Dilantik di Hadapan Ephorus HKBP, Cornel Simbolon Usung Visi “Satu PARNA”
Sementara Ketua Panitia Pelantikan PARNA Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal terpilih, Jhonny Buyung Saragih, menegaskan bahwa prosesi pelantikan pengurus memiliki makna legalitas bagi organisasi.
“Pelantikan itu, sebagaimana kita ketahui, untuk melegitimasi atau mengesahkan kepengurusan daripada Dewan Pembina Pusat PARNA Indonesia periode 2026–2030,” ujar Jhonny.
Dengan digelarnya pelantikan tersebut, kata Jhonny, kepengurusan baru resmi memulai masa kerja. “Sehingga mulai hari ini, secara sah organisasi ini, pengurusnya ini akan bekerja untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.
Sementara mantan Bupati Simalungun, Dr. JR Saragih, menjelaskan alasan Cornel Simbolon layak memimpin Parsadaan Pomparan Raja Naiambaton (PARNA) Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara pelantikan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, JR Saragih mengakui banyak pihak yang mempertanyakan penunjukan Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon sebagai Ketua Umum DPP PARNA Indonesia periode 2026–2030.
“Mungkin banyak orang di luar bertanya-tanya, ‘Kenapa mesti Bang Kornel?’ Tapi kita harus bangga, beliau adalah mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat,” ujar JR Saragih.
Menurut dia, pengalaman dan rekam jejak Cornel Simbolon tidak diragukan. “Itu bukan kaleng-kaleng. Kenapa saya katakan demikian, orang mau jadi Dandim saja susah. Ini adalah mantan Wakasad,” tegasnya.

JR Saragih menilai kesediaan Cornel Simbolon memimpin PARNA merupakan bentuk pengabdian untuk mempersatukan seluruh Pomparan Raja Naiambaton. “Mau memberikan hati dan pikirannya untuk menyatukan kita semua, kita PARNA Indonesia ini,” pungkasnya.
Pelantikan Dewan Pembina Pusat PARNA Indonesia periode 2026–2030 berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. (Hojot Marluga)
