John N Palinggi Mendamping Said Aqil Siroj Mengunjungi Gereja Katedral Makassar

Suaratapian.com MAKASSAR-Viral video yang dibagikan di group-group wa yang mempertontonkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Dr. John N Palinggi, MM, MBA, mengunjungi Gereja Katedral Makassar. Tampak mereka mengikuti prosesi penyambutan saat memasuki gereja didampingi Uskup Agung Makassar. Selain Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) Dr. John N Palinggi, MM, MBA ikut juga perwakilan dari PBNU yang ikut serta dalam rombongan.

Video juga memperlihatkan Ketum PBNU diikuti Dr John N Palinggi berjalan menuju ke depan altar gereja sambil menyapa umat yang menyambut kehadiran mereka. Dalam sambutannya, Said Aqil memberikan dukungan moral kepada umat Katolik pasca ledakan bom bunuh diri beberapa waktu lalu.

“Ikut men-support agar moral Katolik Makassar tidak down, harus optimis, tidak perlu takut, ngapain takut, tapi harus waspada,” kata Said Aqil di Gereja Katedral Makassar, Minggu (11/4/21). Said Aqil juga mengaku senang bisa hadir di Gereja Katedral Makassar. Tak lupa juga menyampaikan duka mendalam atas ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar. “Alhamdulillah saya bersyukur bisa sampai ke sini, pada hari ini semata mata ingin berkabung, menyampaikan duka bom bunuh diri minggu lalu,” jelasnya.

Dr. John N Palinggi, MM, MBA bersama Mgr. Johannes Liku Ada’

Sementara itu, Dr. John N Palinggi, MM, MBA mengatakan,  peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Makassar menguatkan umat untuk bersatu. Perbedaan merupakan dinamika demokrasi yang telah diatur Tuhan. “Bahwa ada perbedaan itu dinamika demokrasi, jangan terlalu dipikirkan karena itu bersumber dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa, jadi apa pun jalan hidup kita pasti diatur oleh Tuhan, jangan kita sesali berbagai hal, tapi kira doakan semua jadi baik,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (DPP ARDIN) ini.

Karenanya, putra Toraja ini juga berharap peristiwa ini makin mendekatkan umat. Selain itu, dia berharap perdamaian akan selalu ada dan tercipta di Indonesia. “Pertemuan hari ini, dengan mendekatkan umat Allah satu dengan yang lain, agar bisa kita tercapai kemaslahatan, kesejahteraan, kedamaian hati dan kerukunan agar kita bisa membangun rumah tangga bangsa ini,” ujarnya. (HM)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.