Diana Dewi Masih Sosok yang Paling Tepat Memimpin Kadin DKI Jakarta

Layak Pimpin Kadin DKI Jakarta Kembali

Diana Dewi yang telah memimpin satu periode Kadin DKI Jakarta masih maju kembali dalam kontestasi pemilihan Ketua Kadin DKI Jakarta kali ini. Terkait majunya kembali Diana Dewi untuk memimpin Kadin DKI Jakarta oleh karena masih dirinya sosok yang paling tepat memimpin Kadin DKI Jakarta ke depan. Mengingat, di awal kepemimpinannya terjadi pandemic Covid-19, dan itupun masih bisa berkontribusi bagi kemajuan organisasi. Itu juga bukti kepemimpinannya dan daya juangnya sebagai pengusaha tangguh.

Perlu juga disampaikan profilnya singkatnya, perempuan kelahiran Jakarta, 27 Juli 1965, Diana Dewi merupakan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Kadin DKI Jakarta periode 2019-2024. Dia terpilih dalam Musyawarah Provinsi Kadin ke-Xlll tahun 2019 lalu, yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

Diana Dewi Ketua Kadin DKI Jakarta bersama sejumlah pengurus

Sosoknya selain sebagai Ketua Kadin DKI Jakarta, juga merupakan Chief Executive Officer (CEO) PT Suri Nusantara Jaya dan PT Suri Nusantara Jaya (Cold Storage & Logistik), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail, kuliner, impor bahan pangan hingga pangan olahan.

Dia juga tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan organisasi, sebagai penasehat Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI), Ketua Umum DPP Asosiasi Industri Pengolahan Daging Skala UKM dan Rumah Tangga, Bendahara HIPMI DKI Jakarta, Bendahara Masyarakat Agro Tahun 2007-2012 dan Bendahara Sertifikasi Kadin Tahun 2008-2013

Sebagaia pengusaha dia memulai kariernya dari penjaja kosmetik hingga pengusaha sukses berbagai sektor di Ranah Air. Dan Diana Dewi sosok yang tepat mempin Kadin DKI Jakarta. Dia dinilai sebagai sosok yang paling tepat untuk memimpin kembali Kadin DKI Jakarta, apalagi di masa transformasi Jakarta menjadi Kota Global yang penuh tantangan sekaligus peluang, khususnya bagi para pengusaha.

Berkali-kali dia mengatakan, Jakarta sebagai barometer sekaligus pilar dan motor perekonomian nasional harus dipertahankan, meski statusnya kini bukan lagi Ibu Kota Negara. Jakarta penyumbang 17,8% perekonomian nasional dan jika digabung dengan Jabodetabekjur, kontribusinya hampir mencapai 30% ekonomi nasional, jelasnya.

Sejalan dengan itu, dia menuturkan jika aglomerasi Jabodetabekjur telah menyumbang kontribusi ekonomi nasional menjadi 23,8%. Para pengusaha, khususnya Kadin DKI Jakarta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka atau menumbuhkembangkan usahanya. “Selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa, selalu ada jalan bagi mereka yang sering berusaha dengan tabah, jujur dan setia, Kadin kuat, Insyaallah,” ujar Diana. (Hotman)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 17 =