Friedrich Silaban Menuju Pahlawan Nasional: Dari Graha Delima 2 Bekasi, Pomparan Silaban Gaungkan 1000 Tanda Tangan

Secara formal, perjuangan ini kini memiliki payung politik yang kuat. Fraksi Partai NasDem DPR RI sejak Juli 2026 telah menginisiasi pengusulan resmi, bekerja sama dengan keluarga, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Pomparan Silaban. Saat ini prosesnya berada dalam tahap pemenuhan syarat administratif di Kementerian Sosial dan Kementerian Kebudayaan.

Dukungan 1.000 tanda tangan dari Graha Delima 2 menjadi amunisi moral yang krusial. Gerakan ini tidak dimaksudkan untuk berhenti di satu gedung. Ini adalah pemantik untuk seminar sejarah, publikasi karya, hingga edukasi ke generasi muda agar mereka tahu bahwa Indonesia pernah memiliki arsitek sekelas dunia dari tanah Batak.

Prof. Pantas juga menegaskan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan satu marga untuk kesatuan yang lebih besar. “Apa yang dilakukan punguan Silaban ini hanya satu marga yang menggalang kesatuan terutama Humbang Hasundutan karena tidak mungkin berdiri sendiri. Hampir semua sekarang tak ada yang keberatan ketika Silaban itu diangkat,” jelasnya.

Dengan demikian, Pesta Parolopolopon di Graha Delima 2 telah melampaui dirinya sendiri. Ia bukan lagi sekadar pesta adat marga Silaban, melainkan deklarasi kebangsaan dari Bekasi untuk Indonesia.

Dari Bekasi, pesannya jelas: Sudah waktunya negara memberikan gelar tertinggi kepada Friedrich Silaban. Bukan hanya untuk mengharumkan nama marga, tetapi untuk menghadirkan kembali teladan kerendahan hati, toleransi, dan karya nyata bagi generasi Indonesia yang akan datang. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 12 =