Konferensi Nasional Pendidikan dan Gereja “Kolaborasi Nyata untuk Transformasi Sekolah Kristen” Mendesak Untuk Dilakukan

Fokus diskusi

Setelah pembukaan, para peserta kemudian dibagi dalam Focus Group Discussion: Identifikasi Fokus Permasalahan dan Alternatif Solusi. Focus Group Discussion pertama, membahas Sekolah Kekurangan Guru? Diawali dengan pemaparan data pemantik diskusi tentang trend jumlah Mahasiswa FKIP 3 tahun terakhir yang akan dipresentasikan oleh Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI), Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. Dalam Kelompok FGD ini, Dekan FKIP-UKSW berbagi praktik baik strategi kolaborasi bersama Gereja dan Yayasan/ Sekolah Kristen untuk meningkatkan minat generasi muda inimenjadi guru serta menjangkau lulusan SMA dan para jemaat dewasa muda di gereja yang terpanggil menjadi guru.

Liputan Pembukaan Konferensi Nasional Pendidikan dan Gereja Tahun 2024

Lalu, tema diskusi juga dengan tema Bangkit dari Keterpurukan Focus Group Discussion kelompok 2 akan diawali dengan Berbagi Praktik Baik Program Sekolah Adopsi yang dilakukan YPPH dan Program PAYUNG dari MPKW Jatim. Kedua, sharing praktik baik ini bertujuan untuk menginspirasi Sekolah Kristen berpengharapan yang manajemen sekolahnya terpuruk untuk memikirkan pilihan alternatif solusi yaitu diadopsi atau untuk berafiliasi dengan Sekolah Kristen yang Diberkati. Pada FGD kelompok 2, dari perwakilan Dirjen Bimas Kristen juga memaparkan persyaratan dan prosedur perpindahan izin sekolah di bawah Kemendikbudristek ke Kemenag.

Kemudian, fokus Group Discussion 3; Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa? Kesejahteraan dan apresiasi guru yang terabaikan, siapa yang bertanggung jawab?  diawali dengan Berbagi Praktik Baik Program Guru Asuh dari Sekolah Kristen IPEKA bekerjasama dengan gereja dan Program Janji Iman Guru/karyawan dari Yayasan PETRA. Kedua sharing praktik baik tersebut bertujuan untuk menginspirasi pilar peserta FGD untuk membuat solusi berupa program pemberian apresiasi terhadap profesi guru dan membantu meningkatkan kesejahteraan Guru Kristen yang melayani di daerah 3T.

Kelompok keempat membahas Sekolah Kristen; Didirikan namun diabaikan Refleksi dan Evaluasi pembenahan manajemen Sekolah Kristen hasil temuan TF 3 T Peserta FGD. Focus Group Discussion kelompok 4 akan diawali dengan pemaparan data hasil asesmen kebutuhan beberapa Sekolah Kristen oleh Task Force 3T MPK. Pada FGD kelompok 4, Pilar PTK (FKIP) dan STT juga akan memaparkan Program Pengabdian Masyarakat yang dapat menjadi solusi kebutuhan Sekolah Kristen sesuai hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan TF 3T MPK. Target FGD Kelompok 4: Program Aksi Nyata (MoA) antara Yayasan/Sekolah Kristen Diberkati-Gereja- Dunia Usaha-PTK (FKIP)-STT dalam bentuk bantuan konsultasi untuk memperbaiki manajemen sekolah, pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, serta bantuan dukungan dana untuk perbaikan fasilitas pendukung pembelajaran.

Kemudian fokus diskusi kelima; Diberkati untuk menjadi berkat Kiprah Dunia Usaha dalam Dunia Pendidikan Peserta FGD Kelompok ini melibatkan 2 Pilar Pendidikan, yaitu: 1. Pilar Yayasan Kristen yang memiliki SMK 2. Diawali dengan pemaparan data jumlah SMK unggul dan yang akreditasi C oleh Direktur SMK, Berbagi Praktik Baik dari salah satu Dunia Industri yang mengadopsi SMK Kristen untuk menyelaraskan profil lulusan SMK yang diadopsi sesuai dengan profil tenaga kerja yang dibutuhkan di perusahaan.

Akhirnya, sebagaimana dikatakan Pendeta Gomar, bahwa pendidikan harus menjadi agenda pastoral Gereja-gereja. Dan, ini soal “Compassion” sebagaimana dalam Alkitab, ‘agar seluruh orang tergerak hatinya oleh belas kasih.” Oleh transformasi Lembaga Pendidikan Kristiani  benar-benar sangat mendesak untuk melakukan perubahan, termasuk di tingkat perguruan tinggi, dan agar jangan terlambat. Jika tak berbenah lembaga pendidikan Kristen akan tutup alias mati. (Hotman)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =