Pesta Parolopolopon Borsak Junjungan Silaban Sukses Digelar, Ketua Tim Kerja Sabam Sopian Silaban: Ini Kerja Hati Untuk Persatuan

suaratapian.com-Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Grand Graha Delima 2, Bekasi, Minggu 11 Oktober 2026. Parsadaan Borsak Junjungan Silaban (PBJS) se-Jabodetabek sukses menggelar Pesta Parolopolopon, sebuah perayaan adat terbesar tahun ini yang menjadi momentum pulang kampung bagi ratusan pomparan Silaban dari seluruh Jabodetabek. Di balik suksesnya acara akbar tersebut, ada kerja keras panitia yang dipimpin oleh Ketua Tim Kerja Sabam Sopian Silaban. Sosok yang dikenal sebagai motivator, penulis, pendidik, dan praktisi pendidikan asal Indonesia, pendiri gerakan “Guru di Atas Garis” dan Presiden Direktur QSEE GROEP Bekasi ini, dipercaya memimpin seluruh rangkaian persiapan teknis hingga acara puncak.

Dalam laporannya di hadapan ratusan hadirin, Sabam Sopian Silaban yang lahir 15 September 1979 di Kutacane dan merupakan lulusan S1 UNIMED dan S2 Manajemen SDM Jakarta itu, memaparkan kesiapan panitia secara detail. Menurutnya, acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini telah dipersiapkan untuk melayani hingga kapasitas 2.000 orang dengan konsep duduk, demi kenyamanan dan kekhidmatan.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para penasehat dan Ketua Umum Prof. DR. Drs. Pantas Silaban, MBA, serta seluruh pengurus pusat, kami Tim Kerja berusaha memberikan pelayanan terbaik, termasuk persiapan rohani yang dipimpin langsung oleh para pendeta,” ujar Sabam Sopian dalam laporannya yang disampaikan secara multimedia di panggung utama.

Pesta tahun ini memang terasa istimewa. Selain sebagai ajang pelestarian adat dan memperkuat semangat Silaban Marsada, panitia di bawah kepemimpinan Sabam juga merangkai acara dengan gerakan historis: pengumpulan 1.000 tanda tangan dukungan untuk mengusulkan arsitek legendaris marga Silaban, Friedrich Silaban, sebagai Pahlawan Nasional.

Penulis buku best-seller “Siswa di Atas Garis: 7 Rahasia Menjadi Pelajar Sukses” terbitan Gramedia itu menegaskan, dukungan untuk Friedrich Silaban adalah bentuk nyata dari pelestarian nilai. “Parolopolopon ini bukan hanya pesta, tapi kita sedang mendidik generasi muda bahwa dari marga kita lahir tokoh bangsa yang karyanya adalah Masjid Istiqlal dan GBK. Ini yang harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Berkat kepemimpinan Ketua Tim Kerja Sabam Sopian Silaban dan solidnya seluruh panitia, Pesta Parolopolopon PBJS Jabodetabek 2026 di Graha Delima 2 berjalan lancar, tertib, dan penuh sukacita, sekaligus berhasil menggaungkan dukungan Pahlawan Nasional bagi Friedrich Silaban ke tingkat nasional.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + five =