Dua Ribuan Jemaat HKBP Distrik VIII Jakarta Padati TMII di “Family Fun Walk” Sambut Tahun Transformasi
Gelombang ketiga adalah Kelompok Parompuan dilakukan oleh Dra. Sandra Sidabutar. Pelepasan bertahap ini bertujuan menjaga kelancaran arus peserta di sepanjang rute.
Sepanjang 3 kilometer rute di dalam kawasan TMII, panitia dikerahkan di setiap persimpangan. Mereka mengarahkan peserta sesuai yang telah dipasang, memastikan tidak ada peserta yang tersasar dan arus tetap berjalan satu arah.
Di titik KM 1,5 panitia menyiapkan Water Station dan Panggung Sukacita. Di lokasi ini peserta dapat beristirahat sejenak, menikmati hiburan singkat, serta mendapatkan pembagian air minum gratis. Tim dokumentasi dan komunikasi insiden juga siaga penuh.
Petugas kesehatan turut berjaga di sepanjang rute. Mereka memonitor peserta yang terlihat kelelahan atau membutuhkan bantuan. Kehadiran tim medis ini menjadi bentuk pelayanan diakonia yang nyata di tengah kegiatan.
Garis finish berada di area Sasono Adiguno. Di sana, peserta disambut dengan penyerahan medali oleh Pdt. Oloan Nainggolan bersama Dra. Sandra Sidabutar, Kabid Koinonia, dan Kabid Diakonia. Buah pisang juga dibagikan sebagai bentuk pemulihan tenaga setelah berjalan.
Setelah finish, peserta tidak langsung bubar. Mereka diarahkan menuju beberapa area kegiatan lanjutan yang telah disiapkan panitia. Tiga fokus utama yang dihadirkan adalah kesehatan, ekonomi jemaat, dan hiburan keluarga.

Area pertama adalah Health Check Gratis. Layanan pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah disediakan bekerja sama dengan Prodia, AIA, RS Brawijaya, dan Medistra. Ratusan jemaat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengecek kondisi kesehatan.
Area kedua adalah 30 Stand UMKM binaan PPD Distrik VIII. Mulai dari kuliner tradisional, jajanan, hingga produk kreatif ditampilkan. Usher mengarahkan peserta untuk berbelanja, sebagai upaya nyata mendukung ekonomi keluarga.
Kemeriahan berlanjut dengan Zumba Dance yang dipandu MC. Seluruh peserta diajak bergerak bersama. Panitia menyiapkan 10 hadiah khusus bagi peserta yang paling bersemangat mengikuti gerakan zumba.
Acara hiburan dilanjutkan di dalam gedung dan semakin lengkap dengan penampilan Line Dance dari para pemenang PPD Expo juara 2 dan 3. Tampil pula Uning-Uningan Remaja HKBP Sudirman dan anak-anak dari kelompok PELITA. Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan cookies kepada peserta.
Saat gedung Sasono Langen Budoyo, peserta diajak menyaksikan video cinematic Fun Walk. Video tersebut menampilkan kilas balik perjalanan dari pelepasan hingga finish, dan mendapat tepuk tangan meriah dari peserta.
Rangkaian ditutup dengan Lomba Posting & Umpasa Batak berhadiah di Instagram serta pengundian doorprize menarik. Sorak gembira pecah setiap kali nama pemenang diumumkan oleh MC. Yang menarik, yang mendapat hadiah utama sepeda motor listrik seorang Puteri yang masih anak-anak, anak dari seorang pendeta. Puncak acara hiburan penampilan Ganube Band.
Dalam sambutan penutupnya, Pdt. Oloan Nainggolan kembali menegaskan, makna kegiatan ini. “Melalui langkah kecil 3 kilometer ini, kita diingatkan bahwa transformasi dimulai dari kebersamaan. Mari kita jalan terus, bukan hanya di TMII, tetapi dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam pesan terakhirnya sebelum menutup acara dengan doa, Praeses, mengutip sebuah umpasa Batak Toba, “ida-ida na butong, jora-jora na male.” Secara bebas, peribahasa itu bermakna bahwa jika seseorang merasakan hal yang menyenangkan dan memuaskan, ia akan ketagihan dan ingin mengulanginya lagi, tetapi jika yang dirasakan buruk dan menyakitkan, ia akan merasa kapok dan jera.
Mengaitkan makna itu dengan “Family Fun Walk” yang berlangsung meriah pagi itu, Praeses menyampaikan bahwa karena acara ini telah berhasil membuat banyak orang bahagia, bersukacita, dan bahkan “kenyang” secara jasmani maupun rohani, maka banyak jemaat yang mengusulkan agar kegiatan serupa kembali digelar. Menanggapi antusiasme tersebut, ia berharap pada tahun depan HKBP Distrik VIII Jakarta masih dapat menyelenggarakan acara kebersamaan seperti ini, agar semangat transformasi dan sukacita keluarga terus hidup di tengah jemaat.
Acara ini lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya babak baru: jemaat yang sehat, keluarga yang dipulihkan, dan gereja yang terus bertransformasi untuk kemuliaan Tuhan.
Usai kegiatan Family Fun Walk di TMII, Dra. Sandra Sidabutar selaku Ketua Tahun Transformasi HKBP Distrik VIII Jakarta masih tampak enerjik meski raut wajahnya menyimpan lelah. Saat diwawancarai, ia menceritakan kesibukannya dalam beberapa hari terakhir. “Kemarin masih WA, masih dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Lalu, sore sampai malam mempersiapkan acara ini, masih rapat juga tadi malam. Pasti kurang istirahat ya?” ujarnya sambil tersenyum. Belum sempat beristirahat lama, ia pun harus kembali bersiap berangkat. “Iya, ini saya mau pergi lagi nih ke Banjarmasin. Banjarmasin,” katanya.
Semangat dan etos kerjanya membuat pewawancara takjub dan bertanya, bagaimana ia bisa tetap memiliki tenaga sebesar itu di tengah jadwal yang padat. Menjawab itu, Sandra menegaskan, bahwa semua yang dilakukannya berangkat dari kesadaran akan tanggung jawab. “Pokoknya begini, prinsip saya kan punya tanggung jawab. Kalau saya tidak sanggup, saya tidak terima tanggung jawab,” ucapnya mantap. Ia menjelaskan, selama satu tahun dipercaya sebagai Ketua Tahun Transformasi Distrik VIII, setiap kegiatan harus dijalankan sebaik-baiknya, satu demi satu. Family Fun Walk kali ini terasa sangat spesial baginya karena menjadi satu-satunya wadah kebersamaan antara jemaat, pelayan penuh waktu, dan keluarga. “Nah, sesuai dengan tema Tahun Transformasi tahun ini adalah pengajaran iman di tengah keluarga. Ini kebersamaan keluarga. Bersama keluarga,” tuturnya.
Bagi Sandra, keberhasilan acara ini bukan hanya soal meriahnya kegiatan, tetapi tentang meneguhkan kembali bahwa transformasi iman harus dimulai dari rumah, dari keluarga yang berjalan bersama. (Hojot Marluga)
