Danau Toba Bersinar Lagi: Kolaborasi Jaga Kelestarian dan Promosi Internasional
suaratapian.com-Dewan Pengurus Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (DPP-KMDT) mengundang para pengurus dan simpatisan untuk menghadiri Reses Kunjungan Kerja Anggota DPD RI, Bapak Mohammad Nuh, di Geo Wisata Pantai Pasifik Porsea, Kabupaten Toba, pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk bersilaturahmi dan membahas isu-isu terkait Danau Toba. Kehadiran dan kerja sama semua pihak sangat diharapkan.
Sebelumnya , Senator KH Muhammad Nuh sudah amat sering menyerukan agar masyarakat Sumatera Utara sama-sama menjaga Danau Toba.”Danau Toba, warisan dunia yang harus dijaga. mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk menjaga kelestarian danau vulkanik terbesar di dunia ini sebagai wujud syukur atas kekayaan alam. Mari kita hijaukan kembali kawasan ini, menanam pohon adalah langkah nyata menjaga warisan dunia,” ujarnya. Dia menyebut, dengan sinergi dan kerja keras, Danau Toba kembali meraih status Green Card dari UNESCO. Keberhasilan ini adalah buah sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat. Mari kita jaga kelestarian Danau Toba, tanggung jawab kita bersama!

Sementara itu, Ketua Umum KMDT St Edison Manurung SH MM menyampaikan hal senada apa yang disampaikan bapak senator, dan juga mengatakan agar seluruh pihak menjaga kelestarian Danau Toba. “Kita bersama bahu membahu, pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba, sejalan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan warisan alam tersebut,” ujarnya.
Dalam beberapa pertemuan, Ketua Umum KMDT, Edison Manurung juga sudah amat sering, menekankan pentingnya promosi Danau Toba di tingkat internasional untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya melestarikan danau vulkanik terbesar di dunia ini. Seruan bersama untuk melestarikan Danau Toba menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat lokal, dan wisatawan, dalam menjaga kebersihan, ekosistem, dan vegetasi alami. Aksi nyata seperti pembersihan eceng gondok, pengelolaan sampah, dan reboisasi diharapkan dapat mewujudkan destinasi wisata berkelanjutan yang mendunia. (Hotman)
