Ir. Togap Simangunsong, M App: “Hidup Mesti Disyukuri dan Dijalani Apa Pun yang Terjadi”

Fungsi dokter sebagai gate-keeper ini diakui Togap sangat penting terutama bisa dikaitkan dengan upaya kendali biaya (utilisasi JKN). Dimana dengan kecakapan diagnosis dokter terhadap 144 jenis penyakit dapat menghindari adanya tindakan rujukan yang tidak perlu ke faske Tingkat Lanjutan. Sehingga ini bisa menekan biaya pengobatan.

“Dokter termasuk organisasi profesi sebagai salah satu stakeholder program JKN merupakan pihak yang harus senantiasa dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan demi keberlangsungan program JKN, termasuk didalamnya saat menentukan tarif jasa pelayanan, penentuan protokol layanan kesehatan dan hal-hal relevan lainnya,” tutup Togap.

Sebagai birokrat mengurusi bidang sosial sudah tentu tahu benar peta kemisikian yang terjadi di Indonesia. Tentu untuk solusi dari kesejahteraan itu pertama adalah masalah energi. Dia menilai listrik padam pada merugikan semua pihak. Padahal listrik adalah kebutuhan dasar untuk pertumbuhan ekonomi. Pembangunan bisa meningkat dengan signifikan, kalau listrik tersedia dan terjangkau. “Saat inilah  momentum dari Presiden Joko Widodo memperbaiki kelistrikan Indonesia. Maka perlu akselerasi pembangunan Indonesia, listrik murah, tersedia serta sustainable  dan  melimpah.”

Lalu, apa solusi yang mesti dilakukan? Menurutnya hanya menggunakan tenaga nuklir. “Hanya dengan nuklirlah harapan satu-satunya untuk memenuhi ketersediaan kebutuhan listrik. Jepang, Rusia dan negara maju lainnya menggunakan Nuklir sebagai sumber tenaga listrik ujarnya.

Togap di masa mahasiswa aktif berorganisasi, aktif di GMKI Bogor dan Naposo Bulung di HKBP Bogor. Maka tak heran dia kerap diundang menjadi pembicara di berbagai diskusi. Salah satunya misalnya diskusi berthema:  Hiruk pikuk Politik Pasca Pemilu dan Implikasinya Bagi Pencerdasan  Rakyat. Disitu dia menjadi pembicara bersama Ahmad Basarah (Wkl Ketua MPR, Wasekjen PDIP), M Qodari (Pengamat Politik), Pdt Saut Sirait (Mantan KPU, Bawaslu, DKPP) dan Raja Juli Antoni (Sekjen PSI).

Semasa mahasiswa aktif di GMKI. Baginya, GMKI, organisasi pendidikan kader untuk menyiapkan  pemimpin masa depan di bidang masing-masing.  Produknya  antara lain Menteri Perdagangan  Enggartiarso  dan Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. dan Dirjen Bimas Kristen.

Sahabat Danau Toba

Togap bersama teman-temannya juga tanpa berkoar-koar juga aktif berbuat untuk kemajuan kampung halaman. Walau lahir di tanah Asahan, namun hatinya untuk kampung halamannya Kawasan Danau Toba (KDT) selalu memanggil. “Danau Toba sudah memiliki branding dunia, brandnya sudah kuat,” ujarnya. Atas perhatiannya ke danau Toba bersama teman-teman seperti DR Togu E Manurung dan lain-lainnya. Togap Simangunsong sekjen dan Pos Hutabarat sebagai ketua.

Mendirikan komunitas ini, didirikan perkumpulan alumni Kristen IPB yang care pada pembangunan KDT. Dalam perkembangan KDT SADA TOBA sangat peduli kepada masyarakat KDT sekalipun orang perorang berada di banyak tempat dengan posisi dan profesi masing-masing. Karena kepedulian akan Kampung Halaman maka SADA TOBA mencoba memberi sumbangsih pemikiran dan sejak 2019 sepakat membangun pembibitan kopi dan aren dan kemudian alpukat mentega untuk dibagikan kepada masyrakat. Dengan keterbatasan SADA TOBA melalui bibit tanaman produktif diharapkan sangat bermanfaat kepada masyarakat.

Komunitas ini murni untuk berbuat bagi kemajuan yang bisa dibantu di kawasan Danau Toba. Sampai akhir tahun 2020 SADA TOBA sudah memberikan bibit Kopi aren dan alpukat sebanyak delapan belas ribu pokok yang tersebar kepada 192 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Salah satu tempat kerjasamanya adalah Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nagasaribu, Humbang Hasundutan (Humbahas). Pdt Hotlan Tarida Sihite. Saat ditanya Pdt Sihite menyebut, pemberian bibit dilakukan sejak Maret 2020 dan masih terus berjalan. Sementara itu, yang saya tahu dilakukan oleh Yayasan Sahabat Danau Toba adalah mendorong masyarakat untuk giat dalam usaha pertanian dan peternakan melalui pendidikan dan penyadaran serta pelatihan masyarakat di KDT. Menyediakan dan membagikan bibit kopi,  alpukat dan aren kepada masyarakat petani.

Perkenalan Togap dengan Pdt Sihite di Gereja HKBP Rawamangun dan komunikasi berlanjut melalui media elektronik dan media sosial. Togap lalu memperkenalkan Yayasan Sada Toba serta program yg dilakukan yayasan tersebut.  Programnya sangat tepat kepada warga jemaat yang saya layani sebagai petani,  selanjutnya kerjasama kita lakukan. “Orang yang peduli, perhatian kepada orang ‘kecil’ dan konsern dan peduli dengan pengembangan bonapasogit kawasan Danau Toba,” ujar pendeta HKBP Nagasaribu ini.

Sementara untuk terjun langsung setiap hari, pemantauan dilakukan Frandus Tampubolon yang tinggal di Sipahutar menjadi semacam manager dari Sada Toba. Adapun masyarakat KPM masih di daerah Sipahutar, Sopoholon (Tap Utara) dan Naga Saribu serta Paranginan (Kab Humbahas). Informasi Pemberian bibit kita lakukan melalui lembaga gereja dan secara lisan dan masih terbatas sesuai kemampuan SADA TOBA.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − eight =