Japarmen Manalu, Kepala OJK NTT: Inspirasi dari Tano Batak untuk Timur

Suaratapian.com-Japarmen Manalu, seorang putra Humbang Hasundutan, mengingatkan kita akan kearifan lokal yang sangat berharga: “Molo litok aek di toruan, tingkiron ma tu julu”. Artinya, kalau air di hilir keruh, maka cek dan ricek ke hulu. Kearifan ini mengajarkan untuk selalu memperhatikan akar masalah dan tidak hanya fokus pada gejala. Hal itu disebutkannya dalam konteks bencana banjir bandang yang melanda Tano Batak, Aceh, dan Sumbar. Kita bisa melihat bahwa kearifan lokal ini telah diabaikan. Eksploitasi berlebihan di hulu telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah, dan dampaknya dirasakan oleh semua orang, tanpa pilih-pilih. Di hari Natal ini Japarmen mengajak kita untuk kembali mempelajari kearifan-kearifan lokal seperti ini, agar kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. “Mari kita renungkan hal ini, terutama di saat-saat menjelang peringatan Natal 2025, dan berusaha untuk menjadi lebih baik dalam menjaga lingkungan dan masyarakat kita,” ujarnya.

Bagi pria kelahiran tahun 1969, telah membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi mereka yang memiliki tekad dan semangat untuk maju. Dengan latar belakang yang sederhana, Japarmen Manalu telah menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.

Dia tidak menyerah pada keadaan, melainkan terus berjuang dan meningkatkan diri. Setelah menyelesaikan Pendidikan Sarjana di bidang Ekonomi Universitas Sebelas Maret pada tahun 2001, dia tidak berhenti di situ. Baru-baru ini, dia menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Nusa Cendana, menunjukkan bahwa dirinya memiliki semangat yang tak pernah padam untuk terus belajar dan meningkatkan diri.

Japarmen adalah contoh inspiratif bagi kita semua bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai dan mencapai Impian, dan dia membuktikan bahwa dengan kerja keras, tekad, dan semangat, kita dapat mencapai apa pun yang kita inginkan.

Kepemimpinan dan Kolaborasi

Japarmen memiliki hubungan baik dengan Gubernur NTT, Emmanuel Melkiades Lakalena. “Koordinasi menjadi kunci sinergi antara OJK NTT dan pemerintah provinsi.” Sebagai Kepala OJK di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Japarmen tentu memiliki hubungan yang baik dengan Gubernur NTT, Emmanuel Melkiades Lakalena. “Saya menyukai gaya kepemimpinan Gubernur yang santai dan fleksibel, sehingga koordinasi dapat dilakukan di mana saja, tidak perlu terlalu formal,” sebutnya.

Japarmen selalu berkoordinasi dengan Gubernur, terutama saat bertemu. Kesempatan itu selalu dimanfaatkan untuk membahas beberapa hal penting terkait dengan perekonomian NTT. Baginya, hubungan yang baik dengan Gubernur NTT ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara OJK NTT dan pemerintah provinsi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTT.

“Saat bertemu bertemu, terutama saat Rapat Koordinasi Perekonomian NTT, bersama Gubernur, Wakil Gubernur, dan stakeholder lainnya. Saya memaparkan perkembangan industri Jasa Keuangan di NTT dan memberikan masukan untuk peningkatan perekonomian tahun 2026. Semoga masukan saya bisa jadi kontribusi berharga untuk kesejahteraan masyarakat NTT,” ujar aktivis GMKI ini.

“Injury time” pelayanan di NTT, Japarmen masih semangat memberikan yang terbaik, dan terus berkarya dan semoga yang diusulkannya untuk pemerintah NTT bisa terwujud. Gubernur dan tim pasti menghargai kontribusi dan dedikasinya untuk kebaikan keuangan NTT. Sebagai kepala OJK NTT dia tentu tak lupa bersukacita dengan seluruh lembaga terkait, baru-baru ini mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-63 kepada Bank Pembangunan Daerah NTT atau Bank NTT. Japarmen, berharap Bank NTT terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Edukasi Keuangan dan Literasi

Japarmen terus memberi literasi keuangan. Dia menyebutkan, bahwa kinerja Bank NTT secara umum baik, tapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan beberapa BPD lainnya. Semoga Bank NTT bisa terus berkembang dan meningkatkan pelayannya kepada masyarakat NTT. Japarmen juga menyebutkan, bahwa kinerja Bank NTT secara umum baik, tapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan beberapa BPD lainnya.

Sebagai Kepala OJK NTT, konsisten menyelesaikan serangkaian kegiatan dan sangat produktif. Misalnya, setelah berkoordinasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) se-NTT untuk mengevaluasi capaian kerja 2025 dan merencanakan giat 2026, dia lanjutkan dengan acara sejenis dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) NTT. Selanjutnya, dia memimpin Rapat Koordinasi dengan mitra Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) NTT. Semua mitra Gencarkan NTT hadir dan menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan tahun 2026.

Namun, dia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada mitra Gencarkan NTT yang telah menjadi mitra dengan pencapaian kinerja tertinggi se-Bali Nusra. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PT BPD NTT, PT BNI, PT BRI, PT Bank Mandiri, PT BTN, PT BCA, PT Pegadaian, dan PT PNM atas support luar biasa mereka. Semoga ikhtiar kita semua dapat memberi manfaat dan membuat masyarakat NTT semakin cerdas mengelola keuangan,” sebutnya.

Lagi, sebagai Kepala OJK NTT, terus berupaya meningkatkan edukasi dan literasi keuangan di Provinsi NTT. Dia dan timnya tidak lelah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya berhati-hati dalam mengelola keuangan dan tidak menjadi korban penipuan.

Japarmen menekankan pentingnya sifat waspada dan cerdas dalam menghadapi penawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil fantastis. “Ingat selalu 2 L: Legal dan Logis,” katanya. “Cek terlebih dahulu apakah yang menawarkan investasi tersebut berizin dan diawasi otoritas terkait, serta apakah imbal hasil dan praktek yang dilakukan logis atau tidak.” Japarmen juga melakukan langkah koordinatif lintas instansi dengan Satgas Pasti NTT, di mana dia menjadi ketua ex officio.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + eleven =