalah remaja dan penyebabnya,kita akan mengetahui bagaiman cara mengatasinya seperti di bawah ini:

1.      Preventif, pengendalian yang dilakukan sebelum tindakan penyimpangan terjadi, contohnya acara seminar

2.      Kuratif, penyimpangan dan pengendaliannya berlangsung bersamaan, contohnya memberikan teguran ketika ada remaja yang melakukan penyimpangan, kesalahan dan perbuatan negatif lainya.

3.      Refresif, memberikan hukuman atas penyimpangan sosial yang telah dilakukanya, contoh mengirimkan si anak ke pusat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

 

Dari ulasan di atas, kita memberikan jawaban atas pertanyaan, apa persiapan yang paling penting bagi kita khususnya remaja dalam menghadapi tantangan dunia?

Jawabanya adalah dasar atau pondasi. Dasar orang kristen adalah iman, seperti tertulis di Ibrani 11 ayat 1”iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Kita semua harus mempunyai pondasi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Saat kita mempunyai pondasi yang kuat kita tidak akan mudah runtuh atau rubuh. Begitu juga dengan iman, jika kita mempunyai iman yang tertanam kuat didalam jiwa kita, maka kita tidak bisa digoyahkan.baca matius 7:24-27.

Lalu bagaimana memperolehnya?

Roma 10 ayat 17 mengatakan ”jadi,iman timbul dari pendengaran ,dan pendengaran oleh firman Tuhan”. Firman Tuhan ini berisi tentang bagaimana cara kita untuk memiliki iman yang kokoh, yaitu kita harus mendengar atau membaca firman Tuhan (janji-janji Allah), melakukanya dalam aktivitas sehari-hari secara terus menerus. Melakukan secara simultan artinya bukan hanya berdoa atau mempersatukan telapak tangan temanmu dan kamu agar iman dia berpindah kepadamu. Contohnya Abraham yang selalu mendengar firman-Nya dengan sabar hingga ia mendapatkannya.(kejadian 15:1-6).

Generasi muda Kristen harus meletakkan pondasi yang kuat untuk menangkal segala pengaruh buruk itu. Tubuh kita adalah bait Allah yang harus dijaga kesucianya dan perilaku kita hendaknya hanya untuk memuliakan Allah saja. ”Aku menjawab:jika engkau makan atau jika engkau minum,atau jika engkau melakukan sesuatu hal lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”(1 korintus 10:31) Masa remaja adalah masa yang diharapkan menjadi masa penentu masa depan jadi harus lebih selektif dalam memilih dunianya. Remaja yang salah dalam memilih pergaulan, akan merugikan diri sendiri dan orang di sekitar mereka, karena mereka telah menjadi benalu dalam kehidupan..

Mari kita memilah-milah pergaulan seperti apa yang baik bagi kita dan orang sekitar kita.seperti yang dinyatakan pada nash alkitab:”Janganlah kamu sesat:pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.”(1 korintus 15 :33).

 

II.    KESIMPULAN

Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan dimasa ini mereka mencari jati dirinya. Di masa ini mereka mengalami progres dan regres secara bersamaan. Oleh karena itu dibutuhkan bimbingan dari orang tua serta lingkungannya agar mereka tidak melakukan penyimpangan sosial. Sekarang banyak sekali remaja yang tersangkutan masalah tawuran, pesta miras, narkoba dan lain-lain. Remaja indonesia telah mengalami kemerosotan akhlak yang drastis. Bukan hanya karena faktor intern dan ekstren namun juga karena mereka tidak mempunyai pegangan atau landasan kehidupan. Mereka tidak mempunyai pegangan untuk menghadapi semua tantangan ini, sangat krisis identitas. Mereka tidak tahu mana yang baik atau salah, mereka hanya mengikuti arus jaman yang tidak mereka tahu akhirnya nanti. Akibatnya banyak dari para remaja yang terperangkap di lubang hitam. Satu hal yang sangat utama adalah kita harus mempunyai dasar atau landasan hidup.

Bagi kita orang kristen, dasar itu adalah iman, jadi jika kita mempunyai iman yang kuat, niscaya kita akan dapat menghadapi tantangan dunia ini dengan mudah dan tidak tergoyahkan. Jika kita mempunyai dasar yang kokoh ,kita siap untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan bangsa ini dengan berbagai prestasi, menjadi anak muda Kristen yang memberikan sumbangsih kepada Negara. Mari tanamkan dalam hati bahwa “aku siap” membangun negeri ini. Merdeka dari Narkoba, merdeka dari pergaulan bebas, dan menggunakan teknologi untuk kemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.