Ir. Togap Simangunsong, M App: “Hidup Mesti Disyukuri dan Dijalani Apa Pun yang Terjadi”

Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada 2014. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) (beras, susu dan telur) tahun 2018 untuk sepuluh juta keluarga. Beras sejahtera untuk limapuluh juta keluarga. Bansos energi, gas, listrik dan lain-lain. Salah satu program nasional dalam program bantuan sosial langsung kepada masyarakat adalah pemberian beras untuk keluarga berpenghasilan rendah yakni beras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya kita kenal dengan sebutan beras miskin (Raskin) Kebijakan penyediaan dan penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat.

Bersama keluarga

Program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah yang dikenal dengan nama Rastra (Beras Sejahtera) ini disalurkan setiap bulan dengan alokasi sebesar 15 kilo gram untuk setiap Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM). Togaplah yang waktu itu mengusulkan ke Menko Agung Laksono agar Raskin diganti menjadi Rastra. “Saya yang menguslkan sebutan itu kepada pak Agung Laksono waktu itu. Bahwa tak tepat sebutan beras miskin, itu membuat pikiran yang menerimanya terus miskin. Lebih baik sebutannya Beras Sejahtera, agar penerima juga merasa sejahtera. Walau mutu berasnya juga sama sebenarnya, tetapi sebutan itu ikut memberi martabat.

Togap juga melihat ini semua sebagai pemacu,  dilaksanakan Revolusi Mental. Paralel dengan itu,  dibangun juga infrastruktur antara lain toll road, bahan bakar minyak satu harga, waduk, PLTB, toll laut, MRT, LRT, KA yang nyaman, trans Papua,  bandara dll. Asisten Deputi  Jaminan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) juga pernah lima tahun dipercayakan mengurusi BPJS.

Togap membeberkan beberapa penyebab defisit anggaran BPJS Kesehatan, diantaranya, pertama, nilai iuran yang dibebankan kepada peserta belum memenuhi nilai aktuaria/keekonomian. Dalam kondisi seperti ini, sepertinya pemerintah harus menaikkan iuran sesuai nilai keekonomian walau mendapatkan tantangan. Selain itu, Togap menyebut, besarnya utilisasi dana jaminan sosial yang tidak diikuti dengan kepatuhan pembayaran iuran.

Togap mengingatkan peran dokter amat penting ditengah situasi defisit anggaran BPJS Kesehatan. Dimana pelayanan kesehatan diharapkan terlaksana secara terstruktur, dan berjenjang. Oleh karenanya membutuhkan peningkatan ketersediaan dan kapasitas dokter sebagai gate-keeper program JKN khususnya pada Faskes Tingkat Pratama.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 7 =