Waspada Covid-19 Varian Baru Delta Menyerang

suaratapian.com DEPOK-“Meningkatnya jumlah masyarakat Kota Depok positif Covid-19 tidak terlepas gagalnya pemerintahan Depok menjalankan protokol kesehatan. Covid-19 dan penegakan hukumnya,” demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, di Jakarta, Sabtu (08/08/21). Fakta menunjukkan, bahwa masih sangat banyak masyarakat kota Depok tidak taat menerapkan proktokol kesehatan Covid-19 sekalipun menggilanya serangan corona, khususnya virus corona varian baru Delta di Kota Depok.

Kata Arist, selain lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggar Protokol Kesehatan Covid 19 juga perbedaan data antara Satgas Covid 19 Depok dengan Satgas Covid 19 Pusat mengenai jumlah anggota masyarakat yang positif covid 19 sehingga intervensi krisis sangat kemah.

Satgas Covid-19 pusat mengatakan, per Jumat 06/08 bahwa di Depok ditemukan lebih dari 23 ribu masyarakat positif Covid-19 di Depok namun dibatah oleh Satgas Covid-19 Depok yang menyatakan bahwa di Depok hanya ditemukan 7 ribu anggota masyarakat yang positif Covid-19.

Di beberapa tempat, di kecamatan Tapos, Sukmajaya, Cimanggis dan di Kecamatan lainnya misalnya, setelah pemerintah menerapkan PPKM sejak 3 Juli hingga 08/08 justru banyak anggota masyarakat positif Covid-19.

Namun sayangnya tak data yang dilaporkan berapa orang anggota masyarakat yang meninggal khususnya anak dan anak yang menjadi yatim piatu.

Arist mengatakan, meningkatnya status kota Depok menjadi zona darurat Covid-19, bisa disebabkan karena gagalnya pemerintahan Depok melindungi masyarakatnya.

“Di samping itu, pemerintah Depok juga gagal menerapkan program Vaksinasi, penerapan ketaatan menjalankan Prokes Covid 19 dan pemberian bantuan sosial Natura dan inatura kepada anggota masyarakat yang positif Covid 19,” kata Arist.

“Saya sebagai anggota masyarakat Kecamatan Tapos, tidak pernah mendengar adanya program Vaksinasi, dan program Bansos kepada anggota masyarakat yang membutuhkan apalagi penegakan hukum.”

“Dalam situasi meningkatnya jumlah masyarakat positif Covid-19, Komnas Perlindungan Anak mengajak Pemerintah Kota Depok Anak untuk terus berkampanye agar masyarakat taat pada protokol Kesehatan Covid 19 dan mendorong masyarakat berbondong-bondong mengikuti tempat-tempat Vaksinasi, agar situasi Depok yang telah menjadi darurat Covid 19 beruba ke situasi normal,” desak Arist.

Hojot Marluga

Hidup Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.