Ulietre Membawa Aroma Indonesia ke Panggung Global dengan Parfum Andaliman Asli

Suaratapian.com-Industri parfum Indonesia mencatat tonggak inovasi baru melalui peluncuran Ulietre, brand parfum lokal yang menghadirkan parfum dengan kandungan minyak andaliman asli pertama di Indonesia yang telah dipatenkan. Ulietre, brand parfum lokal Indonesia, meluncurkan produk inovatifnya yang mengandung minyak andaliman asli pertama di Indonesia yang telah dipatenkan. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi riset antara PPNN Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Sekolah Farmasi ITB. Andaliman, rempah khas Sumatera Utara, kini diangkat ke ranah parfum melalui pendekatan ilmiah dan teknologi ekstraksi yang terstandarisasi. Parfum Ulietre memiliki karakter segar, citrusy, dan spicy khas, serta memenuhi aspek keamanan dan stabilitas untuk aplikasi parfum.

Keterangan Foto; Kiri : apt. Desi Puspaningrum, S.Farm selaku Tim Riset PT. St. Morita Farma, apt. Hegar Pramastya M.Si selaku Peneliti PPBB ITB, Drs. Maruap Siahaan,MBA. selaku Direktur PT. St. Morita Farma, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. selaku Ketua Tim Riset PPBB ITB, Dr. apt. Defri Rizaldy, S.Si., M.Si selaku tim Riset PPBB ITB

Kolaborasi ini bertujuan mendorong hilirisasi hasil riset, pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, serta peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui sinergi antara akademisi, lembaga riset, dan industri kreatif. Dengan demikian, Ulietre menjadi contoh nyata inovasi parfum Indonesia yang memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan nilai ekonomisnya.

Andaliman, rempah khas Sumatera Utara yang populer di dunia kuliner, kini dikembangkan menjadi bahan aromatik parfum melalui pendekatan ilmiah dan teknologi ekstraksi terstandarisasi. Hasilnya, minyak andaliman dengan karakter segar, citrusy, dan spicy khas, telah memenuhi standar keamanan dan stabilitas untuk aplikasi parfum dan telah dipatenkan.

Keterangan Foto: Kiri : Drs. Maruap Siahaan,MBA. selaku Direktur PT. St. Morita Farma, Prof. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua LPIT ITB, Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si. sebagai Ketua Riset PPNN ITB

Kolaborasi antara akademisi, lembaga riset, dan industri kreatif ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia. Inovasi ini juga mendorong hilirisasi hasil riset dan pengembangan industri kreatif di Indonesia.

Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, Ketua Riset PPNN ITB, mengapresiasi kerjasama Ulietre dalam mengembangkan andaliman menjadi produk parfum berkualitas. “Kami sangat mengapresiasi semangat Ulietre dalam mengembangkan bahan alam Nusantara melalui pendekatan riset dan teknologi terkini berbasis nanoteknologi,” ujarnya. Inovasi ini menunjukkan potensi besar kekayaan hayati Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk berdaya saing. Kolaborasi akademisi, lembaga riset, dan industri sangat penting untuk mendorong hilirisasi riset dan memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 15 =