BEKASI BERSAMA: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tekankan Keadilan dan Toleransi untuk Semua Agama
Suaratapian.com-Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, mengunjungi Gereja HKBP Jatimurni di Kampung Sawah pada Rabu malam, 24 Desember 2025, sebagai bagian dari kunjungan ke gereja-gereja di Bekasi. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Dr. Abdul Harris Bobihoe, dan unsur Forkopimda, termasuk Kapolres dan Dandim Kota Bekasi. Walikota disambut hangat Pdt. Wilson G. Napitupulu, S. Th bersama Pdt. Maslyana br. Simamora, S. Th dan seluruh jemaat setelah ibadah. Dalam kunjungannya, Wali Kota Bekasi menekankan pentingnya toleransi dan kerja sama dalam membangun kota. “Kota Bekasi ini kan memang kota yang demikian, bahwa perbedaan adalah menjadi satu kekuatan bagi kita semua di dalam rangka untuk mengisi pembangunan,” ujarnya.
Kampung Sawah sendiri dikenal sebagai “Segitiga Emas” karena memiliki tiga rumah ibadah yang berdekatan, yaitu Gereja Katolik Santo Servatius, Gereja Kristen Pasundan, dan Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi. Hal ini menunjukkan tingginya rasa toleransi warga di Kampung Sawah.
Gereja Santo Servatius, yang didirikan pada 1896, merupakan salah satu gereja tua di Bekasi dan memiliki arsitektur Betawi yang unik. Gereja ini juga dikenal sebagai pusat inkulturasi budaya Betawi dalam liturgi Gereja Katolik.
Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, berharap pola toleransi dan kerja sama seperti di Kampung Sawah dapat dikembangkan di seluruh kota. “Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi warisan budaya warga masyarakat bisa dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Dengan kerja sama dan gotong royong, warga dapat menjaga kenyamanan dan kebahagiaan bersama. “Perbedaan adalah kekuatan bagi kita semua,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, menanggapi pertanyaan tersebut dengan mengatakan, bahwa kunjungan seperti ini sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh pemimpin, termasuk gubernur dan presiden. “Saya kira enggak ada yang luar biasa, kita semua sama nih ya, Pak Wakil, Pak Wali itu kan hanya sebatas jabatan,” ujarnya.
Walikelas menekankan bahwa yang paling penting adalah bagaimana mereka melayani dan memberikan rasa perlindungan serta keadilan bagi semua masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kita melayani, memberikan rasa perlindungan dan tentu memberikan rasa keadilan bagi semua masyarakat,” tambahnya.
Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menambahkan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat dan memastikan bahwa semua warga merasa nyaman dan bahagia.
Dia menekankan, bahwa keadilan bagi semua agama di kota Bekasi dapat dicapai dengan memberikan peluang dan ruang yang sama kepada semua agama. “Pemerintah memberikan peluang yang sama, memberikan ruang yang sama untuk ada koridor ketentuan seperti yang itu kemudian dipertegas oleh undang-undang,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa pemerintah harus melaksanakan aturan yang ada dan memastikan bahwa semua hal memenuhi ketentuan yang terpenuhi. “Jadi ada hal-hal yang harus juga memenuhi ketentuan aturan sepanjang itu terpenuhi,” tambahnya.
Dengan demikian, semua agama dapat berkembang dan menjalankan kegiatan keagamaan mereka dengan nyaman dan aman di Kota Bekasi. (Hotman)
