Jangan Anggap Enteng Protokol Kesehatan

suaratapian.com BEKASI- Dari beberapa informasi yang ada menyebut bahwa Covid-19 masih mengkhawatirkan. Para ahli epidemiology menyatakan, Covid-19 belumlah turun, malah cenderung menaik, yang ada justru tambah kluster baru, sebagaimana kluster nasi uduk dan kluster sambel terong yang diceritakan Yogi Prabowo, dokter Spesialis Orthopedi Konsultan di RSCM, Jakarta itu.

Dia menyebut, kedua kluster bukanlah nama kluster perumahan atau properti, tetapi sebuah kluster penularan Covid-19 yang terjadi di perkantoran pada sekelompok pegawai.  Kluster yang pertama terjadi di sebuah rumah sakit, di mana sudah semua upaya penyediaan APD dan alur bagi pegawai yang bertugas di zona merah dan kuning Covid-19 dilakukan untuk memenuhi standar safety.

“Kluster ayam geprek justru terjadi di zona hijau petugas administrasi yang sama sekali tak berhubungan dengan pelayanan pasien, karena merasa berada di zona hijau. Akibatnya terjadilah kelengahan dan menganggap enteng protokol kesehatan,” ujarnya.

Tentu, di situasi ekonomi yang mencekik saat ini, untuk menghemat biaya makan, maka pegawai banyak yang berupaya memasak dan makan bersama. Setiap pagi ada seorang pegawai yang memasak nasi uduk dan membawanya ke kantor untuk dijual, tetapi interaksi itu bisa jadi kluster baru.  Menanggapi hal itu, Murfati Lidianto SE, anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 ini setuju mengatakan, pada saat makan-makan bersama itulah, situasi sangat rawan terjadi karena tak mungkin makan menggunakan masker, jadi harus lepas masker.

Semua terasa dekat, termasuk virus Sarcov2 yang menyebabkan Covid-19, besoknya, akibat anggap enteng protokol kesehatan,beberapa pegawai mengeluh sakit, ada yang demam, batuk dsb, lalu dicek dan diperiksa swab dengan hasil positif Covid-19. Itulah tragedi yang terjadi di sebuah kantor, biasa mengadakan, rapat seminggu sekali sambil beberapa anggota membawa makanan untuk saling berbagi.

Tentulah, dua kejadian di atas jangan sampai terulang di kantor-kantor lain. Dan, jangan sampai timbul kluster sambel jengkol atau kluster sambel setan. Kita diminta perlu menatuhi protokol kesehatan, jangan disepelekan, jangan merasa aman di zona hijau. Alih-alih Murfati pun mengingatkan warga Kota Bekasi, agar jangan anggap enteng protokol kesehatan, perlu taad dan berdisiplin mematuhi protokol kesehatan yang telah ditatapkan.  

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra ini menghimbau, masyarakat Kota Bekasi tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Protokol kesehatan yang diterapkan agar supaya masyarakat kota Bekasi jangan terpapar Covid-19. Jika kita tak bisa diam di rumah, jika kita harus bepergian, laksanakan protokol kesehatan dengan sangat disiplin, dan jangan anggap enteng protokol kesehatan, jaga jarak, batasi kerumunan, pakai masker dan selalu cuci tangan,” ujarnya. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.