Ir. Togap Simangunsong, M App: “Hidup Mesti Disyukuri dan Dijalani Apa Pun yang Terjadi”

Desember 2020, untuk KPM bibit kopi sudah memperlihatkan progress yang baik. Harapan SADA TOBA ke depan agar masyarakat di KDT lebih luas dan lebih banyak mendapatkan bibit tanaman produktif. Sampai saat ini masih kepada daerah yang lebih dekat ke lokasi Pembibitan. “SADA TOBA membuat pembibitan dan masih brrlangsung terus. Saya yang dipercaya SADA TOBA diposisikan sebagai Site Manager Pembibitan di lokasi KDT Ds Lumban Gukguk Siabalabal VI Kec Sipahutar Tapanuli Utara,” ujar warga Sipahutar ini.

Frandus menyebut, Togap adalah kawan seperjuangan yang memiliki prinsip kuat dan sangat peduli kepada masyarakat. Dengan latar belakang pendidikan IPB dan sifat gerejawinya sangat kuat, sebagai Sekjen SADA TOBA sangat banyak memberi perhatian moril dan materil pada pembangunan masyarakat di KDT.

“Dia tak segan segan merogoh kantong pribadinya untuk masyarakat KDT atau pun pembangunan gedung gereja di KDT sekalipun beliau tidak menjadi bagian dari gereja tersebut.  Togap sejak saya kenal tahun 1986 selalu memberi waktu dan pemikiran kepada pertumbuan gereja dan jemaat dan tidak luput kepada SADA TOBA,” ujar Frandus.

Ada satu momen saat pesta 50 Tahun Simarmata. Waktu itu yang didaulat melayankan firman adalah Pdt Dr. WTP Simarmata (Ephorus Emeritus HKBP). Dalam renungan itu, disampaikan falsafah kearifan lokal  Batak mengatakan “Molo   Raja mamolus, Tano Tungil Pe Boi  Babe Napu. Jika diterjemahakan kedalam bahasa Indonesia “Jika Raja melintas, maka tanah yang tidak subur pun jadi memberikan hasil melimpah.” Bagi Togap, ungkapan itu tepat untuk penerapan memajukan KDT.

Menurutya, moral dari ungkapan itu tepat; Presiden  Jokowi sudah tia kali berkunjung ke KDT,  maka KDT pasti  makmur dan sejahtera, tentu asal masyarakat menyambutnya dengan kerja keras. Bahwa kehadiran Joko Widodo sudah menjadi semacam pertanda bahwa KDT akan maju. Hanya tentu masalahnya masyarakat harus aktif untuk mewujudkannya. “Ayo semua kita sesuai profesi dan peran masing-masing agar berbuat untuk KDT,” ujar Sekjen Sada Toba ini.

Banyak hal yang tak kita mengerti di hidup ini. September tahun 2020, Togap dan istri sangat berduka. Anak bungsu satu-satunya laki-laki dipanggil Tuhan bernama Jonathan. Meninggal karena kecelakaan di usia yang masih sangat muda, 21 tahun.  Meninggal pada tanggal 12 September 2020. Semua acara dilangsungkan di Rumah Duka Rumah Sakit Gatot Subroto dan pemakaman di TPU Pondok Kelapa Jakarta, pada tanggal 13 September 2020.

“Tuhan yang memberi dan kembali kepada Tuhan.  Terpujilah nama Tuhan. Allah Maha Besar. Dukacitaku yang mendalam untuk berpulangnya ananda Jonathan Simangunsong putra terkasih Togap Simangunsong,” tulisnya di FB-nya. Dia sangat berduka bersama istrinya Dita Simarmata dan Jennifer Simangunsong, putri sulungnya.

Banyak sahabat dan teman-temannya ikut larut dalam duka itu. “Kekuatan dan penghiburan Roh Kudus menyertai Dita, Togap, dan anak kita Jenni,” demikian disampaikan teman-temannya. Tentulah kematian putranya, masa yang sangat tidak mudah melewati. Tabah dan tegar. Segala sesuatu diijinkan Tuhan terjadi karena Tuhan punya rencana indah untuknya dan keluarga. Hidup harus disyukuri dan berjalan apa pun yang terjadi. Sudah delapan tahun dia menjabat sebagai eselon dua, tetapi hidup tetap dinikmati dan mengucap syukur saja. (HM)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 16 =