Bencana Longsor di Tapteng: KMDT Minta Bantuan Segera Diberikan kepada Korban

suaratapian.com-Banjir dan longsor melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menyebabkan jaringan telekomunikasi terputus sejak siang hari. Kepala Dinas Kominfo Tapteng, Sonny Juanda Nasution, menyatakan bahwa jaringan Telkomsel di wilayah tersebut, khususnya di Pandan, terganggu sejak pukul 11.00 WIB, sehingga komunikasi menjadi tidak lancar.

Akibatnya, pengumpulan data terkait banjir dan longsor di wilayah tersebut menjadi terhambat. Pihaknya masih berusaha menghimpun data terkait bencana tersebut hingga saat ini. Laporan terbaru menyebutkan bahwa banjir dan longsor telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih dalam pencarian.

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengimbau agar pemerintah segera menangani bencana longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Edison juga meminta agar penduduk yang terkena dampak bencana segera mendapatkan bantuan.

“Peristiwa tragis ini menyebabkan empat warga yang merupakan satu keluarga meninggal dunia, kita perlu membantu,” ujar Edison Manurung. Dia menambahkan bahwa KMDT siap membantu dalam upaya penanganan bencana dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Bencana longsor ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) dan telah menyebabkan korban jiwa serta kerusakan properti. Pemerintah setempat masih melakukan evakuasi dan pendataan korban.

Sementara Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan, menyampaikan pesan duka dan keprihatinan atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 23-24 November 2025. Bencana tersebut telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah, dan infrastruktur.

Menurut informasi dari Praeses HKBP Distrik IX Sibolga, Tapteng, Nias, beberapa jemaat dan pelayan HKBP juga terdampak bencana, antara lain empat orang warga jemaat HKBP Immanuel Rampah meninggal dunia, tiga unit rumah dinas HKBP Sarudik tertimbun tanah longsor, dan beberapa gereja terendam air.

Pihak HKBP telah mengupayakan bantuan dan evakuasi bagi warga yang terdampak, termasuk membuka dapur umum dan menyediakan tempat pengungsi. Ephorus HKBP mengajak seluruh jemaat untuk berdoa dan memberikan bantuan bagi korban bencana. (Hotman)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 4 =