Ketua KMDT Bersama Menteri Pariwisata dan Bupati Toba serta Bupati Humbahas Gelar Rapat Koordinasi Jelang Kedatangan Tim Asesor UNESCO
Suaratapian.com-Kabupaten Toba, 16 Juli 2025. Dalam rangka menyambut kedatangan tim asesor UNESCO pada tanggal 21-25 Juli 2025, Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), Bapak Edison Manurung, bersama Ibu Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhani, Bupati Kabupaten Toba, dan Bupati Humbahas, Effendi Sintong Panangian Napitupulu dan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H. mengadakan rapat koordinasi penting. Rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan 7 kabupaten di kawasan Danau Toba dalam menyambut tim asesor UNESCO yang akan melakukan penilaian terhadap potensi dan pengelolaan kawasan tersebut sebagai situs warisan UNESCO.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek penting, termasuk persiapan infrastruktur, promosi pariwisata, serta pengelolaan situs-situs geosite yang ada di kawasan Danau Toba. Semua pihak sepakat untuk bekerja sama dan berkolaborasi guna menyukseskan kedatangan tim asesor UNESCO dan meningkatkan peluang Danau Toba untuk menjadi situs warisan UNESCO. “Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan semua stakeholder dapat bersinergi dan berupaya maksimal untuk menyambut tim asesor UNESCO dan menunjukkan kesiapan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang berkelas dunia,” ujar Edison.
Sebelumnya kegiatan sosialisasi pengelolaan Geopark dan Geosite di Kabupaten Toba telah dilakukan, dihadiri oleh berbagai pihak, selain Ketua Umum KMDT, Koordinator Pengelola Geosite Kabupaten Toba, perwakilan Bank Indonesia dan Bank Mandiri, serta pengelola Geosite Taman Eden 100 dan Geosite Situmurun.
Edison juga mengatakan, pelaku UMKM di Kabupaten Toba juga berpartisipasi aktif. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan Geopark dan Geosite dapat berjalan baik, pariwisata berkembang berkelanjutan, dan pelaku UMKM dapat bersaing dan beradaptasi dengan teknologi digital untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ketua Umum KMDT, Edison Manurung ini juga menyebutkan, bahwa Danau Toba saat ini berada dalam posisi genting karena UNESCO telah memberikan peringatan keras berupa “kartu kuning”. Jika perbaikan tidak dilakukan segera, status Kaldera Toba sebagai situs warisan geologi dunia bisa dicabut pada Juli 2025. Namun, dalam konteks kedatangan tim asesor UNESCO pada Juli 2025, Edison Manurung bersama dengan pemerintah dan stakeholder lainnya, berkomitmen untuk menyukseskan kunjungan tersebut dan mempertahankan status Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark.
Dalam rapat koordinasi, KMDT dan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp) berkolaborasi untuk memperkuat re-validasi pengakuan UNESCO terhadap Toba Caldera. Mereka sepakat untuk bekerja sama dan berkolaborasi guna menyukseskan kedatangan tim asesor UNESCO dan meningkatkan peluang Danau Toba untuk mempertahankan statusnya sebagai situs warisan UNESCO. (Hotman)
