Dari Panggung Bonataon Raja Nadapdap Se-Jabodetabek; Pesan Prof. Rhenald di Bonataon 2026
Suaratapain.com-Punguan Nadapdap Dohot Boru Se-Jabodetabek sukses gelar Bonataon dan Pelantikan Pengurus 2026–2031. Bertempat di Sopo Ethimo, Jalan Mabes 2 No. 5, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 12 April 2026. Sesungguhnya sudah lebih dari sepuluh tahun sudah Punguan Nadapdap dohot Boru Se-Jabodetabek tidak menggelar pertemuan tahunan seperti ini. Tentu ada wajah-wajah baru yang datang, keluarga muda, anak-anak yang lahir dan tumbuh di perantauan. Ada pula nama-nama yang kini tak lagi hadir yang pindah kota, atau yang telah lebih dulu pulang ke haribaan Tuhan.

Waktu yang panjang tanpa temu sapa membuat jarak perlahan tumbuh. Tak sedikit keluarga Nadapdap di Jabodetabek yang kini tak lagi saling kenal, terutama dengan generasi dan keluarga yang baru. Padahal, kita satu marga, satu darah, satu asal dari Bonapasogit di Toba.
Atas kerinduan itulah harapan ini lahir. Tahun 2026, Punguan bertekad menggelar Bonataon. Bukan sekadar acara tahunan, tapi momentum temu kangen dan temu kenali. Tempat bertautnya kembali tali persaudaraan seluruh marga Nadapdap di Jabodetabek. “Sebab kita percaya: dari kenal akan tumbuh sayang, dari sayang akan lahir kasih.
Dan dari kasih itulah kekompakan dan keguyuban dirajut. Pesta Bonataon 2026 diharapkan menjadi titik balik. Agar ke depan, setiap rencana untuk kemajuan Nadapdap baik di Jabodetabek maupun untuk kampung halaman di Toba — lebih mudah kita wujudkan bersama, karena kita bergerak sebagai satu keluarga.”
Momentum ini juga menjadi saat yang tepat untuk penyegaran. Kepengurusan Punguan telah berjalan lebih dari satu dekade. Maka dalam Bonataon dilantik kepengurusan baru periode 2026–2031. Sebuah langkah regenerasi, agar organisasi tetap hidup, relevan, dan mampu menaungi semua.
Panitia menyampaikan bahwa keberhasilan dan kemeriahan Bonataon tahun ini tentu oleh karena partisipasi seluruh keluarga Nadapdap dohot Boru yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Bonataon 2026 digelar. Ia bukan sekadar pesta, tapi ruang untuk kembali merapatkan yang renggang. Pertama, menjadi temu kangen. Tempat melepas rindu bagi semua anggota punguan yang selama belasan tahun hanya bersua lewat kabar atau media sosial. Di sinilah tawa lama dihidupkan lagi, cerita lama disambung kembali. Kedua, menjadi temu kenalan. Agar yang lama dan yang baru saling mengenal wajah dan nama. Sebab tak mungkin kita berjalan bersama jika belum saling tahu siapa saudara di sebelah kita. Dari kenal, akan tumbuh rasa memiliki.
Ketiga, mempererat silaturahmi. Keguyuban tidak lahir dari kebetulan, tapi dari kesengajaan untuk duduk bersama, makan bersama, dan tertawa bersama. Semakin sering bersua, semakin kuat ikatan marga Nadapdap di perantauan ini. Keempat, membuka ruang gagasan. Bonataon ini juga menjadi wadah mendengar. Setiap anggota punya pemikiran, saran, dan harapan untuk kemajuan Punguan. Semua didengar, semua dirangkum, agar langkah kita ke depan — baik di Jabodetabek maupun untuk Bonapasogit di Toba — lebih terarah dan kokoh.
