Persekutuan Doa: Mengalami Kuasa Tuhan dan Kasih Karunia

suaratapian.com-Beribadah menghubungkan kita dengan Tuhan, memperkuat iman, dan memberikan makna hidup. Mari datang dan merasakan kasih Tuhan! Atas kesadaran itulah kebaktian doa digelar Persekutuan Doa diadakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026, di Jalan Komplek Villa Jatipadang, KAV. 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan tujuan menghubungkan umat dengan Tuhan dan memperkuat iman. Pdt. Rijon Malcolm Siahaan memimpin kebaktian doa tersebut, berbagi pengalaman pribadinya saat melakukan perjalanan penginjilan ke Barus.

Saat itu, dua orang temannya terkena gangguan dukun kampung dan mengalami sakit perut yang sangat parah. Namun, saat Pdt. Rijon dan teman-temannya akan berdoa, dukun itu datang dan mengatakan bahwa Tuhan sudah mengobati mereka. Dosen pembimbing Pdt. Rijon kemudian bangun dan berdoa, dan teman-temannya yang sakit itu sembuh dari rasa sakitnya.

Pdt. Rijon menyaksikan kuasa Tuhan yang lebih hebat dari dukun dan mengajak orang untuk percaya pada Tuhan. “Mari datang dan merasakan kasih Tuhan!”

Di tengah ibadah yang berlangsung, ada lima kesaksian dari sahabat pelayanan Pdt. Ida boru Turnip, salah satunya adalah Hardoni Sitohang. Setelah kebaktian, Hardoni memainkan alat musik tiup Tulila, sebuah alat musik spiritual Batak yang hampir punah. Hardoni, seorang musisi dan seniman Batak Toba, lahir pada 23 April 1978 di desa Harian Boho, Samosir, Sumatera Utara.

Hardoni berasal dari keluarga pemusik tradisional Batak dan telah terlibat dalam kegiatan kesenian sejak usia lima tahun. Dia telah meraih beberapa penghargaan, termasuk piala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pelatih musik terbaik dalam Festival Musik Tradisional Anak-anak tingkat Nasional di tahun 2006.

Lagu “Amazing Grace” yang diiringinya adalah salah satu lagu rohani yang paling terkenal di dunia, menceritakan kisah pertobatan John Newton, seorang pria yang dulunya terlibat dalam perdagangan budak, tapi kemudian bertobat dan menjadi pendeta. Lagu ini adalah pengingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, dan bahwa kita semua dapat mengalami pertobatan dan penebusan. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 19 =