Pengukuhan Pengurus DPP KMDT Periode 2025-2030: Awal Baru bagi Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba

Suaratapian.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) mengadakan pengukuhan pengurus periode 2025-2030 pada Kamis, 4 Desember 2025. Bertempat di Ruangan Sriwijaya, Lantai 2 Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta. Pengukuhan Pengurus DPP KMDT Periode 2025-2030 ditandai sebagai awal baru bagi organisasi ini dalam mengembangkan Kawasan Wisata Danau Toba. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dewan Pakar dan narasumber dari Kementrian terkait. Pengukuhan ini merupakan hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) KMDT yang telah dilaksanakan pada 2-3 Oktober 2025 di Hotel Artotel Gelora Senayan, Jakarta. Para pengurus hadir dengan dress code seragam KMDT lengkap dengan PIN dengan kemeja putih. Pengurus yang dilantik ada yang hadir luring dan daring” merujuk pada partisipasi dalam suatu kegiatan secara bersamaan di mana sebagian peserta hadir secara fisik (luring) dan sebagian lainnya hadir secara virtual melalui koneksi internet (daring).

Selesai acara pengukuhan dilanjutkan Focus Group Discussion (FGD) KMDT yang dilaksanakan setelah pengukuhan pengurus DPP KMDT. Diskusi membahas tentang pengembangan kawasan wisata Danau Toba sebagai destinasi wisata mendunia pasca penguatan Green Card UNESCO Global Geopark. Sub tema yang dibahas adalah implementasi Green Democracy untuk keberlanjutan kawasan wisata Danau Toba.

Panel Diskusi 1 membahas tentang pengembangan Taman Bumi Kaldera Toba (Toba Caldera Geopark) dan Kawasan Wisata Danau Toba, meliputi: Pengembangan dari tinjauan ekonomi. Pengembangan dari tinjauan ketahanan pangan. Pengembangan infrastruktur. Tantangan dan peluang kepariwisataan. Program prioritas kepariwisataan pemerintah dalam negeri mendukung Green Tourism. Perencanaan infrastruktur, sumber daya air, dan tata ruang kawasan wisata Danau Toba. Selain itu, Konservasi alam dan pelestarian lingkungan hidup Taman Bumi Kaldera Toba dan Pemanfaatan dan pemeliharaan hutan untuk mendukung Green Tourism Kaldera Toba.

Sesi pertama dihadiri oleh narasumber dari Menteri Kordinator Pangan, yang diwakili oleh Dr. Nani Hendiarti, Deputi Bidang Kordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan. Ir Sigit Reliantoro, Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, dan Dewi Chomistriana, S.T., Direktur Jenderal Cipta Karya, yang mewakili Menteri PU. Dr. H. TB. Chaerul Dwi Sapta, SH., M.AP, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III pada Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, juga hadir dalam sesi ini.

Panel kedua narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup diwakili Laksmi Wijayanti, MSC. Dia mengatakan, terkait dengan Taman Bumi Kaldera Toba.  Laksmi Wijayanti memaparkan tentang Taman Bumi Kaldera Toba, yang telah dikukuhkan sebagai area yang bermanfaat tidak hanya untuk Provinsi Sumatera Utara, tetapi juga untuk dunia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pengembangan kawasan tersebut.

Hadir juga Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Ir. Dian Irawati, M.T. D. Di sesi kedua terakhir dari Direktur Jenderal Cipta Karya, yang disampaikan Dewi Chomistriana, yang hadir mewakili Menteri PU. Dewi menyebutkan, tentang Perpres nomor 89 tahun 2024 tentang rencana induk destinasi pariwisata nasional Danau Toba tahun 2024 hingga tahun 2044. Konsep pengembangan Danau Toba meliputi adanya key tourism area (KTA). Ibu Dewi meminta izin untuk berdiri agar lebih semangat dalam memimpin sesi.

Dewi Chomistriana, menjelaskan, bahwa konsep pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional mengacu pada Perpres nomor 89 tahun 2024. Konsep ini meliputi Key Tourism Area (KTA) sebagai pusat pertumbuhan, pengendalian pengembangan pariwisata, dan peremajaan Balige. Pangururan ditetapkan sebagai daya dukung kawasan, sementara PARPAT dan Simanindo sebagai pengendalian pariwisata. Dewi menjelaskan, bahwa pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar Danau Toba.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =