BATAK CENTER dan LABB Tanda Tangani MoU Strategis untuk Penguatan Habataon di Kampus Mpu Tantular

Suaratapian.com-Upaya pelestarian adat budaya Batak memasuki babak baru. Dewan Pengurus Nasional Batak Center – DPN BC resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU kerja sama strategis dengan Lokus Adat Budaya Batak – LABB, Senin 22 Juni 2026. Penandatanganan, berlangsung pukul 12.00-16.00 WIB di Universitas Mpu Tantular, Lantai 8, Jalan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Acara diawali makan siang bersama sebagai simbol kekeluargaan dan dalihan natolu yang menjadi napas budaya Batak.

Dari pihak pertama DPN BC, MoU ditandatangani Ketua Umum Ir. Sintong M. Tampubolon dan Sekretaris Jenderal Drs. Jerry R. Sirait. Dari pihak kedua LABB, ditandatangani Ketua Dewan Mangaraja Dr. Pontas Sinaga, M.Sc dan Sekretaris DM Sepri Situmeang, S.Pi, M.M.

Melalui kesepakatan ini, kedua lembaga sepakat menjalin “Kerja Sama Strategis Penguatan Habataon, Pelestarian Adat dan Budaya Batak, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pemberdayaan Sosial Ekonomi, dan Pembangunan Masyarakat Batak”.

MoU diharapkan menjadi pijakan konkret agar nilai-nilai adat Batak tidak hanya dirawat di ruang adat, tetapi juga didorong ke ruang publik, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Prosesi disaksikan sejumlah tokoh Batak terkemuka. Hadir mantan Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu, pengusaha nasional sekaligus Ketua Penasihat DPN BC Maruap Siahaan, Martua Situngkir, Wakil Sekjen DPN BC Freddy FM Pandiangan, serta jajaran tokoh adat lainnya.

Ketua Umum DPN Batak Center Ir. Sintong M. Tampubolon menegaskan arah utama kerja sama ini: kemitraan strategis yang tidak berhenti di atas kertas.

“Kami ingin mengembangkan dan memperkuat pelestarian tarian adat, budaya, seni, sejarah, serta nilai-nilai luhur Batak,” ujar Sintong, mantan Anggota DPR era Orde Baru, kepada wartawan.

Menurutnya, kerja sama ini dirancang sebagai ekosistem. Ranah budaya dijaga lewat pengarsipan, pentas, dan pendidikan seni. Ranah manusia dibangun lewat pelatihan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Kami juga menghimpun dan mengembangkan potensi SDM masyarakat Batak agar punya daya saing,” lanjutnya.

Sintong menambahkan, aspek ekonomi menjadi pilar ketiga. DPN BC bersama LABB akan mendorong pemberdayaan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, UMKM, serta membangun jejaring usaha lintas marga.

Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batak secara nyata, bukan sekadar wacana. “Yang tidak kalah penting, kami ingin membangun karakter generasi muda Batak berdasarkan nilai-nilai Dalihan Na Tolu, agama, etika sosial, dan Pancasila. Adat tanpa karakter akan kosong. Ekonomi tanpa etika akan rapuh,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPN BC Drs. Jerry R. Sirait menegaskan kolaborasi ini juga menyasar isu-isu sosial yang dihadapi perantau Batak di Jabodetabek dan daerah lain. Mulai dari pendidikan anak, kesehatan, hingga perlindungan sosial. “Dalihan Na Tolu bukan hanya falsafah pesta. Ia harus jadi kerangka kerja menyelesaikan masalah nyata masyarakat,” kata Jerry.

Program “Ulos Namarhadohohan”

Dengan MoU ini, Batak Center dan LABB berharap lahir program-program yang menyentuh langsung: sanggar tari hidup, inkubator UMKM berbasis koperasi marga, hingga pusat kajian sejarah dan bahasa Batak.

Setelah Dewan Pengurus Nasional Batak Center – DPN BC dan Lokus Adat Budaya Batak – LABB resmi menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama strategis untuk pelestarian budaya Batak, dilanjutkan dalam acara yang sama, tokoh Batak Martua Situngkir dikukuhkan langsung sebagai Ketua Panitia program “Ulos Namarhadohohan”.

Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata pelestarian ulos sebagai warisan budaya sekaligus motor pemberdayaan ekonomi pengrajin dan UMKM Batak.

Dengan MoU dan pengukuhan ini, DPN BC dan LABB menargetkan lahirnya program berkelanjutan: sanggar seni hidup, pelatihan SDM berbasis adat, koperasi marga, hingga pusat kajian sejarah dan bahasa Batak. Dengan ridho Tuhan Allah Yang Esa Mahakasih, keduanya berharap kerja sama ini melahirkan dampak nyata bagi peradaban Batak ke depan. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + eight =