Vickner Sinaga: Mari Jangan Jemu Berbuat Baik, Meski Respon Sekeliling, Belum Tentu Semuanya Baik

Testimoni para sahabat

Dalam buku ini, Abdul Karim menyebut, kisah perkenalan dan hubungan saya dengan almarhum Pak Budi Kusmarwoto dimulai sekitar tahun 1985-an di PLN PITRANSTEKSTIB Gandul. Saat itu beliau menjabat sebagai Kepala Proyek Gardu Induk 500 kV, yang lebih dikenal dengan sebutan KAPROGI 500 kV, sedangkan saya selaku driver ditugaskan oleh Kantor sebagai driver Kapro GI 500 kV dengan tugas mengantarkan beliau kemanapun hendak melaksanakan tugasnya sebagai Kapro GI 500 kV, baik di dalam kota maupun keluar kota yang wilayah kerjanya dari ujung barat Pulau Jawa yaitu GI 500 kV Suralaya sampai ke Jawa Timur yaitu GI 500 kV Krian.

“Kadang – kadang perjalanan dinas itu tidak hanya berdua saja dengan beliau, melainkan bersama-sama dengan para Kepala Bagian atau staf yang lain, antara lain Pak Vickner Sinaga Kepala Bagian Teknik Listrik, Pak Heru Santoso Kepala Bagian Teknik Sipil, Pak Widodo Mulyono Kepala Bagian Pengendalian Kontrak yang merupakan bawahan langsung pak Budi Kusmarwoto serta staf lainnya. Semboyan beliau dalam perjalanannya adalah “Cepat-Selamat”. Ketika pergi bersama beliau, mobil kupacu sesuai dengan semboyannya itu,” sebutnya.

Sementara, Achmad Rofik menyebut, almarhum sangat sangat motivated baik kepada rekan satu tim maupun kepada yuniornya. “Selalu selalu menyemangati kami terutama para generasi muda untuk selalu bersemangat dan jangan mudah menyerah sejalan dengan selogannya yang tidak pernah saya lupakan yaitu: THINK BIG THEN YOU WILL BE A REALLY BIG dan ada satu lagi selogan yang selalu ditempel di kantor kerja BKS dengan gambar elang besarnya yang sedang terbang, yaitu;  FLYING LIKE AN EAGLE.

“Awalnya saya tidak tahu maksudnya apa, namun belakang hari baru saya tahu, ternyata BKS memberikan semangat kepada kami semua untuk semangat mencari market hingga ke pelosok negeri setajam mata elang mencari mangsa. Walupun berada di gurun tandus sekalipun, elang yang perkasa tetap hidup survive dan bahkan berkembang menjadi semakin besar dan kuat,”sebutnya.

Lalin lagi testimoni dari Adi Supriono menyebut, dalam semangat berbagi, mas Budi adalah sponsor utama pembangunan Panti Asuhan Ibadah Bunda di tahun 1996, sebagai bentuk penghargaan kepada ibunda yang wafat di tahun 1993. “Selain itu mas Budi juga banyak berbagi untuk mendukung saudara-saudara baik dari sisi keluarga mas Budi maupun dari keluarga istri mas Budi,” sebutnya.”

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + 7 =