LABB Menggelar Natal Virtual

Suaratapian.com JAKARTA-Lokus Adat Budaya Batak (LABB) menggelar Natal secara of line dan virtual, pada Rabu, 23 Desember 2020. Dimulai Pukul 17.00. Of line bertempa ruang Hiobaja, lantai 8 Gedung Universitas Mpu Tantular, yang hadir di ruangan berjumlah 30 orang lebih. Pastinya tetap  mengindahkan dan menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan yang lain melalui virtual. Acara Natal dengan tema Mereka akan MenamakanNya Immanuel yang diambil dari Matius 1: 23, dengan sub tema Jangan Takut Yesus hadir menyertai kita semua di tengah pandemic Covid-19. MC oleh Dr. Wilma Silalahi, S.H., M.H. Saat ibadah, liturgis dipandu St. Abidan Simanjuntak.

Sebelum ibadah diberikan kesempatan sambutan-sambutan yang disampaikan Ketua Panitia oleh St Ir Monang Sirumapea, MM, Ketua Umum DPP LABB oleh Budi Sinambela, BBA, Ketua Umum DM LAB oleh Brigjend TNI (Pur) Berlin Hutajulu, termasuk Dr H.P Panggabean. Selain itu, sambutan juga datang dari Ketum Pabayo (Parsadaan Batak Alumni Yogyakarta), Bpk Drs Liasta Karo Karo, Ak. Juga dari Ketua Umum Batak Center, Ir. S.M. Tampubolon. Selain itu, Ketua divisi hukum LD PBNU. KH..DR. (C) Mukhlis Effendi, S.H.,M.H., CMLC juga memberikan sambutan sepatah dua patah kata dalam acara ramah tamah Natal virtual tersebut.

Ketua Panitia St Ir Monang Sirumapea, MM dalam sambutannya menyebut berterima kasih banyak kepada Ir. Nikolas S. Naibaho, MBA yang memberikan dukungan dan usaha penuh dari aspek IT. “Dukungan yang diberikan bukan hanya berupa tenaga tetapi alat-peralatan yang begitu banyak dan canggih sehingga live streaming, pembuatan Youtube dapat berlangsung dengan baik,” ujar mantan manajer di PLN ini.

Kebaktian Natal berbeda seperti biasanya, misalnya penyalaan lilin Pendeta maju ke depan menyalakan 1 lilin besar, kemudian 10 orang yang telah ditunjuk, maju satu per satu untuk menyalakan 10 lilin di depan. Dan lilin tak dibagaikan lagi ke seluruh umat, karena memang yang lebih banyak hadir di ruang virtual.

Renungan disampaikan Pdt. J.A.U Doloksaribu, M.Min. Dalam khotbahnya, menyebut oleh karena Pandemi Covid-19 memaksa perubahan, kita harus mampu beradaptasim banyak hal yang harus diubah. Keadaan ini menuntut untuk setiap orang belajar lagi. Tidak peduli berpendidikan tinggi atau tidak berpendidikan; Pejabat tinggi atau rakyat sahaja; Orang kaya atau miskin; laki-laki atau perempuan.

“Salah satu kelemahan orang Batak adalah tak suka belajar. Sebenarnya punya bakat tetapi karena tak mau belajar berarti tak ada pembelajaran. Lihatlah orang yang belajar itu pasti berkembang. Kita sering saksikan seseorang berpuluh jam main catur tetapi karena tak belajar tak ada yang bisa ditirukan darinya,” ujar penemu Musik Box Gereja ini.

Sekilas LABB

Lokus Adat Budaya Batak disingkat dengan LABB, adalah salah satu organisasi Sosial Budaya Batak. Dibentuk pada tanggal 5 Desember 2018. Berbadan hukum dan terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan Ham RI dengan nomor : AHU-0004692.AH.01.07. Tahun 2019. Pendiri dari LABB adalah tokoh-tokoh adat, masayarakat Batak, dan tokoh agama diaspora. LABB dibentuk didorong oleh adanya keprihatinan mendalam para pendiri atas kenyataan semakin tergerusnya nilai-nilai adat budaya Batak seperti Dalihan Na Tolu pada diri sebagian besar generasi muda suku (bangso) Batak.

Ketua Panitia oleh St Ir Monang Sirumapea, MM

Ketergerusan ini, jika tidak disikapi dengan arif dan bijaksana akan bermuara pada hilangnya jati diri/identitas suku (bangso) Batak di kemudian hari. LABB didirikan berasaskan Pancasila, nilai-nilai adat Dalihan Na Tolu serta berlandaskan pada UUD NRI Tahun 1945. LABB telah memiliki supra struktur dan infrastruktur yang lengkap. Keanggotaan LABB bukanlah individu, tetapi paguyuban-paguyuban marga-marga Batak se Jabodetabek dan se Indonesia.

LABB memiliki Visi : Mewujudkan suku (bangso) Batak yang bersatu, Beriman, Cerdas, Sejahtera, Beradat, Beradab, dan Beridentitas (BERNAS TERATAS) dalam rangkan memperkukuh Kebangsaan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Dalam rangka mewujudkan Visi LABB, maka seluruh program kerja dan kegiatan-kegiatannya dielaborasi dari Sapta Embanan (Tujuh Tugas Pokok atau Misi) LABB yaitu; Pertama, Melindungi segenap bangso Batak dan tanah ulayatnya; kedua, mencerdaskan kehidupan bangso Batak.

Ketiga, Mensejahterakan bangso Batak; keempat, Mengembangkan, memanfaatkan, membina Kebudayaan, cagar Budaya bangso Batak; dan kelima Menghadirkan Tatalaksana Adat istiadat praktik adat istiadat Batak yang esensial, efektif, dan efisien serta Pranata Hukum Adat Batak; keenam Mengembangkan dan melestarikan Seni Budaya bangso Batak; Dan ketujuh Melaksanakan Ketertiban Umum berdasarkan etika adat Dalihan Na Tolu. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.