Vickner Sinaga: Mari Jangan Jemu Berbuat Baik, Meski Respon Sekeliling, Belum Tentu Semuanya Baik

Suaratapian.com JAKARTA-Di tengah Apapu keadaannya tak menghalangi kita untuk berbuat yang baik. Bahkan baik juga mengenang sahabat yang sudah meninggal dengan menjadikan bukan sebagai kisahnya yang tertulis. Atas dasar itulah para sahabat dari (alm) Ir Budi Kusmarwoto,  menerbitkan buku bertajuk “Sharing, Caring and Influencing.” Buku kenangan untuk mengenang sahabat dan koleganya, Ir Budi Kusmarwoto, mantan pejabat di PT PLN dan mantan Direktur Utama PT Kertas Leces, Probolinggo, Jawa Timur. Perusahaan BUMN. Yang menarik, buku antologi atau kumpulan tulisan dari 27 yang menulis, termasuk di dalamnya tulisan dari mantan bos mereka, Dahlan Iskan, pemilik Jawa Pos Group. Isi buku, cerita tentang kebersamaan para sahabat dengan almarhum di masa hidupnya, dari anak buah, kolega dan bapak buahnya. Buku ini segaja diterbitkan mengenang 40 hari kepergian Ir. Budi Kusmarwoto (23 April 1953-18 Agustus 2021).

Para sahabat (alm) hadir di acara kecil, menjelang 40 hari kepergiannya, pada hari, Kamis, 23 September 2021. Alamat di Jalan Megamendung, Puri Cinere, menyerahkan buku untuk keluarga almarhum. Tentu pertemuan mengikuti protokol kesehatan, kita yang hadir terbatas. Hadir Aman S. R., Yusuf Suntoro, Supriono, Mudayat, Vickner, Suhartoyo, Adi Supriono, Mumun atau yang dikenal Muniroh dan Kristin.

Penulis; Abdul Karim, Mudayat MS, Achmad Rofik Muhamad Dalyono, Adi Supriono, Mulyana Soelaeman, Aloysius Wangge, M Roem Lubis, Aman Subagio Rahman, Soesilo, Christine Fransiska, Supriyono, Susanto Purnomo Didik Sudarmadi, Vickner Sinaga, Djoko Juwanto, Widodo Mulyono, Edward Siagian, Yusuf Mirand, Eri Ifyandri, Yusuf Suntoro dan Herman Darnel Ibrahim.     Tim Penyunting; Vickner Sinaga, Suhartoyo, Mumun Muniroh dan Kristin Elisabeth.

Dalam pengantarnya, Vickner Sinaga  sebagai inisiator dan pemrakarsa buku menyebut, semasa anggota Direksi PLN E, hingga berakhir di karier kedua, sebagai Direktur Utama PT Kertas Leces, Probolinggo. Kurancang jumlah penulisnya sebanyak 23, sesuai tanggal lahirnya. “Berempat kami sebagai tim penyunting, penanda bulan kelahirannya, April. Lalu 69 lembar isi bukunya, sesuai usia kehidupannya di dunia. Itu konsepku. Tiga halaman per penulis, klop.”

Namun, khusus yang terakhir, tak bisa terpenuhi. Total, hampir 100 halaman jadinya. Animo para penulis, melanggar jatah, hingga bisa enam halaman. Karibnya, Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim anggota DEN yang sibuk itu, minta dua kali perpanjangan waktu. Kala kukontak dalam perjalanan darat dari Jogjakarta ke Jakarta. Lebih Spektakuler, sobat dan bosku dulu yang juga bosnya almarhum, Dahlan Iskan, penulis beken itu. Kukontak di menit-menit akhir. Beri aku jatah dua halaman ya, ujarnya. Dan.. mengalirlah tulisan itu, dalam lima belas menit. Di injury time itu.

Urutan bab di buku ini, dirancang berurutan secara alfabetis. Latar belakang ada yang bersinggungan di banyak hal. Sebutlah Adi Supriono. Sesama alumni ITB, bekerja di PLN. Sekaligus kerabat dekat, adik ipar almarhum. Ada mantan Direksi PLN, Abdul Rofik dan Vickner Sinaga. Ada pula Abdul Karim, tenaga harian yang tak sampai lulus SMU, namun berhasil di gol kan menjadi pegawai PLN. Hingga Dahlan Iskan, penulis beken multi talent itu.

Vickner juga menyebut, teramat baik, jika orang yang ditinggal di bumi, tulus berucap “Orang ini Sungguh Baik. Kita pernah ditolongnya. Para malaikat penyambut, berseru, ini orangnya, baik. Pekerjaan kita di bumi diringankannya. Alangkah baiknya,  jika kita kelak mendapat sambutan yang sama. Di Bumi maupun Sorga. Mari jangan jemu berbuat baik, meski respon sekeliling, belum tentu semuanya baik.”

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.