KMDT Temui Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Dorong Revitalisasi Danau Toba

Suaratapian.com-Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (DPP KMDT) melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, di Gedung Nusantara, Senayan, Selasa, 21 April 2026. Rombongan DPP KMDT dipimpin langsung Ketua Umum St. Edison Manurung, S.H., M.M. Turut hadir jajaran Dewan Pakar, yakni Prof. Dr. Jhon Hutagaol selaku Ketua Dewan Pakar, Dr. Jupiter Sitorus sebagai Sekretaris Dewan Pakar, serta Dr. Eddy Soekarno dan Dr. Hotland Sihotang.

Pertemuan tersebut membahas arah perjuangan KMDT terkait penyelamatan ekosistem Danau Toba. Eddy Soeparno, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) dan putra mantan Dirut Garuda Indonesia Moehamad Soeparno, menerima aspirasi DPP KMDT di ruang rapat.

Dalam diskusi, salah satu Dewan Pakar KMDT menegaskan bahwa esensi utama yang dibawa KMDT adalah revitalisasi danau-danau di Indonesia, khususnya Danau Toba. “Kalau saya boleh mengerucutkan, sebetulnya esensinya itu di sini. Arahnya itu revitalisasi danau-danau yang ada, khususnya Danau Toba. Nah, isu ekologis ini menjadi relevan, apalagi sekarang sudah sering didengungkan istilah pertobatan ekologis.”

Dalam kerangka corporate social responsibility (CSR) menjadi penekanan KMDT. “Jadi corporate social responsibility itu di aspek planet sebetulnya yang KMDT tekankan, yaitu revitalisasi danau,” tegas Dr Hotlan Sihotang.

Eddy Soeparno menyambut baik masukan tersebut. Menurutnya, isu Danau Toba tidak bisa dilepaskan dari kepentingan nasional, baik dari sisi lingkungan, budaya, maupun ekonomi kawasan. Pertemuan berlangsung selama lebih dari satu jam dan ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi KMDT melalui jalur legislasi dan pengawasan di MPR RI.

Wakil Ketua MPR RI itu menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) dalam pertemuan tersebut.

“Terima kasih teman-teman sekalian dari KMDT yang telah menyampaikan masukan,” ujarnya

Eddy menyebut, masukan tersebut penting untuk merumuskan tujuan dan program kerja sama ke depan yang dapat dijalankan bersama.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan proyeksi mencapai 8% pada 2028. “Tapi memang pertumbuhan ekonomi yang kita kehendaki itu adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, memiliki aspek keberlanjutan yang kuat, ditambah lagi aspek keadilan,” kata Eddy.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 14 =